Bagikan Artikel Ini:
91 / 100 SEO Score

 

Bicara soal pendidikan akidah untuk anak, hal ini merupakan hal yang urgensinya cukup tinggi apalagi di era sekarang. Banyak anak yang terlepas dari pantauan orang tuanya sedangkan pengaruh bisa datang dari mana saja. Kabar buruknya adalah pengaruh-pengaruh tersebut tidak seluruhnya baik. 

 

5 Pendidikan Akidah Islam Penting bagi Anak 1

Pendidikan Akidah dan Masalah Sosial Hari Ini

 

Topik yang sedang hangat-hangatnya dan menjadi pantauan banyak orang adalah Lesbian Gay Bisexual Transgender atau yang lebih sering disebut dengan LGBT. LGBT menjadi semacam komunitas yang merekrut anak-anak dengan iming-iming tertentu. 

Sebenarnya yang lebih ditakutkan dari LGBT sendiri adalah bagaimana jika perkumpulan itu menjadi ajang predaktor seksual mencari mangsa baru. Namun apa pun itu, menanamkan pendidikan karakter pada anak sejak dini adalah suatu hal yang wajib dan penting. Internet dan teknologi yang memungkinkan setiap orang mendapatkan informasi secara instan dan cepat juga menjadi pemicu utama. 

Banyak anak yang lepas dari pantauan orang tuanya bergaul dengan orang-orang yang salah, yang makin memperparah keadaan. Teknologi dibuat untuk memudahkan kehidupan manusia. Namun di titik ini, banyak pihak memanfaatkannya untuk hal yang buruk dan kemudian diakses pengguna di bawah umur, misalnya konten bermuatan unsur pornografi. 

Kewajiban anak-anak terutama di usia sekolah adalah untuk belajar dan fokus pada apa yang dipelajari. Namun keberadaan teknologi ini membuat mereka terdistraksi sedangkan tidak ada tempat yang tepat untuk bercerita atau mencari kebenaran. Maka dari itu diperlukan kerjasama antara pihak pemerintah, sekolah, dan tentu pengasuhan di rumah, mengingat anak menghabiskan banyak waktunya berada di rumah, bersama orang tua dan keluarganya. 

Pendidikan di sekolah tentu juga berpengaruh. Tapi bagaimana kah cara yang tepat untuk menjadikan pendidikan di sekolah berjalan beriringan dengan pola pengasuhan yang tepat di rumah? 

Tentu saja memberikan pendidikan akidah anak adalah solusi yang tepat. Di bawah ini kami akan mencoba membedah beberapa poin penting tentang pendidikan akidah serta dampaknya untuk anak di kehidupan saat ini.

 

Mengapa Pendidikan Akidah Islam Penting?

 

5 Pendidikan Akidah Islam Penting bagi Anak 2

 

Anak adalah sasaran paling empuk dan rentan untuk banyak hal sehingga penting membentengi anak dengan pendidikan akidah yang kuat. Namun hal ini seringkali tidak dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari karena lemahnya hubungan atau komunikasi antara anak dan orang tua serta guru. Atau mungkin komunikasi itu ada namun berjalan satu arah saja. 

Di sisi lain, anak lebih mudah dipengaruhi oleh orang lain dan temannya sendiri. Bicara soal fenomena LGBT di Indonesia, beberapa kelompok yang mengusung label tersebut disinyalir melakukan aksi rekrutmen dengan menjadikan anak-anak sebagai target mereka. 

Modus yang mereka usung adalah kegiatan sosial, sehingga hal ini perlu mendapat perhatian lebih terutama untuk orang tua. Membekali anak dengan pendidikan akidah islam yang baik akan membantu melindungi buah hati dari pengaruh buruk, apapun bentuknya. 

Disisi lain, beberapa oknum LGBT ini menggunakan kedok komunitas sosial untuk mencari target berikutnya, yang ditakutkan berkaitan dengan predator seks anak-anak di bawah umur. Gaya hidup bebas bukan sesuatu yang dianjurkan dalam Islam. 

Perlu kerjasama dari semua pihak untuk mencari solusi yang tepat sehingga dapat bersama-sama melindungi generasi penerus bangsa. Kita akan mengulas tentang pendidikan secara menyeluruh dan pendidikan akidah anak dengan seksama agar kita sama-sama bisa belajar dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak-anak kita.

 

Apa Itu Pendidikan Akidah?

