Kanker hingga Kolestrol Ambrol, Cukup dengan Rutin Minum Susu Kedelai – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Selain rasanya yang enak, susu kedelai juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh.Susu kedelai adalah minuman yang kaya nutrisi. Ia...

Mudahkan Masyarakat Mendonorkan Mata, LEBJ Perluas Jaringan Eye Donation Center – FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hingga 2020, sekitar 35 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, 3,7 juta orang menderita kebutaan, termasuk...

Enhancing The Best Part Of Your Face and Skin Tone | FWB X Azzura

Fimela.com, Jakarta Weekend-mu kali ini bakal ditemani Fimela With Barry x Azzura Cosmetics episode 3 nih! Bersama Barry Ritonga, Fimela bakal memberi kamu tips...

Mirip dengan Iritasi Biasa, Kenali Gejala Alergi Kulit Wajah Akibat Makeup

Fimela.com, Jakarta Mengenal produk dan kandungan yang baik bagi wajah kita merupakan hal yang penting. Melakukan patch test atau tes sebelum menggunakan produk pada...

Vidio Rilis Trailer Serial Jingga dan Senja

Fimela.com, Jakarta Vidio baru saja merilis Trailer serial Jingga dan Senja yang akan hadir di bulan Oktober ini. Serial romansa Jingga dan Senja akan...

E-Motion Entertainment Hadir di Bali, Beri Ruang Talenta Muda |Balipuspanews.com

BADUNG, balipuspanews.com – Salah satu pendatang baru di industri perpileman kini hadir di Pulau Dewata, Bali. Adalah E-Motion Entertainment yang sudah memiliki pengalaman dan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Tanpa disadari orang sering menggigit kuku pada kondisi tertentu, misalnya saat sedang gugup. Padahal ini hal yang sangat buruk, dan sulit dihentikan jika sudah jadi kebiasaan.

Tak hanya merusak penampilan kuku dan jari, tetapi juga mencederai kesehatan. Salah satu gangguan yang bisa terjadi adalah sakit perut.

Bahkan dimasa pandemi ini, menggigit kuku jari menjadi ancaman penularan virus. Apalagi menggigit kuku tanpa cuci tangan.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Bidang Kesehatan Lingkungan Unhas, Dr Hasnawati Amqam mengatakan menggigit kuku dapat meningkatkan risiko tertular penyakit. Terutama bila tidak mencuci tangan dengan sabun. Kuku seringkali digunakan untuk menyentuh dan menggaruk bagian tubuh lain tanpa disadari.

“Menggigit kuku akan memindahkan dengan mudah kuma-kuman ini ke mulut. Bahkan jika telah mencuci tangan dengan sabun risiko itu tetap ada. Sulit menghilangkan semua kuman dan kotoran dari bawah kuku,”ucapnya.

Lanjutnya, kebiasaan menggigit kuku, selain meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada kuku (paronychia), bila ada kutil yang disebabkan virus di kuku, menggigit kuku akan menyebarkan virus ini ke bagian lain. Bakteri pada jari dan kuku juga dapat tertinggal dalam mulut dan menyebabkan halitosis atau bau mulut.

Selain itu, tanpa disadari juga telur cacing dapat tertinggal di bawah kuku setelah melakukan aktifitas yang berhubungan dengan tanah dan menggigit kuku memudahkan perpindahan telur ke dalam tubuh.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Bahaya Gigit Kuku Tanpa Cuci Tangan – FAJAR 1

Bahaya Gigit Kuku Tanpa Cuci Tangan – FAJAR

\