cara membedakan flu biasa dan virus baru
Source: Freepik

Musim hujan dan perubahan cuaca membuat kasus flu meningkat di berbagai daerah. Di saat yang sama, muncul juga berbagai virus baru yang menyerang saluran napas dengan gejala mirip flu biasa.

Tanpa pemahaman yang baik, orang sering bingung membedakan flu biasa dengan infeksi virus baru seperti varian baru influenza atau covid. Untuk itu, kita akan membantu kamu mengenali cara membedakan flu biasa dan virus baru supaya lebih tenang dan siap menjaga keluarga di rumah.

Baca Juga: 7 Penyebab Susah Tidur Karena Pikiran Aktif di Malam Hari

Apa Itu Flu Biasa?

Flu biasa adalah infeksi saluran napas atas yang paling sering disebabkan virus influenza dan bisa menular melalui droplet ketika batuk atau bersin. Kondisi ini sering dialami anak maupun dewasa dan biasanya membaik sendiri dengan istirahat serta perawatan di rumah.

Gejala flu biasa umumnya muncul mendadak dalam dua sampai tiga hari setelah terpapar virus. Keluhan yang sering terasa antara lain demam ringan, pilek, hidung tersumbat, batuk, nyeri otot, sakit kepala, dan badan lemas.

Gejala khas flu biasa

  • Demam hingga sekitar 38 derajat celcius disertai menggigil.
  • Hidung berair, hidung tersumbat, dan sering bersin.
  • Batuk berdahak ringan sampai sedang dengan tenggorokan tidak nyaman.
  • Sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah namun masih bisa beraktivitas ringan.

Pada kebanyakan orang dengan daya tahan tubuh baik, flu biasa membaik dalam waktu sekitar satu minggu sampai dua minggu. Meski mengganggu, kondisi ini jarang menyebabkan komplikasi berat pada orang yang sehat.

BACA JUGA  Bukan Lebay, Ini 9 Penyebab Emosi Tidak Stabil Saat Haid

Apa yang Dimaksud dengan Virus Baru?

Virus baru adalah jenis virus yang mengalami perubahan genetik sehingga dapat menimbulkan pola penularan dan gejala yang sedikit berbeda. Contohnya varian baru influenza, covid varian XBB, atau virus respirasi lain yang muncul beberapa tahun terakhir.

Sebagian virus baru tetap menimbulkan gejala mirip flu biasa, sedangkan sebagian lain dapat memicu gangguan napas yang lebih berat. Pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, infeksi virus jenis baru ini berisiko menyebabkan komplikasi seperti radang paru.

Kenapa virus baru perlu diwaspadai

  • Pola penularan bisa lebih cepat dalam lingkungan yang padat dan tertutup.
  • Gejala awal sering mirip flu biasa sehingga mudah terabaikan.
  • Pada sebagian orang dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, sampai penurunan kesadaran.

Memahami cara membedakan flu biasa dan virus baru membantu kamu menentukan langkah tepat seperti isolasi mandiri, memakai masker, dan kapan harus melakukan tes penunjang.

Cara Membedakan Flu Biasa dan Virus Baru

1. Perbedaan Pola Demam

Pada flu biasa, demam sering tidak terlalu tinggi dan cenderung membaik dalam beberapa hari dengan istirahat cukup. Sering kali demam menyertai gejala hidung tersumbat dan batuk ringan. 

Pada infeksi virus baru, demam bisa muncul lebih tinggi dan bertahan lebih lama. Beberapa laporan menyebut demam disertai rasa menggigil berat, badan lemas sekali, dan bisa diikuti sesak napas.

2. Keluhan Pernapasan

Biasanya flu biasa menimbulkan batuk berdahak, hidung berair, dan pilek yang jelas. Walau hidung sangat tersumbat, keluhan sesak napas jarang muncul pada orang yang sebelumnya sehat. 

Pada infeksi virus baru, batuk sering lebih kering dan mengiritasi. Sesak napas, napas cepat, atau dada terasa berat perlu dicurigai sebagai tanda infeksi yang lebih serius.

3. Gangguan Penciuman dan Pengecapan

Sebagian virus baru seperti covid dapat menyebabkan kehilangan penciuman dan pengecapan secara mendadak. Orang bisa mengeluh makanan terasa hambar dan bau tidak tercium walaupun hidung tidak terlalu tersumbat.

Pada flu biasa, gangguan penciuman biasanya hanya ringan akibat hidung tersumbat. Jika penciuman hilang total mendadak, sebaiknya waspada terhadap kemungkinan infeksi virus jenis baru.

BACA JUGA  Virus Super Flu Jadi Perhatian, Masih Kategori Influenza A?

4. Kecepatan Perburukan Gejala

Flu biasa sering berawal dari rasa tidak enak badan, kemudian pelan meningkat menjadi pilek, batuk, dan demam. Gejala kemudian berangsur membaik dalam beberapa hari dengan istirahat, cairan, dan obat pereda keluhan.

Pada infeksi virus baru, keluhan bisa memburuk cepat dalam dua sampai tiga hari. Misalnya batuk makin berat, napas terasa pendek, dada nyeri, atau demam tidak turun dengan obat.

5. Riwayat Kontak dan Kondisi Sekitar

Cara membedakan flu biasa dan virus baru juga perlu melihat riwayat kontak dan situasi di lingkungan. Jika baru bepergian ke daerah dengan kasus virus baru tinggi atau tinggal serumah dengan orang yang positif, risiko infeksi virus tersebut lebih besar.

riwayat kontak dan kondisi sekitar
Source: Freepik

Sementara itu, flu biasa sering muncul setelah berada di ruangan ber-AC, kehujanan, kurang tidur, atau kelelahan di tempat kerja maupun sekolah. Kondisi ini banyak terjadi saat musim pancaroba dengan perubahan suhu yang mendadak.

Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter

Sebagian besar flu biasa dapat membaik dengan istirahat cukup, minum banyak cairan, dan obat simptomatik. Namun ada beberapa tanda bahaya yang membuat kamu perlu segera konsultasi.

Tanda bahaya pada dewasa

  • Demam tidak turun atau makin tinggi lebih dari satu minggu.
  • Batuk tidak membaik, disertai dahak kehijauan, berdarah, atau nyeri dada.
  • Sesak napas, napas pendek, jantung berdebar, atau pusing terus menerus.
  • Lemas berat sampai sulit berjalan, bingung, atau penurunan kesadaran.

Jika gejala tersebut muncul, periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi lanjutan dan kemungkinan pemeriksaan penunjang.

Tanda bahaya pada anak dan lansia

  • Anak bernapas cepat, tampak tertarik dinding dada, atau tampak sangat lemas.
  • Anak muntah terus menerus, tidak mau minum, atau bibir kebiruan.
  • Lansia dengan riwayat penyakit jantung, paru, diabetes, atau ginjal yang demamnya lama tidak membaik.

Pada kelompok rentan, infeksi yang awalnya mirip flu biasa bisa berkembang menjadi pneumonia bila tidak segera ditangani. Pemeriksaan lebih awal membantu mencegah komplikasi berat.

BACA JUGA  Kelebihan Gula di Tubuh Bisa Sebabkan 8 Penyakit Berbahaya – FAJAR

Tips Menjaga Kesehatan Agar Tidak Mudah Tertular

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, apalagi saat banyak virus baru beredar. Langkah sederhana di rumah dapat menurunkan risiko tertular, baik flu biasa maupun infeksi virus lain di saluran napas.

1. Cuci Tangan dengan Benar

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik terutama setelah dari luar rumah, setelah batuk atau bersin, dan sebelum makan. Jika tidak ada air, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol sesuai petunjuk.

2. Gunakan Masker Saat Sakit

Saat mengalami gejala flu, gunakan masker medis ketika berdekatan dengan orang lain. Masker membantu menahan droplet yang keluar saat batuk dan bersin sehingga menurunkan risiko penularan ke keluarga.

3. Jaga Daya Tahan Tubuh

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan cukup buah dan sayur.
  • Tidur cukup setiap malam dan kurangi begadang yang tidak perlu.
  • Lakukan aktivitas fisik ringan secara rutin sesuai kondisi.

Daya tahan tubuh yang baik membantu tubuh melawan berbagai virus, termasuk virus baru yang sedang beredar.

4. Hindari Kontak Dekat Saat Ada Gejala

Saat kamu merasa tidak enak badan dengan tanda flu, batasi dulu aktivitas di tempat ramai. Jaga jarak dari bayi, lansia, atau orang dengan penyakit kronis untuk melindungi mereka dari infeksi.

5. Manfaatkan Vaksinasi Sesuai Anjuran

Vaksin influenza dan vaksin lain yang direkomendasikan tenaga kesehatan bisa menurunkan risiko mengalami gejala berat. Beberapa jenis vaksin juga diperbarui mengikuti perkembangan virus baru.

Baca Juga: Kenapa Mudah Cemas Tanpa Alasan Jelas? Ini 7 Faktanya

FAQ

  1. Apakah semua demam perlu dicurigai sebagai virus baru?

Tidak semua demam berasal dari virus baru, karena flu biasa pun bisa menyebabkan demam dan nyeri otot. Namun jika demam tinggi tidak turun, disertai sesak napas atau gangguan penciuman, sebaiknya periksa ke dokter.

  1. Apakah flu biasa bisa sembuh tanpa obat antivirus?

Pada orang sehat, flu biasa sering membaik sendiri dengan istirahat, cairan cukup, dan obat pereda gejala. Obat antivirus umumnya dipertimbangkan dokter untuk kondisi tertentu, misalnya risiko komplikasi tinggi.

  1. Kapan sebaiknya melakukan tes untuk virus baru?

Tes dipertimbangkan bila kamu mengalami gejala mirip flu disertai sesak napas, hilang penciuman, atau baru kontak dengan kasus positif. Tenaga kesehatan akan menilai jenis tes yang sesuai dengan situasi kamu.

membedakan flu biasa dan virus baru
Source: Freepik

Memahami cara membedakan flu biasa dan virus baru membantu kamu mengambil keputusan yang tepat, mulai dari istirahat di rumah sampai segera mencari bantuan medis. Perhatikan gejala, durasi sakit, dan tanda bahaya lalu kombinasikan dengan riwayat kontak supaya kamu bisa lebih tenang dalam menjaga kesehatan keluarga.

Leave a Reply
You May Also Like

Ini Dia Merek Susu Kambing Paling Laris Tahun Ini – 2023

Mengkonsumsi susu kambing sangat baik untuk kesehatan! Disini Jual Beli Manfaat Pabrik…

Ampas Teh Celup Bisa Hilangkan Kantung Mata hingga Buat Awet Muda – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mengakhiri hari Anda dengan secangkir teh hangat yang menenangkan…

11 Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita di Segala Usia

Kesehatan reproduksi wanita tidak hanya soal kehamilan atau hubungan seksual, tetapi juga…

Apa Pentingnya Kesehatan untuk Wanita?

Kebutuhan dan layanan kesehatan bagi wanita selayaknya menjadi salah satu prioritas utama…