Update Kasus Denada Ibu Kandung Ressa (Instagram/@denadaindonesia)
Update Kasus Denada Ibu Kandung Ressa (Instagram/@denadaindonesia)

Kasus Denada Ibu Kandung Ressa terus bergulir. Mediasi belum temui titik temu. Simak kronologi gugatan, respons Denada, dan update terbarunya.

Kasus hukum yang menyeret nama penyanyi Denada Tambunan masih menjadi sorotan publik setelah sidang mediasi pada gugatan yang dilayangkan seorang pemuda asal Banyuwangi belum menemukan titik temu.

Gugatan yang dinilai sensitif ini mengangkat isu soal apakah Denada merupakan ibu kandung dari Ressa Rizky Rossano, yang mengaku sebagai anak biologisnya.

Kasus ini bukan sekadar drama selebritas biasa tapi juga memicu perdebatan soal hak anak, tanggung jawab orang tua, serta bagaimana hukum keluarga berjalan di Indonesia.

Ressa Rizky Rossano (24), pemuda yang mengklaim sebagai anak kandung Denada, mendaftarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025.

Ia menuduh Denada telah menelantarkan dirinya sejak kecil dan tidak pernah memberikan pengakuan sebagai anak biologis, padahal selama ini dia mengaku baru mengetahui identitas ibunya setelah remaja.

Gugatan ini pun masuk dalam nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN Byw dengan tuntutan ganti rugi materiil dan imateriil mencapai miliaran rupiah.

Bukan Sekadar Uang tapi Pengakuan Identitas

Dalam gugatan yang diajukan, Ressa menuntut agar Denada secara hukum mengakui status dirinya sebagai anak biologis dan menanggung tanggung jawab perdata sebagai ibu kandung.

Menurut kuasa hukum Ressa, Mohammad Firdaus Yuliantono, keputusan yang diajukan berdasarkan Pasal 43 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mengatur hubungan perdata antara anak yang lahir di luar nikah dengan ibunya.

Firdaus menyatakan bahwa Ressa merasa hak-haknya sebagai anak, termasuk pengakuan dan pemenuhan kebutuhan dasar semasa tumbuh kembang, tidak pernah dipenuhi oleh Denada meskipun fakta biologisnya dianggap nyata oleh Ressa.

BACA JUGA  Janice Tjen vs Maya Joint Jadi Laga Panas Abu Dhabi Open 2026

“Kami berharap melalui Pengadilan Negeri Banyuwangi ini, hak-hak yang selama ini tidak diberikan bisa dipenuhi oleh tergugat,” ujar Firdaus dalam kesempatan wawancara beberapa waktu lalu.

Menurut laporan media, tuntutan ganti rugi dalam gugatan ini mencapai sekitar Rp 7 miliar, yang terdiri dari komponen materiil untuk biaya hidup dan pendidikan.

Selain itu, angka itu juga menyangkut komponen imateriil yang mencakup tekanan emosional akibat ketidakjelasan status identitas selama puluhan tahun.

Mediasi Sudah Digelar Belum Ada Titik Temu?

Bagian paling menarik dari proses hukum ini adalah tahapan mediasi, yang merupakan fase awal sebelum perkara dibawa ke pemeriksaan pokok perkara di persidangan.

Mediasi bertujuan untuk mencari kesepakatan sepihak antara penggugat dan tergugat sehingga kasus bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus melalui putusan majelis hakim.

Namun menurut penjelasan kuasa hukum Denada, mediasi yang dijadwalkan pada pertengahan Januari 2026 belum menemui titik temu.

Denada disebut tidak hadir secara langsung saat mediasi pertama, yang kemudian menetapkan mediator dan jadwal lanjutan.

“Belum mediasi. Belum mediasi. Pada saat kemarin itu habis sidang ditentukan mediatornya siapa, kita masuk ke ruang mediasi dan ditentukan jadwal mediasinya,” ujar Kuasa Hukum Denada Muhammad Ikbal.

Pihak Denada melalui manajemennya juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan bahwa persoalan ini merupakan isu keluarga yang sangat pribadi dan sensitif.

Manajemen mencatat bahwa Denada sendiri tengah berdiskusi dengan kuasa hukumnya untuk mempelajari gugatan tersebut secara cermat.

