Kolaborasi Apik Sephora dan Purana untuk Program Menarik di Hari Raya

“Kami sangat bangga & berterima kasih kepada SEPHORA Indonesia atas kesempatan bekerjasama dan tentunya untuk dapat memberikan produk persembahan dari kami bagi seluruh pelanggan SEPHORA Indonesia”...

Aura Kasih: Mulai dari Nol Lagi

Gugatan cerai yang dilayangkan Aura Kasih, 34, terhadap Eryck Amaral pada Desember 2020 akhirnya diputus verstek oleh PA Jaksel Rabu (28/4). Siap tidak siap,...

Warna Hijab yang Bisa Membuat Wajah Terlihat Tirus

Mama memiliki bentuk wajah bulat dan bingung harus memilih hijab yang bisa membuat wajah terlihat lebih tirus?Dalam mengenakan hijab, selain memerhatikan bentuk dan bahan...

Hamil Tua, Istri Dilarang Menemani Komedian Sapri di Rumah Sakit

JawaPos.com – Komedian Sapri kini sedang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang. Dia dilarikan ke rumah sakit beberapa hari...

Gel Lip Gloss Secondate Beauty: Solusi Bibir Lembap dan…

Gel Lip Gloss Secondate Beauty, Solusi Bibir Lembap dan Kenyal. Foto: Dok. SECONDATE Beauty GenPI.co - Memiliki kulit bibir...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditemukan mutasi virus corona yang kebal terhadap vaksin. Meski demikian temuan itu masih bersifat sementara dan perlu penelitian lanjutan.

Shahid Jameel, Pimpinan Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 (INSACOG) sebuah forum ilmuwan India mengatakan ditemukan mutasi kecil pada beberapa sampel virus corona yang dapat menghindari respons imun. Namun, ditegaskannya temuan tersebut masih perlu dikaji lagi.

“Kami melihat beberapa mutasi muncul pada beberapa sampel yang mungkin dapat menghindari tanggapan kekebalan,” kata Shahid Jameel seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/5).

Meski demikian, Shahid tak menyebutkan secara rinci, apakah mutasi tersebut terlihat pada varian India atau yang lainnya.

“Anda tidak dapat memastikannya. Kecuali jika Anda membiakkan virus itu dan mengujinya di lab. Pada tahap ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa virus itu berkembang atau dapat membahayakan, tapi kami menandainya, sehingga kami terus memantau,” ucapnya.

Kini para ilmuwan India tengah mempelajari penyebab varian B1617 yang terdeteksi pertama kali di negara tersebut. Varian itu diduga menjadi penyebab jumlah kasus yang terus meningkat.

Diketahui, INSACOG merupakan forum yang dibentuk pemerintah India. Forum ini juga menggandeng sepuluh laboratorium penelitian nasional. (fin)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR 1

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR

\