Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

5 Manfaat Penting Face Concealer, Produk yang Wajib Ada di Tas Makeup

Fimela.com, Jakarta Face concealer adalah produk makeup yang berfungsi menyamarkan noda dan masalah kulit wajah. Face concealer juga bisa membantu menonjolkan fitur terbaik wajahmu,...

Pinkprint Team, Girlband Seksi Ala The Pussycat Dolls dari Bali

Pinkprint Team sendiri merupakan girlband yang berada di bawah naungan Splendid Asia dan diproduseri oleh KC itu memang cenderung berkonsep seksi. Ranahnya mengarah ke...

Mudah dan Aman, Berbelanja YSL Beauty bisa Secara Online

Fimela.com, Jakarta Pandemi membuat banyak kebiasaan yang berubah, tak terkecuali berbelanja produk kecantikan premium secara online. Hal inilah yang diwujudkan oleh Yves Saint Laurent...

Usai Bercinta, Pasutri Jangan Langsung Mandi, Sangat Penting Lakukan Ini – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Seksolog dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS mengingatkan pasangan suami istri (pasutri) agar tidak langsung membersihkan diri setelah bermain cinta.Pesohor asal...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Suara.com – Kabar baik untuk dunia perfilman Indonesia datang malam ini, Sabtu (14/8/2021), dari Swiss. Sebuah film karya anak bangsa lagi-lagi mendapat pengakuan internasional, dengan meraih hadiah Golden Leopard atau Pardo d’Oro sebagai Film Terbaik di Festival Film Locarno.

Film tersebut adalah karya Edwin, sutradara jempolan yang sudah cukup dikenal, berjudul “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”. Film yang memang diangkat dari novel Eka Kurniawan berjudul sama itu dalam bahasa Inggris diberi titel “Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash“.

“Penghargaan Pardo d’oro (Golden Leopard), Hadiah Utama dari Festival Film Locarno untuk Film Terbaik jatuh kepada: SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash) karya Edwin, Indonesia/Singapura/Jerman,” tulis pihak penyelenggara festival lewat akun @FilmFestLocarno di Twitter.

Festival Film Locarno yang digelar di kota Locarno, Swiss, sendiri adalah festival yang cukup disegani dan telah rutin digelar sejak tahun 1946 lalu. Adapun gelaran tahun ini merupakan ajang ke-74 bagi festival film tersebut.

Baca Juga:
Sinopsis A Copy of My Mind: Tara Basro dan Chicco Jerikho Temukan Rahasia di DVD

Akan halnya film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”, selain disutradarai, juga ikut ditulis naskahnya oleh Edwin, bersama Eka Kurniawan sang penulis novel. Film yang disebut bergenre campuran action-drama dan black comedy ini diceritakan ber-setting tahun 1980-an.

Film produksi Palari Films yang bekerja sama dengan beberapa rumah produksi lain ini melibatkan sejumlah aktor berbakat dan kawakan. Di antaranya mulai dari Marthino Lio, Ladya Cheryl, Sal Priadi, Reza Rahadian, Ratu Felisha, Cecep Arif Rahman, Djenar Maesa Ayu, hingga Lukman Sardi, Piet Pagau dan Christine Hakim.

Festival Film Locarno sendiri konon menjadi momen sekaligus ajang penayangan perdana film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” ini, sejak selesai diproduksi dan dipublikasikan ke publik, yang ternyata sekaligus menjadi wadah pengakuan internasionalnya yang pertama. Berikutnya, rencananya film ini juga akan tayang di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021.

Edwin sendiri dikenal sebagai salah satu sutradara yang kadang juga bertindak selaku produser dan penulis naskah, yang sudah diakui kemampuannya. Setidaknya, dua Piala Citra dari Festival Film Indonesia sudah diraihnya, yakni Film Pendek Terbaik untuk “Kara, Anak Sebatang Pohon” pada 2005 dan Sutradara Terbaik untuk film “Posesif” pada 2017.

Baca Juga:
Olimpiade Tokyo 2020 Trending, Ini 5 Rekomendasi Film Olahraga Indonesia


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' Menangi Festival Film Locarno 1

Film ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ Menangi Festival Film Locarno

\