Pakar: 4 Tren Paling Seru untuk Diikuti, Semua tentang Rambut Sehat

Fimela.com, Jakarta Musim ini biasanya banyak orang akan mengikuti gaya Putri Diana di tahun 90-an. Rambut berombak dan highlight warna terang. Dilansir dari purewow.com, berikut...

Manikur dan Pedikur Anti Ribet dengan Cat Kuku yang Cepat Kering dan Formulasi Ringan

Fimela.com, Jakarta Siapa yang masuk suka ragu untuk melakukan manikur dan pedikur karena menghabiskan banyak waktu, serta proses yang ribet, Sahabat FIMELA? Barry M...

Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

YG Entertainment  Resmi Umumkan BLACKPINK Tak Lagi Terima Hadiah dari Fans

Cianjurpedia.com – YG Entertainment baru-baru ini secara resmi  telah mengumumkan ke...

Zoya Amirin Beber Titik Kenikmatan yang Tidak Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seksolog Zoya Amirin membeberkan titik kenikmatan yang tidan biasa atau tidak wajar saat berhubungan di ranjang.Hal itu diungkapkannya lewat diskusi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tantangan untuk hidup sehat menjadi hal nomor satu yang dihadapi semua orang di dunia pada masa pandemi Covid-19. Nyatanya, tidak semua orang merespons dengan baik tantangan tersebut.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Prudential Corporation Asia dan The Economist Intelligence Unit, diungkapkan bahwa ada dua tantangan yang dihadapi masyarakat di Asia, termasuk Indonesia, dalam meningkatkan kesehatan dengan memanfaatkan peran teknologi digital untuk menjawab tantangan tersebut.

Studi yang melibatkan 5.000 orang dewasa di 13 pasar di Asia antara Agustus dan September 2020 tersebut menyebut bahwa keterbatasan finansial serta akses ke fasilitas kebugaran dan olah raga menjadi dua tantangan terbesar bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan.

Dalam hal kesiapan menghadapi krisis akibat kondisi medis di masa pandemi, hanya 29 persen responden dari Indonesia yang mengaku siap menghadapi tantangan tersebut. Angka ini paling rendah dibanding tingkat kesiapan masyarakat di negara Asia lainnya.

Studi yang sama juga mengungkap bahwa dibandingkan dengan negara di Asia lainnya, responden di Indonesia tercatat paling banyak merasakan stres akibat Covid-19. Hal ini kemungkinan besar, menurut studi, adalah akibat dari tingginya tingkat penularan per hari serta angka kematian yang ada.

Meskipun memiliki tingkat stres yang tinggi, masyarakat Indonesia justru terdorong untuk hidup lebih aktif agar lebih sehat. Tercatat, 42,9 persen responden Indonesia melakukan setidaknya dua upaya untuk meningkatkan kesehatan mereka. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata dari mayoritas Asia, yakni 30,9 persen, yang menjawab hal yang sama.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Hasil Studi Selama Pandemi, Indonesia Negara Asia dengan Tingkat Stres Tertinggi – FAJAR 1

Hasil Studi Selama Pandemi, Indonesia Negara Asia dengan Tingkat Stres Tertinggi – FAJAR

\