 

Islam mewajibkan para orang tua untuk memberikan pendidikan akidah pada anak-anaknya. Tauhid, salah satu bagian dari pendidikan akidah, dimuat dalam surah Luqman yang berbunyi “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata pada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah SWT.”

Allah SWT juga menurunkan firmannya tentang cara mempertahankan akidah. Hal ini dapat dibaca di surah al-Kafirun, yang mana surat ini juga menjadi salah satu landasan toleransi. Nabi Muhammad SAW menekan bahwa pendidikan agama, akhlak, dan membaca al-Quran merupakan fokus dalam membina umatnya. Ini penting dilakukan agar manusia menggunakan akal pikirannya untuk menjalani hidup tanpa merugikan ciptaan lainnya. Penting untuk menyelaraskan pendidikan agama dan ilmiah karena keduanya saling berkaitan erat, bukan untuk dibandingkan.

Dalam buku “Sejarah Pendidikan Islam”, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa anak merupakan pewaris segala ilmu pengetahuan terutama ajaran Islam. Maka dari itu, penting menyiapkan anak untuk melanjutkan penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia, dengan cara yang dianjurkan tentunya. Bahkan dalam at-Tahrim ayat 6 sudah disebutkan bahwa mengajarkan perintah Allah SWT dan menjauhi apa-apa yang mendurhakaiNya adalah satu-satunya cara untuk melindungi diri dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan bebatuan.

Sedangkan di surah an-Nisa ayat 9, Allah SWT juga berfirman bahwa anak dan keturunan tidak boleh di tinggalkan dalam keadaan lemah apalagi tidak berdaya, mengingat tantangan hidup cukup besar dan berat di luar sana. Menjaga lisan dan hanya menyampaikan kebenaran adalah salah satu poin dalam pendidikan karakter. Menanamkan ketakwaan pada anak-anak sejak dini adalah salah satu kunci pendidikan akidah Islam untuk anak.

Pendidikan secara Umum

 

Secara umum, Ki Hajar Dewantara pun menyatakan bahwa pendidikan merupakan tuntutan yang terkait dengan tumbuh kembang anak-anak sehingga mereka sadar bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat. 

Pendidikan diperlukan untuk mencapai setinggi-tingginya kebahagiaan. Penting untuk memberikan pendidikan yang benar untuk keturunan kita agar terselamatkan dari hal-hal buruk di muka bumi. 

Pendidikan tak ubahnya kebutuhan pokok, yang tanpanya kehidupan ini akan semakin buruk dan terbengkalai, tanpa pegangan. Tentu saja, keluarga adalah tempat pertama seorang anak mendapatkan pendidikan. 

Nantinya, orang tua akan bekerja sama dengan pendidik di sekolah untuk menyiapkan anak-anaknya sebagai tumpuan keluarga dan negara di masa depan. Namun, bagaimanakah pendidikan semacam itu dapat ditempuh? Penting untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan ilmiah dan non-ilmiah agar terlindungi dari hal-hal buruk di luar sana. 

Memberikan pengertian tentang kodratnya sebagai manusia dan kewajiban yang harus dilakukan adalah salah satu cara yang dapat ditempuh. Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta untuk bertaqwa padaNya. Dan poin ini tentu saja menjadi hal utama yang bisa disampaikan pada anak.

 

Proses Pendidikan dalam Keluarga

 

5 Pendidikan Akidah Islam Penting bagi Anak 3

 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh keluarga sebagai tempat pendidikan pertama sang anak. Selama komunikasi di dalam keluarga dapat dilakukan dengan baik, akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak. Maka dari itu, perlu sekali membina dan memupuk komunikasi dua arah antara orang tua dan anak seperti memberikan pengertian tentang nilai-nilai bersosialisasi serta adab antar sesama terutama dengan yang lebih tua.

 

  1. Membekali anak dengan takwa

 

Tentu saja ketakwaan adalah salah satu bekal yang sangat berarti untuk individu. Ketakwaan merupakan benteng internal dan hal itu berasal dari keluarga sejak anak berusia dini. Dengan adanya ketakwaan, seseorang akan takut terhadap kuasa Allah SWT dan menjauhi perbuatan yang menjurus ke kedurhakaan. Ketakwaan akan melindungi seseorang dari perbuatan yang tidak baik karena hidup ini memang tak lebih dari meminta keridha-an Allah SWT.

