Gula Darah Turun dengan Kunyit – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Penyandang diebetes kini bisa lebih tenang lagi. Gula darah tinggi bisa turun dengan konsumsi kunyit.Dikutip dari NDTV (23/9/2021), kunyit sangat baik...

Belajar Rias Mata? Lem Eyelashes Sarita Beauty Aman Dipakai

GenPI.co Jogja - Bagi kamu yang baru belajar merias mata, bisa mencoba lem eyelashes berwarna putih produk dari Sarita Beauty. Lem...

Serial Horor Kisah Teror Klenik Berjudul Eyang Putri, Berani Nonton?

JawaPos.com – Menonton film di platform Video on Demand (VoD) menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan untuk mengusir penat di masa pandemi Covid-19...

Dokter Dina Jelaskan Tiga Titik Sensitif Pria – FAJAR

Dokter Dina Oktaviani Jelaskan Tiga Titik Sensitif PriaFAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dokter Dina Oktaviani menjelaskan tiga area titik sensitif pria yang bikin hubungan ranjang...

Eyelashes Sarita Beauty Sangat Ringan, Nyaman Dipakai Setiap Hari

GenPI.co - Eyelashes Sarita Beauty memiliki tekstur yang sangat ringan sehingga nyaman dipakai setiap hari. Bulu mata palsu itu...

Parfum Bisa Kedaluwarsa? Begini Tanda-Tandanya

Fimela.com, Jakarta Parfum sering dijadikan barang koleksi bagi para wanita, mulai dari mengoleksi botol hingga mengeksplor wewangiannya. Tetapi, akibat mengoleksi dengan jumlah banyak sering...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID — Kekhawatiran vaksinasi pada ibu hamil bisa ditepis. Hasil riset para peneliti di Hadassah-University Medical Center, Israel, malah menunjukkan sebaliknya.

Ibu hamil justru disarankan untuk divaksin. Sebab, mereka bisa menyalurkan antibodi yang dibentuk vaksin kepada bayi yang dikandung.

Dilansir The Staits Times, ada 20 ibu hamil trimester ketiga yang diinjeksi dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech. Hasilnya, antibodi terdeteksi bukan hanya di si ibu hamil, tapi juga bayi yang dilahirkannya. Efek positif vaksin tersebut tersalurkan lewat plasenta yang menghubungkan ibu dan janinnya.

’’Vaksinasi pada ibu hamil bisa memberikan perlindungan kepada ibu dan bayi dari infeksi SARS-CoV-2,’’ bunyi penggalan laporan penelitian ilmuwan Hadassah-University Medical Center tersebut.

Mereka menegaskan bahwa dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan lebih besar untuk melihat dampaknya. Misalnya, jika vaksin diberikan kepada ibu hamil di trimester pertama atau kedua. Belum dipastikan juga apakah sama amannya jika menggunakan vaksin Covid-19 jenis lain yang ada saat ini.

’’Kami kini akan melihat seberapa lama antibodi yang dipicu oleh vaksinasi tersebut bertahan di tubuh bayi,’’ ujar Dana Wolf, salah seorang peneliti, seperti dikutip Jerusalem Post.

Pekan lalu peneliti Amerika Serikat mengunggah hasil penelitian serupa. Yaitu, antibodi milik perempuan hamil yang diberi vaksin mRNA Covid-19 telah disalurkan ke bayinya lewat plasenta dan ASI. Vaksin milik Pfizer/BioNTech dan Moderna memakai mRNA.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Ahli Sarankan Ibu Hamil Suntik Vaksin Covid-19, Ini Penjelasannya – FAJAR 1

Ahli Sarankan Ibu Hamil Suntik Vaksin Covid-19, Ini Penjelasannya – FAJAR

\