Eyelshes Sarita Beauty Solusi Bagi Pemilik Mata Oriental

Eyelashes Sarita Beauty. Foto: Sarita Beauty/GenPI.co Jatim.GenPI.co - Sarita Beauty memberi solusi kepada pemilik mata dengan tipe oriental.  Bagian kelopak...

5 Beauty Hacks ala Jovi Adhiguna, dari Bedak Bayi hingga Jeruk Nipis!

Foto: Instagram/ @joviadhiguna Jovi Adhiguna membagikan beauty hackCewekBanget.ID - Salah satu beauty influencer ini emang selalu tampil stunning, siapa lagi kalau bukan...

Cek Tips Fashion, Beauty dan Grooming dari The F Thing di Promo HELLO SUMMER! : Okezone Lifestyle

JAKARTA, 10 JUNI 2021 – Memakai pakaian yang cocok saat cuaca panas tentu memengaruhi mood dan kelancaran Anda dalam beraktivitas. Kesalahan memilih pakaian akan...

Tidur Berlebihan, Ini Bahayanya – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Kurang tidur tidak bagi kesehatan. Namun tidur berlebihan juga mempunyai dampak negatif bagi tubuh.Apa saja bahaya tidur terlalu berlebihan?Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman...

Usai Menikah, Ameer Azzikra-Nadzira Shafa Tetap Utamakan Pendidikan

JawaPos.com – Pasangan Ameer Azzikra dan Nadzira Shafa membuat kesepakatan untuk tetap mengutamakan pendidikan kendati telah menyandang status baru sebagai suami-istri. Keduanya kompak mau...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditemukan mutasi virus corona yang kebal terhadap vaksin. Meski demikian temuan itu masih bersifat sementara dan perlu penelitian lanjutan.

Shahid Jameel, Pimpinan Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 (INSACOG) sebuah forum ilmuwan India mengatakan ditemukan mutasi kecil pada beberapa sampel virus corona yang dapat menghindari respons imun. Namun, ditegaskannya temuan tersebut masih perlu dikaji lagi.

“Kami melihat beberapa mutasi muncul pada beberapa sampel yang mungkin dapat menghindari tanggapan kekebalan,” kata Shahid Jameel seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/5).

Meski demikian, Shahid tak menyebutkan secara rinci, apakah mutasi tersebut terlihat pada varian India atau yang lainnya.

“Anda tidak dapat memastikannya. Kecuali jika Anda membiakkan virus itu dan mengujinya di lab. Pada tahap ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa virus itu berkembang atau dapat membahayakan, tapi kami menandainya, sehingga kami terus memantau,” ucapnya.

Kini para ilmuwan India tengah mempelajari penyebab varian B1617 yang terdeteksi pertama kali di negara tersebut. Varian itu diduga menjadi penyebab jumlah kasus yang terus meningkat.

Diketahui, INSACOG merupakan forum yang dibentuk pemerintah India. Forum ini juga menggandeng sepuluh laboratorium penelitian nasional. (fin)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR 1

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR

\