Fenomena Supermoon Adalah Bulan Purnama Terdekat ke Bumi (Ilustrasi/Pixabay)
Fenomena Supermoon Adalah Bulan Purnama Terdekat ke Bumi (Ilustrasi/Pixabay)

Fenomena Supermoon adalah momen langka ketika bulan terlihat lebih besar dan terang. Benarkah bisa menyebabkan bencana? Simak fakta ilmiahnya tanpa mitos.

Segala hal yang berhubungan dengan astronomi memang selalu punya daya tarik sendiri bagi masyarakat.

Dari gerhana matahari, hujan meteor, hingga bulan berwarna kemerahan, semuanya mampu membuat orang menengadah ke langit dan berdecak kagum.

Salah satu momen yang sering bikin heboh adalah Supermoon. Banyak yang penasaran.

Sebenarnya fenomena Supermoon adalah apa sih? Apakah hanya bulan terlihat besar biasa, atau ada makna ilmiah lain di baliknya?

Nah, biar tidak simpang siur, Duniawanita akan membahas lengkap tentang apa itu Supermoon, kenapa bulan bisa jadi lebih besar, sampai dampak nyata yang bisa dirasakan di Bumi.

Secara sederhana fenomena Supermoon adalah kondisi ketika bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya, karena posisinya berada di titik terdekat dengan Bumi. Titik terdekat ini disebut perigee, sementara titik terjauh disebut apogee.

Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit elips (bukan lingkaran sempurna), sehingga jaraknya tidak selalu sama.

Ketika bulan purnama terjadi bersamaan dengan posisinya berada di perigee, kita menyebut momen itu sebagai Supermoon, atau Perigee Full Moon dalam istilah astronomi.

Akibatnya, bulan bisa terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibanding purnama biasa. Jadi, bukan karena bulan membesar beneran, tapi murni soal posisi dan jarak.

Secara ilmiah, bulan tidak tiba-tiba membengkak seperti balon. Yang terjadi adalah ilusi visual yang dipicu oleh jarak Bumi-Bulan yang lebih dekat.

Ketika jaraknya mencapai sekitar 356.500 km, bulan tampak jauh lebih menggantung besar di langit.

Sementara ketika berada di apogee, jaraknya bisa mencapai 406.700 km. Selisih jarak itu cukup jauh dan mampu memengaruhi ukuran tampak bulan saat dilihat dari mata manusia.

BACA JUGA  Mirae Asset Digeledah OJK dan Polri, Simak Kronologinya

Selain itu, beberapa orang merasa Supermoon lebih dramatis saat bulan berada dekat horizon.

Itu karena fenomena psikologis bernama Moon Illusion, yang membuat bulan terlihat lebih besar dibanding saat berada di atas kepala.

Setiap kali terjadi Supermoon, biasanya ada berita viral yang mengaitkannya dengan potensi banjir rob, tsunami, hingga gempa bumi.

Lalu pertanyaannya, apakah Supermoon benar bisa memicu bencana? Jawabannya ada dampaknya, tapi tidak seberlebihan itu.

Dampak yang benar-benar terjadi di antaranya:

  • Kenaikan pasang air laut (terutama di wilayah pesisir)

  • Gelombang laut bisa sedikit lebih tinggi dibanding hari biasa

Hal itu terjadi karena gaya gravitasi bulan terhadap Bumi meningkat saat jaraknya lebih dekat. Namun, para ahli sepakat bahwa Supermoon tidak cukup kuat untuk memicu gempa besar atau tsunami secara langsung.

Jika terjadi bencana alam dekat tanggal Supermoon, itu murni kebetulan atau faktor geologi yang tidak ada hubungannya dengan bulan.

Supermoon tidak terjadi setiap bulan. Biasanya hanya beberapa kali dalam satu tahun. Jadwalnya ditentukan berdasarkan siklus perigee dan fase bulan purnama yang kebetulan jatuh pada waktu berdekatan.

Jika kamu ingin melihat Supermoon secara maksimal, biasanya waktu terbaik adalah Saat bulan baru terbit di horizon hingga mencapai titik paling terang di langit malam.

Tidak perlu teleskop mahal. Kamera ponsel pun sudah cukup, terutama jika memanfaatkan foreground seperti gedung, gunung, atau pepohonan untuk memperkuat kesan besar bulannya.

Fenomena ini tidak hanya memanjakan mata, tapi juga jadi momen yang sayang dilewatkan bagi pecinta fotografi baik profesional maupun sekadar iseng.

Berikut tips yang bisa digunakan, bahkan kalau cuma pakai ponsel:

  • Gunakan mode malam (night mode) atau pro mode

  • Atur ISO serendah mungkin agar gambar tidak over-exposed

  • Cari objek pembanding seperti bangunan atau pepohonan

  • Gunakan tripod atau letakkan HP di permukaan stabil

  • Zoom secukupnya, jangan terlalu jauh agar tidak pecah

BACA JUGA  Musim Kemarau 2026 Menurut BMKG, Sejumlah Wilayah Sudah Mulai Kering April Ini

Dengan teknik sederhana, hasil foto Supermoon bisa terlihat seperti jepretan fotografer profesional.

Fakta Unik Tentang Supermoon

Istilah “Supermoon” bukan istilah astronomi resmi, tapi populer di media sejak tahun 1979.

Meski disebut “super”, perbedaan ukuran tidak selalu mudah dilihat dengan mata telanjang.

Supermoon bisa berbarengan dengan fenomena lain, seperti Blood Moon (bulan merah) saat terjadi gerhana.

Sering dikaitkan dengan mitos-mitos kuno tentang keberuntungan, bencana, bahkan spiritualitas.

Jika dirangkum fenomena Supermoon adalah peristiwa ketika bulan purnama bertepatan dengan jaraknya yang paling dekat dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Ini murni fenomena alam, bukan tanda bencana besar atau misteri gaib. Namun, pengaruh terhadap pasang laut memang nyata, meski dalam batas wajar.

Dengan pengetahuan ini, kita jadi bisa menikmati Supermoon tanpa rasa takut, dan bahkan siap mengabadikannya dengan lebih baik.

Leave a Reply
You May Also Like

Good Goat Milk Production in Indonesia for Investing!

Goat milk production Indonesia are growing rapidly due to the increasing demand…

Investment in Indonesia 2023 – Arfadia, Candi, Araca Milk

Investment in Indonesia – After the sudden hit of the COVID-19 pandemic,…

10 Rekomendasi Travel Marketplace untuk Penggemar Dive Indonesia

Pecinta diving dan snorkeling kini dimudahkan dengan hadirnya layanan travel agent dan…

Lucrative Business Investment Opportunities in Indonesia Only a Few People Knew!

Business Investment Opportunities – The global recession is in sight. Every country…