LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Eksistensi influencer di media sosial tergolong penting di era digital–khususnya di industri kecantikan, di mana para konsumen butuh referensi produk dan merek.

Jumlah pengikut atau pelanggan influencer jadi standar sukses influencer, yang kemudian jadi penanda bagi merek untuk urusan strategi pemasaran, khususnya kesepakatan dalam bentuk endorsement.

Guna mempelajari perspektif para pecinta industri kecantikan, JakPat menggelar survei terhadap 1.000 wanita dengan teknik non-probability pada 11-14 Juni 2020. Bagaimanakah hasil survei itu?

Baca Juga: 5 Fakta Penting di Balik New Normal

1. Influencer kecantikan di mata masyarakat

Para responden menganggap influencer kecantikan mampu menyampaikan informasi dengan jujur dan valid, menyebarkan informasi positif dengan bahasa yang sopan, serta dapat menghibur.

2. Pentingnya karakteristik influencer kecantikan

Popularitas influencer tak serta-merta memengaruhi loyalitas pengikut. Sebab, karakterisitk cenderung lebih memengaruhi loyalitas pengikut daripada popularitas.

Karena itulah, influencer dengan asosiasi citra yang kuat cenderung punya pengikut setia daripada influencer dengan asosiasi citra lemah.

Menurut survei JakPat, Tasya Farasya merupakan salah satu influencer kecantikan dengan asosiasi citra yang kuat, seperti: menginformasikan hal positif dan menggunakan bahasa yang sopan.

3. Ulasan jujur dan valid

Menurut ribuan responden JakPat, kekuatan influencer kecantikan adalah menginformasikan hal yang jujur, valid, bermuatan positif, mendidik, serta menghibur. Sementara, hal yang tidak terlalu penting bagi responden: kecantikan dan ketampanan.

4. Peran media sosial untuk influencer kecantikan

Responden mengklaim mengetahui influencer dari rekomendasi Youtube (76%); eksplor Instagram (75%); kolaborasi dengan influencer lain (46%); teman (34%); acara televisi (25%); beranda Twitter (18%); anggota keluarga (12%), dan; lainnya (1%).

wcsucYY9CF69AcTMQrphp6rtJFNGNitnR6ERH-Nzt_9690wHnRJcYdwSWtZxFqtb1NGpv2Z1uN4qMCK8EeYHFjSGYHzYozQ-Cg9FDuyoYYVGwjlMG3GVQAyZFj17iilx4haXs5X5

Mayoritas responden di usia 15-39 mengklaim mengenal influencer kecantikan dari Youtube dan Instagram. Sementara responden di usia 40-44 mengetahui soal influencer dari medsos dan teman.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

4 Persepsi Warganet Tentang Beauty Influencer 1

4 Persepsi Warganet Tentang Beauty Influencer

\