Nanti di Ranjangnya Baru Bikin Dia Happy – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam sebuah live Streaming yang diadakan Seksolog klinis Zoya Amirin di kanal YouTube-nya pada 15 Mei 2020 lalu, banyak pertanyaan...

Manikur dan Pedikur Anti Ribet dengan Cat Kuku yang Cepat Kering dan Formulasi Ringan

Fimela.com, Jakarta Siapa yang masuk suka ragu untuk melakukan manikur dan pedikur karena menghabiskan banyak waktu, serta proses yang ribet, Sahabat FIMELA? Barry M...

Arawinda Kirana, Aktivis yang Pernah Tertolak

Ara –sapaan akrab Arawinda Kirana– terbilang baru di industri perfilman. Sebelum Yuni, aktris yang terjun ke dunia seni peran dan tari sejak usia 6...

Mudahkan Masyarakat Mendonorkan Mata, LEBJ Perluas Jaringan Eye Donation Center – FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hingga 2020, sekitar 35 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, 3,7 juta orang menderita kebutaan, termasuk...

Suami Wajib Tahu! Ini Sejumlah Fakta Seputar Puncak Kepuasan Wanita – FAJAR

Minggu, 17 Oktober 2021 16:14 fajarNEWS Muhammad Nursam ...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Satgas Asi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Wiyarni Pambudi mengatakan ibu menyusui yang terpapar Covid-19 tetap bisa memberikan air susu ibu atau ASI eksklusif kepada bayinya. Berdasarkan hasil penelitian, kata Wiyarni, ASI (air susu ibu) pada ibu yang terpapar virus Corona memiliki kandungan antibodi yang tinggi.

“Pada ibu yang terkonfirmasi positif ternyata di dalam ASI-nya mengalir antibodi imunoglobulin A dan G, mengalir pula lactalbumin, lactoferrin, dan lainnya yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS-CoV-2,” ucap Wiyarni dalam temu media bertema peringatan Hari Menyusui Sedunia, Kamis (5/8/2021).

Dia menjelaskan aktivitas antibodi sIgA spesifik SARS-CoV-2 dan IgG spesifik dalam ASI ibu yang terkonfirmasi Covid-19 bisa bertahan selama 7-10 bulan setelah terinfeksi virus.

Selain itu, ibu menyusui yang sudah menerima vaksin Covid-19 juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sejak 14 hari setelah penyuntikan dosis pertama.

“Imun menjadi semakin kuat setelah minggu keempat dan terukur lebih tinggi pada minggu kelima dan keenam,” beber Wiyarni.

Dia menjelaskan aktivitas antibodi sIgA spesifik SARS-CoV-2 dan IgG spesifik dalam ASI ibu yang terkonfirmasi Covid-19 bisa bertahan selama 7-10 bulan setelah terinfeksi virus.

Selain itu, ibu menyusui yang sudah menerima vaksin Covid-19 juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sejak 14 hari setelah penyuntikan dosis pertama.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Bolehkah Menyusui Saat Positif Covid-19? Simak Penjelasan Ahli – FAJAR 1

Bolehkah Menyusui Saat Positif Covid-19? Simak Penjelasan Ahli – FAJAR

\