Reaksi Emosional Ressa dan Keinginan untuk Diakui

Kasus ini tidak hanya berurusan dengan aspek hukum, tetapi juga emosional Ressa sendiri.

Dalam beberapa wawancara publik, Ressa pernah mengungkap bagaimana ia selama ini merasa sakit hati ketika melihat perjuangan Denada terhadap putrinya yang lain, Aisha Aurum, yang dulu sempat sakit serius.

BACA JUGA  Tamannaah Bhatia Fashion Profile Is As Gorgeous As It Can Get!

Ia mengungkapkan bahwa ia merasa tidak pernah diperlakukan layaknya seorang anak.

Ressa bahkan secara emosional menyampaikan, ia hanya ingin diakui secara sah sebagai anak Denada bahkan hanya ingin memeluk dan cium kaki ibu kandungnya sebagai penghormatan.

“Aku cuma minta pengakuan dan hak sebagai anaknya saja,” katanya kepada media.

Update terbaru juga mencatat bahwa Ressa pernah menjalani berbagai pekerjaan untuk menyokong hidupnya.

Termasuk menjadi penjaga toko kelontong bergaji Rp 1,5 juta per bulan dan bahkan sempat menjadi sopir pribadi keluarga besar yang mengasuhnya di masa lalu.

Respons Pihak Denada dan Manajemen

Sampai saat ini, Denada sendiri belum memberi pernyataan resmi secara langsung di media tentang klaim status anak kandung yang dilontarkan Ressa. Semua tanggapan yang muncul sejauh ini disampaikan melalui pihak manajemen.

Manajemen Denada menyatakan bahwa mereka memahami keprihatinan publik, tetapi menyebut kasus ini sebagai urusan yang sangat pribadi dan menyentuh soal privasi keluarga.

Denada diminta diberikan ruang dan waktu untuk menelaah gugatan tersebut bersama tim hukumnya.

Pihak manajemen juga mengimbau agar masyarakat tidak menilai sepihak sebelum seluruh bukti dan proses hukum berjalan secara adil.

Dengan pernyataan tersebut, mereka tampak memilih pendekatan menunggu proses mediasi dan persidangan berjalan sebelum memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Spekulasi Publik di Media Sosial

Kasus ini juga memicu berbagai spekulasi di media sosial. Di tengah perdebatan, beberapa netizen mencoba mengaitkan nama lain dalam kehidupan pribadi Denada.

Termasuk figur selebriti lain serta spekulasi semacam itu belum memiliki bukti kuat dan lebih banyak merupakan komentar viral di media sosial yang tidak terverifikasi.

Ada pula komentar yang membahas bagaimana Ressa menjalani hidupnya dan mencoba bangkit secara mandiri meski statusnya dipertanyakan secara publik.

BACA JUGA  Amal Clooney Wears £2856 Alexander Wang Trench Coat in NYC

Reaksi warganet berkisar dari dukungan emotif kepada Ressa sampai kritik pedas dari mereka yang menganggap langkah hukum ini terlalu ekstrem.

Tahapan selanjutnya dalam kasus ini adalah melanjutkan proses mediasi yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Mediasi antara Ressa dan salah satu artis wanita Indonesia itu akan menjadi kunci apakah kedua belah pihak bisa menemukan kesepakatan kekeluargaan atau tidak.

Jika mediasi tetap menemui jalan buntu, perkara akan masuk ke pemeriksaan pokok perkara di sidang reguler sebelum hakim memberikan putusan.

Sampai sekarang, belum ada tanggal pasti kapan sidang berikutnya digelar. Kedua belah pihak masih memiliki kesempatan mengajukan bukti dan saksi yang relevan.

Leave a Reply
You May Also Like

M&S Boss: ‘We don’t regret Black Friday’

The superstar’s mom was surrounded by friend and family on Friday night…

Why Nikki Bella Was Ready to Dive Back Into the Dating Scene

The Christmas countdown is officially on! And how do we know? Because…

10 Artis Wanita Yang Jarang Keluar di Layar Kaca, Karena Memilih Mendampingi Suami

Karir sebagai artis ternyata tak selamanya menjadi sesuatu yang abadi untuk ditekuni.…

Tamannaah Bhatia Fashion Profile Is As Gorgeous As It Can Get!

The Christmas countdown is officially on! And how do we know? Because…