Bagikan Artikel Ini:
92 / 100 SEO Score

 

Bicara soal pendidikan, banyak orang setuju bahwa aspek ini sangat penting untuk kehidupan setiap insan. Tapi juga masih banyak yang memiliki pola pikir berseberangan atau yang setuju bahwa pendidikan bukan hal yang terlalu penting. 

Manusia memiliki siklus umum yaitu lahir – sekolah – bekerja. Maka dari itu, bersekolah dan berpendidikan tinggi bukan tujuan utama banyak orang selama bisa bekerja dan menghasilkan banyak orang. Padahal ada banyak hal yang diajarkan dalam proses berpendidikan itu sendiri, yang tentu tidak akan didapatkan orang-orang yang tidak pernah mengenyam proses ini. 

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi orang yang terdidik secara formal memerlukan uang dan biaya yang tidak kecil, tergantung tingkatan yang dituju. Di sisi lain, bekerja membuat orang memiliki uang. Tentu saja hal ini menjadi acuan berpikir orang-orang yang menolak bersekolah tinggi, ditambah persaingan di dunia kerja semakin ketat dari masa ke masa. 

Disisi lain, banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur sehingga merasa apa yang dilakukan selama ini sia-sia dan buang-buang uang saja. Tapi mengapa masih banyak orang juga yang mengatakan bahwa pendidikan penting untuk kehidupan? 

Di artikel ini, ada beberapa hal terkait dengan menjadi insan terdidik dan berpendidikan serta seberapa penting hal itu untuk kehidupan sehari-hari kita sebagai manusia yang diciptakan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini. Percayalah, tidak yang sia-sia dari tiap usaha yang telah dilakukan apalagi niat utamanya adalah demi kebaikan. Jika menyebar kebaikan untuk sesama terlalu luas dan kompleks, bisa dimulai dengan menegakkan kebaikan dalam diri sendiri. Bersekolah dan menuntut ilmu setinggi-tingginya adalah salah satu cara yang bisa ditempuh.

 

3 Alasan Kenapa Pendidikan Itu Penting 1

Apa Pentingnya Pendidikan?

 

Sumber pengetahuan

 

Pendidikan penting karena banyak hal. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah sekolah memberikan banyak pendidikan dan ilmu yang tidak akan didapat di lapangan ketika bekerja. Memang, bekerja di lapangan memberikan pengalaman yang akan memudahkan jenjang karir di kemudian hari. 

Namun perlu diingat bahwa beberapa sektor dan bidang memerlukan pendidikan yang mumpuni untuk berada di posisi tersebut. Bersekolah dan menuntut ilmu memperkaya kita dengan sudut pandang baru, menjadi lebih bertoleransi dan mampu memecahkan masalah yang rumit dengan cara yang paling efektif. 

Ketika Anda berada di lapangan dan tidak mengenyam pendidikan yang cukup dan setara, Anda hanya bisa mengambil keputusan tanpa melihat sudut pandang yang lain, yang mungkin sudut pandang baru itu dapat menguntungkan lebih banyak pihak.

 

Memenuhi kebutuhan karir

 

Sudah dijelaskan di awal bahwa banyak orang mementingkan bekerja daripada menuntut ilmu karena menuntut ilmu hanya buang-buang saja. Di sisi lain, bekerja memberikan pemasukan dan saat ini materi adalah kebutuhan semua orang. 

Namun perlu diingat bahwa ada beberapa karir yang memerlukan tingkat pendidikan tertentu untuk berada di dalamnya. Ini menjadi alasan pendidikan penting berikutnya yang perlu dipahami. Mungkin menuntut ilmu memang memerlukan waktu yang lebih lama lagi atau bisa dibilang menunda untuk mengumpulkan pundi-pundi. 

Tapi ingat lah bahwa ilmu juga yang membentuk karakter seseorang untuk lebih bijaksana dan tentunya memenuhi kualifikasi untuk menduduki kursi di jenjang karir tertentu. Pendidikan dan pekerjaan berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Membentuk karakter

 

3 Alasan Kenapa Pendidikan Itu Penting 2

 

Sudah dibahas di paragraf sebelumnya bahwa ilmu membentuk karakter seseorang dan membangun kewibawaan seseorang. Selain ilmu pengetahuan dan sudut pandang baru, pendidikan penting karena juga mengajarkan adab, sopan santun, tata krama, dan etika dalam bekerja atau bahkan dalam dunia pergaulan. 

Ini merupakan tahap menanam dan memupuk jiwa dewasa dan bijaksana dalam diri masing-masing individu. Berpendidikan berarti memiliki kemampuan lebih dalam membentuk serta mengambil keputusan hingga mengatur masa depannya. 

