Arawinda Kirana, Aktivis yang Pernah Tertolak

Ara –sapaan akrab Arawinda Kirana– terbilang baru di industri perfilman. Sebelum Yuni, aktris yang terjun ke dunia seni peran dan tari sejak usia 6...

Nanti di Ranjangnya Baru Bikin Dia Happy – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam sebuah live Streaming yang diadakan Seksolog klinis Zoya Amirin di kanal YouTube-nya pada 15 Mei 2020 lalu, banyak pertanyaan...

Kayu Manis Campur Madu Khasiatnya Bikin Suami Terbelalak – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kayu Manis merupakan salah satu bahan herbal yang mampu mengobati berbagai macam penyakit dan menjaga kesehatan.Sebab, kayu manis kaya akan...

Suami Wajib Tahu! Ini Sejumlah Fakta Seputar Puncak Kepuasan Wanita – FAJAR

Minggu, 17 Oktober 2021 16:14 fajarNEWS Muhammad Nursam ...

Dokter Dina Jelaskan Tiga Titik Sensitif Pria – FAJAR

Dokter Dina Oktaviani Jelaskan Tiga Titik Sensitif PriaFAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dokter Dina Oktaviani menjelaskan tiga area titik sensitif pria yang bikin hubungan ranjang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Proses Vaksinasi Covid-19 telah berlangsung secara bertahap di Indonesia sejak 13 Januari 2021.

Selama itu pula, berbagai tanggapan dan pendapat bermunculan terkait vaksinasi tersebut. Tak sedikit kabar bohong atau hoaks yang beredar seputar vaksin Covid-19.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djoerban Sp.PD pun memberikan beberapa penjelasan soal pendapat keliru tentang pelaksanaan vaksin Covid-19.

Berikut penjelasan lengkap Prof Zubairi dikutip fajar.co.id dari akun Twitternya, Selasa (9/2/2021):

Ada beberapa pendapat yang salah tapi dianggap benar tentang pelaksanaan vaksin Covid-19. Berikut ini penjelasan saya terkait apa yang sebenarnya harus dan tidak boleh dilakukan sebelum dan sesudah divaksin:

PENDAPAT: Setelah divaksinasi seseorang tidak akan menyebarkan virus korona, karena tubuhnya tidak mengandung virus yang bisa ditularkan.YANG BENAR: Masih mungkin untuk menyebarkan virus.

PENDAPAT: Sebelum divaksin sebaiknya mengonsumsi obat pereda nyeri agar rasa sakit akibat suntikan berkurang.YANG BENAR: Beberapa obat penghilang rasa sakit itu adalah antiperadangan–yang justru berpotensi mengurangi keefektifan suntikan.

PENDAPAT: Seseorang tidak boleh olahraga sebelum divaksin.YANG BENAR: Justru olahraga teratur itu sangat penting. Jangan salah kaprah.

PENDAPAT: Penting mengonsumsi vitamin A, C dan D3, probiotik, sebelum divaksin–yang akan meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap vaksin.YANG BENAR: Respons kekebalan itu terjadi tak dalam waktu dekat. Pun, menjaga nutrisi kan sudah seharusnya karena bagus untuk tubuh.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Fakta dan Hoaks Setelah Vaksin Covid-19, Simak Penjelasan Prof Zubairi Djoerban – FAJAR 1

Fakta dan Hoaks Setelah Vaksin Covid-19, Simak Penjelasan Prof Zubairi Djoerban – FAJAR

\