Usai Bercinta, Pasutri Jangan Langsung Mandi, Sangat Penting Lakukan Ini – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Seksolog dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS mengingatkan pasangan suami istri (pasutri) agar tidak langsung membersihkan diri setelah bermain cinta.Pesohor asal...

Belajar Rias Mata? Lem Eyelashes Sarita Beauty Aman Dipakai

GenPI.co Jogja - Bagi kamu yang baru belajar merias mata, bisa mencoba lem eyelashes berwarna putih produk dari Sarita Beauty. Lem...

Arawinda Kirana, Aktivis yang Pernah Tertolak

Ara –sapaan akrab Arawinda Kirana– terbilang baru di industri perfilman. Sebelum Yuni, aktris yang terjun ke dunia seni peran dan tari sejak usia 6...

Pinkprint Team, Girlband Seksi Ala The Pussycat Dolls dari Bali

Pinkprint Team sendiri merupakan girlband yang berada di bawah naungan Splendid Asia dan diproduseri oleh KC itu memang cenderung berkonsep seksi. Ranahnya mengarah ke...

Melihat Tampilan Beauty Backstage Spring-Summer 2022 Chanel

Chanel pancarkan kecantikan alami dengan tampilan riasan pantai yang halus, yang terinspirasi oleh pakaian renang dan nuansa pastel dalam koleksinya. Tidak lama ini, Chanel baru...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

JawaPos.com –  Film You and I secara resmi dirilis di platform digital Bioskop Online. Dokumenter ini mengungkap kisah persahabatan dua orang perempuan bernama Kaminah dan Kusdalini.

Keduanya dipertemukan di dalam penjara yang kemudian saling menjaga satu sama lain. Bahkan kendati mereka sudah keluar dari dalam penjara sekalipun, mereka tetap bersama.

Film ini dibuat untuk menunjukkan bagaimana Kaminah dan Kusdalini mengenang kehidupan pahit mereka sebagai mantan tahanan politik pada 1965 dan berusaha untuk tidak melupakan sejarah kelam yang pernah mereka lewati.

Fanny Chotimah selaku sutradara mengatakan, awalnya dia tidak tertarik untuk membuat film ini. Namun setelah bertemu dengan dua orang pelaku sejarah itu, ia jadi penasaran dan terus menyelami kehidupan keduanya.

Akhirnya Fanny pun memutuskan mengangkat kisah Kaminah dan Kusdalini ke layar lebar dijadikan film dokumenter. Dia ingin menunjukkan betapa ketidakadilan dan nilai nilai kemanusiaan sangat tidak berpihak pada keduanya.

Melalui film ini, Fanny juga ingin menyuarakan tentang keadilan. Bahwa apa yang dialami Kaminah dan Kusdalini adalah bentuk ketidakadilan yang bisa dialami siapa saja. Kisah mereka adalah sebuah ironi kehidupan.

“Saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana menemukan belahan jiwa di tempat yang mengerikan, di mana tak ada seorang pun mau mengalaminya. Mereka bertemu di masa muda mereka yang gemilang di penjara dan kemudian melalui hidup dengan mimpi yang telah hancur selama lebih dari 50 tahun,” kata Fanny Chotimah dalam jumpa pers virtual kemarin.

Dia lebih lanjut mengungkapkan, terlepas apapun keyakinan politik keduanya, mendekam dalam penjara untuk waktu panjang tanpa ada proses peradilan seperti yang mereka alami merupakan bentuk ketidakadilan.

“Jika itu terjadi pada mereka, bukan tidak mungkin juga terjadi pada kita. Ini yang menjadi perhatian saya. Saya percaya pada keadilan dan kemanusiaan,” tuturnya.

Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

Film You and I berdurasi sekitar 72 menit itu disebut bisa menguras emosi penonton. Bahkan para penonton bisa berderai air mata ketika menontonnya. Film dokumenter ini mengungkap betapa penjara menjadi sangat angkuh. Kaminah  sampai ditolak oleh keluarganya hingga dia memutuskan tinggal bersama Kusdalini usai keluar dari jeruji besi. Keduanya pun memilih tinggal bersama tidak mau terpisahkan lagi.

“Banyak perasaan yang tertuang dalam film dokumenter ini, termasuk rasa kehilangan di saat salah satu dari mereka pergi lebih dulu. Semua perasaan ini sangat manusiawi, dan ini adalah kami, anda dan saya. Film ini bukan hanya tahun terakhir hubungan mereka, tetapi juga tahun terakhir kehidupan mereka,” ungkapnya.

Film You and I berhasil menyabet sejumlah penghargaan baik di luar maupun dalam negeri. Film tersebut sempat memenangkan penghargaan luar negeri yaitu  Asian Perspective Award dari 12th DMZ International. Ia juga mendapat Official Selection di Asian Vision dari Singapore International Film Festival 2020.

Di dalam negeri, film ini juga memenangkan Film Dokumenter Panjang Terbaik dari Festival Film Indonesia 2020.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Film Dokumenter 2 Perempuan eks Tapol Ini Sabet Banyak Penghargaan 1

Film Dokumenter 2 Perempuan eks Tapol Ini Sabet Banyak Penghargaan

\