Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

Belajar Rias Mata? Lem Eyelashes Sarita Beauty Aman Dipakai

GenPI.co Jogja - Bagi kamu yang baru belajar merias mata, bisa mencoba lem eyelashes berwarna putih produk dari Sarita Beauty. Lem...

Melihat Tampilan Beauty Backstage Spring-Summer 2022 Chanel

Chanel pancarkan kecantikan alami dengan tampilan riasan pantai yang halus, yang terinspirasi oleh pakaian renang dan nuansa pastel dalam koleksinya. Tidak lama ini, Chanel baru...

5 Manfaat Penting Face Concealer, Produk yang Wajib Ada di Tas Makeup

Fimela.com, Jakarta Face concealer adalah produk makeup yang berfungsi menyamarkan noda dan masalah kulit wajah. Face concealer juga bisa membantu menonjolkan fitur terbaik wajahmu,...

Suami Wajib Tahu! Ini Sejumlah Fakta Seputar Puncak Kepuasan Wanita – FAJAR

Minggu, 17 Oktober 2021 16:14 fajarNEWS Muhammad Nursam ...

Zoya Amirin Beber Titik Kenikmatan yang Tidak Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seksolog Zoya Amirin membeberkan titik kenikmatan yang tidan biasa atau tidak wajar saat berhubungan di ranjang.Hal itu diungkapkannya lewat diskusi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditemukan mutasi virus corona yang kebal terhadap vaksin. Meski demikian temuan itu masih bersifat sementara dan perlu penelitian lanjutan.

Shahid Jameel, Pimpinan Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 (INSACOG) sebuah forum ilmuwan India mengatakan ditemukan mutasi kecil pada beberapa sampel virus corona yang dapat menghindari respons imun. Namun, ditegaskannya temuan tersebut masih perlu dikaji lagi.

“Kami melihat beberapa mutasi muncul pada beberapa sampel yang mungkin dapat menghindari tanggapan kekebalan,” kata Shahid Jameel seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/5).

Meski demikian, Shahid tak menyebutkan secara rinci, apakah mutasi tersebut terlihat pada varian India atau yang lainnya.

“Anda tidak dapat memastikannya. Kecuali jika Anda membiakkan virus itu dan mengujinya di lab. Pada tahap ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa virus itu berkembang atau dapat membahayakan, tapi kami menandainya, sehingga kami terus memantau,” ucapnya.

Kini para ilmuwan India tengah mempelajari penyebab varian B1617 yang terdeteksi pertama kali di negara tersebut. Varian itu diduga menjadi penyebab jumlah kasus yang terus meningkat.

Diketahui, INSACOG merupakan forum yang dibentuk pemerintah India. Forum ini juga menggandeng sepuluh laboratorium penelitian nasional. (fin)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR 1

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR

\