5 Rekomendasi Cushion Terbaru dari Brand Lokal

Nggak kalah dengan brand merek negara lain, cushion ini punya coverage yang bagus bangetApa yang terlintas dalam pikiran Mama ketika mendengar cushion? Bisa jadi makeup...

Yang Lain Sibuk Vaksin, Peneliti Israel Temukan Semprotan Hidung Pembasmi Covid-19 – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Saat semua peneliti sedang berlomba menemukan vaksin Covid-19, Israel justru menemukan semprotan hidung yang diklaim bisa membunuh 99,9 persen virus corona...

Di Momen Ulang Tahun, Rieka Roslan Kembali Hadirkan Arti Mencinta

Rieka juga mengatakan bahwa dirinya selalu ingin membuat musik yang sesuai dengan karakternya. Ini sekaligus menangkis anggapan yang menyebut karya segmented tak bakal disukai...

Beauty Review: Cushion Terbaru dari Make Over, Optimalkan Kulit Kering jadi Tampak Sehat

Bagi saya pemiliki kulit kering, cushion ini adalah solusi yang menjanjikan. Praktis dipakai dan menghidrasi dengan baik, membuat kompleksi terlihat lebih flawless dan sehat....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Campuran susu formula yang tidak higienis bisa berdampak sangat fatal. Sindrom bayi biru (sianosis) bisa dialami bayi.

Sindrom bayi biru atau blue baby syndrome adalah kondisi bayi dengan kulit berwarna kebiruan atau keunguan. Dapat terjadi sejak bayi dilahirkan hingga berbulan-bulan lamanya. Pada dasarnya, sindrom bayi biru disebabkan oleh kurangnya kadar oksigen dalam darah.

Namun, Spesialis Anak Siloam Hospitals Makassar, Dr dr Bob Wahyudin, SpAK, CIMI menjelaskan, bayi biru juga biasa diakibatkan oleh sampuran susu formula. Dominan karenna campuran air ke susu formula. “Biasanya tidak menggunakan air bersih, salah satunya air dari sumur langsung,” ujarnya kepada FAJAR, Minggu, 13 September.

Air yang tidak bersih mengandung nitra yang sangat tinggi. Sementara itu, nitrat sangat memengaruhi hemoglobin (HB) dalam darah. Hemoglobin adalah protein sel darah merah yang memungkinkan menganggkut oksigen, atau juga dikenal sebagai zat pewarna merah dalam darah.

Menjadikan oksigen dalam darah terganggu dan mengakibatkan si kecil kekurangan oksigen. Dari kekurangan oksigen inilah hemoglobin tidak berwarna merah tetapi jadi biru. “Kondisi itu sangat terlihat di bagian kulit tipis, seperti bibir, daun telinga, dan bawah kuku,” bebernya seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup).

Kata dokter Bob, sindrom ini cukup berbahaya bagi bayi jika dibiarkan atau lambat penanganannya. Bisa sampai menyebabkan kejang dan kehilangan kesadaran.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Bahaya Susu Formula yang Tidak Higienis terhadap Bayi – FAJAR 1

Bahaya Susu Formula yang Tidak Higienis terhadap Bayi – FAJAR

\