  1. Pemahaman tentang aurat

 

Dalam Islam, aurat untuk lelaki dan perempuan dibedakan tentu dengan berbagai alasan. Rasulullah bersabda tentang aurat bahwa aurat lelaki adalah sebatas pusar sampai kedua lutut. Sedangkan tentang aurat perempuan, surah an-Nur telah menjelaskan apa saja yang harus ditutupi oleh perempuan di depan yang mahram maupun yang bukan mahram. Menutup aurat dari wajah dan telapak tangan penting untuk diterapkan sejak kecil. Menanamkan untuk berkata “tidak” juga hal yang baik karena seringkali anak-anak sulit menolak sesuatu dari orang yang lebih tua terutama dari orang asing.

 

  1. Memberikan pengertian maskulinitas dan feminitas

 

Allah SWT telah memberikan tuntunan tergantung fitrahnya ketika dilahirkan dan tugas keluarga dan pendidikan adalah untuk menjaga kodrat tersebut. Islam menghendaki lelaki untuk menjalankan kodratnya yang maskulin dan perempuan menjalankan kodratnya yang feminin. 

Tidak dibenarkan untuk laki-laki yang meniru gaya perempuan dan begitu juga sebaliknya. Sejak kecil, anak sudah harus diajarkan sesuai dengan kodratnya. Lelaki, misalnya, harus melindungi anggota keluarga yang lain lebih dari apapun sedangkan perempuan diajarkan untuk berlaku lembut dan memiliki kasih sayang yang besar. 

Tentu saja di sini peran ayah dan ibu sangat diperlukan sebagai contoh nyata di kehidupan sehari-hari. Jika (naudzubillah) anak Anda berlaku seperti lawan jenisnya, hal ini harus segera diluruskan agar tidak melebar ke sesuatu yang lebih serius.

 

  1. Memisahkan tempat tidur

 

Rasulullah bersabda bahwa tidur di tempat tidur yang sama akan menjadi aktivitas pengantar zina. Dalam suatu dalil, orang tua baiknya memerintahkan anak-anaknya untuk shalat ketika berusia tujuh tahun dan memukul mereka jika meninggalkan ibadah wajib ketika berusia 10 tahun serta memisahkan tempat mereka tidur. 

Nilai keharaman yang dibahas di sini bersifat umum karena hal ini bisa saja dilakukan sesama lelaki, sesama perempuan, atau dua lawan jenis yang berbeda. Penting sekali untuk memisahkan tempat tidur mereka paling tidak berada di ranjang yang berbeda dan selimut yang berbeda, dalam lokasi yang terpisah.

Bergaul secara islam juga merupakan perintah dan ajaran yang penting untuk dilakukan setiap manusia. Penting mencari teman-teman yang selalu mengajak pada kebaikan dan menjauhkan dari yang haram sejak dini. 

Hal ini akan menjauhkan anak-anak kita dari pandangan-pandangan yang bisa memicu syahwat serta hal lain yang diharamkan dalam agama. Membatasi aktivitas fisik dengan teman juga sangat penting, meskipun itu adalah teman dengan jenis kelamin yang sama.

 

  1. Memberi kasih sayang yang cukup

 

Anak-anak menghabiskan banyak waktunya di rumah dengan keluarga. Penting membuat anak merasa disayangi, dihargai, dan didengarkan. Membentuk lingkungan yang sehat di rumah juga sangat dianjurkan sehingga anak-anak merasa nyaman untuk bercerita dengan orang tuanya, yang sebenarnya masih dianggap tabu di Indonesia. 

Maka dari itu, keluarga perlu mencurahkan kasih sayang yang cukup agar anak tidak mencari kasih sayang dari pihak lain yang malah menjerumuskan anak ke sesuatu yang buruh. Dan ini adalah apa saja yang perlu dipahami dari pendidikan akidah islam untuk anak.

 

 

Apa masalah sosial yang harus diwaspadai sekarang dan solusi apa yang baik untuk menghindarinya?

Lesbian Gay Bisexual Transgender atau yang lebih sering disebut dengan LGBT, Solusi yang tepat yaitu memberikan pendidikan akidah untuk anak

Mengapa Pendidikan Akidah Islam Penting?

membantu melindungi buah hati dari pengaruh buruk, apapun bentuknya.

Apa saja proses Pendidikan dalam Keluarga?

1. Membekali anak dengan takwa 2. Pemahaman tentang aurat 3. Memberikan pengertian maskulinitas dan feminitas 4. Memisahkan tempat tidur 5. Memberi kasih sayang yang cukup