Beauty Review: Pembersih Wajah dari Jepang dengan Busa Melimpah Atasi Jerawat

Tak hanya satu, ada beberapa varian pembersih wajah Senka Perfect Whip hadir lebih lengkap sesuai dengan kondisi kulit Indonesia, yaitu: Senka Perfect Whip, Senka...

Varian Delta Plus Muncul di Indonesia, Ini Gejalanya – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tiga kasus varian Delta plus teridentifikasi di dua wilayah Indonesia, yakni Jambi dan Mamuju ketika pandemi virus corona Covid-19 belum...

Jangan Disepelekan, Konsumsi Jengkol Berlebihan Bisa Menyebabkan Gangguan Ginjal – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bagi Anda penyuka jengkol, bisa jadi ini kabar baik. Sebab, jengkol dikabarkan bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes. Benarkah? Menanggapi hal...

Pesona 7 Srikandi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung pada tanggal 23 Juli-8 Agustus 2021. Sempat tertunda setahun, akhirnya ajang olahraga...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (8/10) melaporkan, bahwa hampir dua juta kasus kematian bayi baru lahir terjadi setiap tahunnya, dengan satu kematian bayi setiap 16 detik. PBB juga memperingatkan, bahwa pandemi Covid-19 dapat menambah 200.000 kematian lagi ke dalam jumlah tersebut.

PBB menyebutkan secara global, lebih dari 40 persen kematian bayi terjadi selama persalinan, kasus yang sebenarnya paling dapat dihindari apabila bidan telah terlatih dengan baik.

Sementara itu, laporan UNICEF bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Grup Bank Dunia (World Bank Group) menyebutkan sekitar 84 persen kematian bayi yang baru lahir terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sebagian besar kasus kematian bayi disebabkan karena kualitas layanan kesehatan yang buruk, hingga minimnya investasi dalam peralatan dan pelatihan bidan.

Kematian anak dan ibu melahirkan secara global sudah menurun tajam dalam beberapa dekade terakhir, namun mayoritas kasus kematian bayi sering kali terjadi di seluruh Afrika sub-Sahara dan Asia Tenggara.

“Kehilangan anak saat lahir atau selama kehamilan adalah tragedi yang menghancurkan bagi sebuah keluarga di seluruh dunia,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

“Di luar hilangnya nyawa, biaya psikologis dan finansial bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat menjadi sangat membebani dan berlangsung lama. Bagi banyak ibu, kasus kematian bayi tidak harus seperti ini,” imbuhnya.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Bayi Rawan Terpapar Covid-19 – FAJAR 1

Bayi Rawan Terpapar Covid-19 – FAJAR

\