Futsal Oke, Sepak Bola Ayo

Di balik paras cantiknya, Femila Sinukaban jago menggocek bola. Perempuan asal Medan yang berulang tahun ke-22 Senin (7/6) itu pernah menunjukkan skill juggling saat...

Cek Tips Fashion, Beauty dan Grooming dari The F Thing di Promo HELLO SUMMER! : Okezone Lifestyle

JAKARTA, 10 JUNI 2021 – Memakai pakaian yang cocok saat cuaca panas tentu memengaruhi mood dan kelancaran Anda dalam beraktivitas. Kesalahan memilih pakaian akan...

Keluhan Hilang Penciuman Saat Covid-19, Teh Jahe Membantu Mengatasi – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Berbagai cara rumahan bisa ditempuh untuk mengatasi gejala kehilangan penciuman saat terkena Covid-19. Tentu tak nyaman rasanya ketika pasien Covid-19 tak bisa...

5 Cara Memilih CC Cushion yang Ringan Digunakan

1. The Face Shop FMGT Aura CC Cream SPF30 PA++ Rekomendasi CC cushion yang pertama adalah The Face Shop FMGT Aura CC Cream SPF30 PA++. Selain bisa digunakan untuk meratakan...

Rahasia Tampil Cantik Ala Tasya Farasya dan Abel Cantika

Fimela.com, Jakarta Zalora, destinasi online fashion, beauty, lifestyle utama di Asia, selalu berusaha menjadi destinasi utama untuk melengkapi kebutuhan keluarga Indonesia. Himbauan untuk tetap...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Profesor Endang Achadi mengatakan anemia perlu dicegah. Terutama di tengah pandemi COVID-19. Karena anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh. Sehingga meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19.

“Salah satu akibat dari anemia adalah turunnya imunitas tubuh. Imunitas turun ini menyebabkan mudah menderita penyakit infeksi,” kata Endang Achadi di Jakarta, Selasa (26/1).

Ia mengatakan upaya pencegahan terhadap anemia sangat penting karena jumlah penderita anemia di Indonesia cukup tinggi, dengan lebih dari seperempat anak usia 12 bulan – 12 tahun menderita anemia.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Ambroncius Nababan Tersangka Kasus Rasisme terhadap Natalius PigaiKemudian pada remaja usia 13 – 18 tahun prevalensinya juga tinggi. Terlebih pada ibu hamil yang meningkat hingga 48,9 persen berdasarkan data pada 2018.

Selain karena jumlah penderita anemia di Indonesia cukup tinggi, penyakit anemia juga perlu segera diatasi karena menimbulkan banyak gangguan terhadap kesehatan hingga menyebabkan kematian pada ibu hamil bilamana kekurangan banyak darah.

“Karena rendahnya Hb (hemoglobin) menyebabkan rendahnya oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh, termasuk otak dan otot. Maka produktivitas dan prestasi turun. Dan tidak hanya otot dan otak, tapi fungsi organ-organ lain juga turun,” jelasnya.

BACA JUGA: Menlu: Vaksinasi Covid-19 bagi WNI di Luar Negeri Mengacu Kebijakan Otoritas SetempatHemoglobin dalam ilmu kesehatan adalah protein kaya zat besi dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ia mengatakan pada remaja, kekurangan zat besi karena anemia dapat menurunkan konsentrasi belajar, dan membuatnya mudah kelelahan dan mengantuk.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Cegah Anemia, Begini Penjelasan Pakar Gizi FKM UI – FAJAR 1

Cegah Anemia, Begini Penjelasan Pakar Gizi FKM UI – FAJAR

\