Vidio Rilis Trailer Serial Jingga dan Senja

Fimela.com, Jakarta Vidio baru saja merilis Trailer serial Jingga dan Senja yang akan hadir di bulan Oktober ini. Serial romansa Jingga dan Senja akan...

Buah dan Sayuran Berbiji Sebabkan Penyakit Batu Empedu? Dokter Ahli Beber Fakta Ini – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Ada banyak pandangan di masyarakat bahwa mengonsumsi buah-buahan berbiji seperti jambu biji, cabai, tomat dalam jangka panjang bisa memicu penyakit batu...

Mudahkan Masyarakat Mendonorkan Mata, LEBJ Perluas Jaringan Eye Donation Center – FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hingga 2020, sekitar 35 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, 3,7 juta orang menderita kebutaan, termasuk...

Enhancing The Best Part Of Your Face and Skin Tone | FWB X Azzura

Fimela.com, Jakarta Weekend-mu kali ini bakal ditemani Fimela With Barry x Azzura Cosmetics episode 3 nih! Bersama Barry Ritonga, Fimela bakal memberi kamu tips...

Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (8/10) melaporkan, bahwa hampir dua juta kasus kematian bayi baru lahir terjadi setiap tahunnya, dengan satu kematian bayi setiap 16 detik. PBB juga memperingatkan, bahwa pandemi Covid-19 dapat menambah 200.000 kematian lagi ke dalam jumlah tersebut.

PBB menyebutkan secara global, lebih dari 40 persen kematian bayi terjadi selama persalinan, kasus yang sebenarnya paling dapat dihindari apabila bidan telah terlatih dengan baik.

Sementara itu, laporan UNICEF bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Grup Bank Dunia (World Bank Group) menyebutkan sekitar 84 persen kematian bayi yang baru lahir terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sebagian besar kasus kematian bayi disebabkan karena kualitas layanan kesehatan yang buruk, hingga minimnya investasi dalam peralatan dan pelatihan bidan.

Kematian anak dan ibu melahirkan secara global sudah menurun tajam dalam beberapa dekade terakhir, namun mayoritas kasus kematian bayi sering kali terjadi di seluruh Afrika sub-Sahara dan Asia Tenggara.

“Kehilangan anak saat lahir atau selama kehamilan adalah tragedi yang menghancurkan bagi sebuah keluarga di seluruh dunia,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

“Di luar hilangnya nyawa, biaya psikologis dan finansial bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat menjadi sangat membebani dan berlangsung lama. Bagi banyak ibu, kasus kematian bayi tidak harus seperti ini,” imbuhnya.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Bayi Rawan Terpapar Covid-19 – FAJAR 1

Bayi Rawan Terpapar Covid-19 – FAJAR

\