Hanya di Cinépolis Lippo Mall Kuta Bali, Bioskop dengan VIP Class!

Menonton film kesukaan kita tentunya harus dengan nyaman tanpa gangguan. Cinepolis Lippo Mall Kuta hadir dengan tampilan mewah VIP Class. Apa aja sih fasilitasnya?Siapa...
Beauty Shaming Semakin Bahaya Jika Dilakukan oleh Orang Terdekat, Bahkan Orangtua! Begini Penjelasan Psikolog

www.freepik.com

Beauty Shaming Semakin Bahaya Jika Dilakukan oleh Orang Terdekat, Bahkan Orangtua! Begini Penjelasan Psikolog

Stylo Indonesia – Stylovers, apakah kamu sudah pernah mendengar soal kasus beauty shaming?

Secara umum, beauty shaming adalah komentar mempermalukan atau menjelekkan orang lain berdasarkan kondisi fisik atau penampilan mereka.

Beauty shaming bukanlah fenomena yang baru-baru ini terjadi, tetapi kesadaran masyarakat soal masalah ini sudah timbul dan perlu lebih disoroti karena menyangkut kesehatan mental.

Pasalnya, beauty shaming seringkali dilakukan oleh orang-orang terdekat, termasuk orangtua.

Baca Juga: Simak Penjelasan Psikolog Soal Beauty Shaming dan Efeknya Terhadap Kesehatan Mental, Jangan Anggap Remeh!

Ayoe Sutomo, M.Psi., Psikolog. seorang psikolog anak, remaja, dan keluarga menjelaskan soal bahayanya beauty shaming apalagi ketika dilakukan oleh orang terdekat, termasuk orangtua.

Ayoe Sutomo, M.Psi., Psikolog

www.instagram.com/ayoesutomo

Ayoe Sutomo, M.Psi., Psikolog

Menurut Ayoe, selama ini kasus beauty shaming seringkali dimaklumi karena dilakukan oleh orang-orang terdekat korban.

Misalnya dari Ibu atau ayahnya dengan nada gurauan.


Video Pilihan


Beauty Shaming Semakin Bahaya Jika Dilakukan oleh Orang Terdekat, Bahkan Orangtua! Begini Penjelasan Psikolog 3

Beauty Shaming Semakin Bahaya Jika Dilakukan oleh Orang Terdekat, Bahkan Orangtua! Begini Penjelasan Psikolog 3

PROMOTED CONTENT


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Beauty Shaming Semakin Bahaya Jika Dilakukan oleh Orang Terdekat, Bahkan Orangtua! Begini Penjelasan Psikolog 5

Beauty Shaming Semakin Bahaya Jika Dilakukan oleh Orang Terdekat, Bahkan Orangtua! Begini Penjelasan Psikolog

\