Sebagai manusia, penting kiranya memiliki jiwa manusiawi dan peduli terhadap sesama. Ini merupakan salah satu misi pendidikan yaitu membentuk karakter yang peduli terhadap sesama manusia dan ciptaan Tuhan lainnya. 

Pelajaran semacam ini seringkali sulit didapat dari lapangan kerja. Bekali diri Anda dan anak-anak Anda dengan ilmu yang bermanfaat agar dapat bertahan ditengah gempuran dunia dan sosialisasi yang makin hari makin ganas. Ilmu yang bermanfaat adalah bekal berharga untuk menjalani kehidupan sebagai manusia yang memanusiakan manusia.

Media pencerahan

 

Ilmu pengetahuan dan apa-apa yang diajarkan di dunia pendidikan menyelamatkan manusia dari pikiran yang salah. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pengetahuan memberikan sudut pandang baru untuk pelakunya. 

Dan tentu saja ini menjadi pencerahan bagi pikiran yang belum tahu serta koreksi untuk informasi yang salah. Insan yang berpendidikan dapat membedakan mana kebenaran yang harus disebarkan dan mana kebohongan yang perlu diluruskan. 

Ilmu pengetahuan juga mengobarkan semangat dalam jiwa-jiwa manusia, mencari tahu apa yang belum diketahui, menciptakan karya yang bermanfaat, dan memiliki tujuan dalam hidup. Pencerahan tentu saja dapat berasal dari mana saja dan ini merupakan alasan pendidikan penting yang perlu diketahui.

Memajukan kesejahteraan bangsa

 

Mungkin kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, dan papan sedangkan pendidikan tidak termasuk dalam tiga kebutuhan pokok tersebut. Tapi tahukah Anda bahwa pendidikan bisa berperan lebih dari itu semua? 

Tiga hal pokok tersebut dapat terpenuhi dengan baik ketika individu bersedia menjadi insan yang berpendidikan. Kesejahteraan suatu komunitas atau negara untuk skala yang lebih besar, berada di tangan rakyatnya yang berpendidikan. 

Hal tersebut dapat membantu negara dalam berbagai sektor seperti pertumbuhan ekonomi, meningkatkan standar hidup, memiliki tempat tinggal yang layak, dan tentu saja tidak kelaparan karena mereka terdidik. Selain itu, insan berpendidikan sadar betul bahwa memajukan kesejahteraan bangsa tidak perlu dilakukan dengan merusak lingkungan sekitar, memusnahkan makhluk ciptaan yang lain, dan mengeksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran tanpa memperhatikan keberlanjutan. 

Pendidikan penting untuk ditempuh karena itu merupakan tahap di mana manusia memahami di mana posisinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan dimuka bumi ini.

 

Peran Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Anak

 

Bicara soal pendidikan untuk anak, hal ini tidak lepas dari peran keluarga terutama orang tua. Anak menghabiskan lebih banyak waktunya di rumah dan keluarga harus memanfaatkan ini sebagai saat yang tepat untuk “menghujani” mereka dengan hal-hal yang tepat. Semangat anak dalam bersekolah dan menuntut ilmu berasal dari dukungan keluarga. 

Memupuk komunikasi yang efektif, luwes, dan dua arah sangat penting. Anak perlu merasa didengar dan dimengerti agar mereka semangat dalam menempuh pendidikan mereka serta menyadari betapa pentingnya bersekolah. Orang tua tidak bisa sepenuhnya melepaskan tanggung jawab ini kepada sekolah. 

Lalu apa saja yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung pendidikan anak? Materi tentu ada di dalam daftar namun ada banyak hal lain yang bisa dilakukan orang tua untuk anak-anaknya dalam urusan pendidikan.

Diskusi tentang pilihan sekolah

 

Memupuk kepedulian anak tentang pendidikan sejak dini merupakan hal yang penting, bahkan hal ini juga perlu diterapkan sejak memilih sekolah. Anda sebagai orang tua tentu dapat melihat minat anak dan ini menjadi pertimbangan sebelum Anda mendaftarkan anak ke sekolah yang dituju. 

Ketika anak sudah memasuki usia bisa memilih, mendiskusikan sekolah yang dituju juga menjadi hal yang penting. Jika anak menyukai kesenian, pastikan sekolah yang dituju memiliki fasilitas yang cukup untuk mengeksplorasi minatnya. Pendidikan adalah hal yang penting dan pelakunya harus merasa senang berada di dalam institusinya.

