Selangkangan dan Ketiak Berwarna Gelap? Ini Penyebabnya – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sering kali ketiak dan selangkangan membuat seseorang tidak percaya diri. Ada banyak penyebab selangkangan dan ketiak menghitam.Spesialis Kulit dan Kelamin,...

Penderita Darah Tinggi Baiknya Jangan Konsumsi Mi Instan, Efeknya Ngeri – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mi instan memang lezat di lidah. Siapa pun yang memakannya pasti ketagihan. Selain itu mi instan juga praktis. Tak heran...

Apakah “Beauty Privilege” Itu Nyata? – TangerangNews

Apakah “Beauty Privilege” Itu Nyata?  TangerangNews Kredit: Tautan sumber

Zoya Amirin Beber Titik Kenikmatan yang Tidak Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seksolog Zoya Amirin membeberkan titik kenikmatan yang tidan biasa atau tidak wajar saat berhubungan di ranjang.Hal itu diungkapkannya lewat diskusi...

Parfum Bisa Kedaluwarsa? Begini Tanda-Tandanya

Fimela.com, Jakarta Parfum sering dijadikan barang koleksi bagi para wanita, mulai dari mengoleksi botol hingga mengeksplor wewangiannya. Tetapi, akibat mengoleksi dengan jumlah banyak sering...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID– Kecanduan seks sampai sekarang masih diperdebatkan. Ada yang percaya dan ada yang tidak. Tetapi banyak ahli mengklaim bahwa kecanduan seks memang nyata, hanya saja belum ada penelitian yang dapat membuktikan hal ini.

Dilansir Tipstren, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE meneliti hal ini dengan cara melakukan pencitraan otak potensial bagi para pecandu seks dan membandingkannya dengan gambar otak pasien kecanduan obat-obatan.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa pada orang dengan kecanduan seks, atau perilaku seksual kompulsif, gambar-gambar porno memicu aktivitas otak mirip dengan aktivitas otak yang dipicu oleh obat pada pecandu narkoba.

Untuk studi mereka, para peneliti dari University of Cambridge merekrut 19 pasien laki-laki yang terkena kecanduan seks, serta 19 pasien yang tidak mengalami gangguan tersebut.

“Fitur kunci adalah bahwa seseorang menggunakan kecanduan mereka secara berlebihanan dan tidak terkendali,” kata penulis utama, Dr. Valerie Voon,seperti dilansir laman Fox News.

“Mereka merasa bahwa mereka ingin menghentikannya, tapi mereka tidak mampu untuk melakukannya. Komponen kedua adalah memiliki dampak fungsional pada kehidupan mereka dan menyebabkan penderitaan yang signifikan, ” kata Voon lebih lanjut.

Kedua kelompok pasien ditunjukkan serangkaian video yang mengandung gambar seksual eksplisit atau konten olahraga terkait. Saat mereka menonton, aktivitas otak mereka dipantau melalui penggunaan pencitraan magnetik resonansi fungsional (fMRI).


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Hasil Penelitian, Otak Pecandu Seks Bekerja Mirip Pecandu Narkoba – FAJAR 1

Hasil Penelitian, Otak Pecandu Seks Bekerja Mirip Pecandu Narkoba – FAJAR

\