Memenuhi kebutuhan sekolah

 

3 Alasan Kenapa Pendidikan Itu Penting 3

 

Hal lain yang harus dilakukan adalah memenuhi kebutuhan sang anak untuk mendukung pendidikannya. Selain biaya sekolah dan peralatan yang diperlukan, bimbingan belajar atau ekstrakurikuler lainnya adalah hal lain yang mungkin perlu diperhatikan. 

Beberapa orang tua bahkan rela mempersiapkan biaya yang tidak kecil untuk memastikan anaknya bahagia ketika menuntut ilmu. Tentu saja, berpendidikan adalah cara untuk mencapai kebahagian setinggi-tingginya. Maka dari itu, perlu memastikan bahwa anak tidak tertekan dan menikmati proses menjadi insan berpendidikan.

Mendampingi belajar di rumah dan menciptakan suasana nyaman untuk belajar

 

Seringkali orang tua menyuruh anaknya belajar tanpa mendampinginya ketika belajar. Orang tua dituntut mampu untuk menjadi apa saja termasuk mendampingi anaknya ketika belajar. Bukan tidak mungkin jika anak belum memahami materi yang dijelaskan di sekolah. 

Ketika di rumah, ini merupakan peran orang tua untuk menjelaskan sebisa mungkin. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa meminta bantuan dari orang yang kompeten untuk memberikan bimbingan belajar tambahan di rumah. Tentu saja, hal ini juga berkaitan dengan suasana belajar ketika di rumah. 

Mengingat kewajiban anak sekolahan adalah belajar, sebagai orang tua Anda harus mampu menciptakan suasana nyaman untuk anak. Anda bisa berdiskusi dengan anak tentang suasana nyaman yang ideal untuk belajar sehingga Anda sebagai orang tua bisa mendukung hal itu demi kebaikan pendidikan si anak.

Motivasi untuk meraih cita-cita

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa cita-cita adalah salah satu motivasi terbesar bagi seseorang untuk terus belajar. Penting juga bagi Anda untuk memberikan pemahaman tentang konsep cita-cita dan bagaimana tingkah laku yang tepat untuk meraih cita-cita tersebut. Memotivasi anak untuk meraih cita-cita melalui pendidikan adalah hal yang tepat untuk dilakukan. 

Pendidikan formal adalah salah satu cara yang paling berkontribusi untuk meraih cita-cita selain pengalaman di lapangan. Memahamkan anak sejak dini tentang konsep ini diperlukan sehingga baik orang tua maupun anak berada di satu pemahaman tentang pentingnya pendidikan di sekolah dan alasan pendidikan penting sejak dini.

 

Menanamkan budi pekerti

 

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan dapat membentuk karakter seseorang menjadi lebih bijaksana, terbuka, dan beretika. Namun hal ini juga memerlukan peran orang tua. Menanamkan budi pekerti pada anak sejak usia dini akan membantu anak memahami konsep menjadi manusia seiring berjalannya waktu, memisahkan mana yang baik dan tidak baik di kehidupan sehari-hari, dan menyikapi segala masalah berdasarkan konteks.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sopan santun dan etika terhadap orang yang lebih tua sedang luntur-lunturnya saat ini. Dapat dilihat dari maraknya kasus kekerasan terhadap guru, tawuran yang kian hari kian ramai, dan kasus-kasus memprihatinkan lainnya. 

Ada juga oknum tokoh publik yang seharusnya menjadi panutan untuk generasi penerus namun tidak mampu mengontrol sopan santun dan tidak beradab terhadap sesama hanya karena pendidikan oknum tersebut lebih tinggi dari lawan bicaranya.Tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan. Perlu peran dari orang tua untuk membuat paham anak bahwa pendidikan penting dan hal itu berjalan berdampingan dengan budi pekerti yang luhur. 

 

 

Apa pentingnya bersekolah sebagai sumber pengetahuan?

Bersekolah dan menuntut ilmu memperkaya kita dengan sudut pandang baru, menjadi lebih bertoleransi dan mampu memecahkan masalah yang rumit dengan cara yang paling efektif.

Mengapa pendidikan penting dalam pembentukan karakter?

Karena pendidikan mengajarkan adab, sopan santun, tata krama, dan etika dalam bekerja atau bahkan dalam dunia pergaulan. Ini merupakan tahap menanam dan memupuk jiwa dewasa dan bijaksana dalam diri masing-masing individu. Berpendidikan berarti memiliki kemampuan lebih dalam membentuk serta mengambil keputusan hingga mengatur masa depannya.

Mengapa menanamkan budi pekerti pada anak sejak usia dini?

Dapat membantu anak memahami konsep menjadi manusia seiring berjalannya waktu, memisahkan mana yang baik dan tidak baik di kehidupan sehari-hari, dan menyikapi segala masalah berdasarkan konteks.