Mantan Trainee JYP Entertainment Ini Curhat Pernah Ditendang Agensi Gara-Gara Orientasi Seksualnya

Baru-baru ini seorang pria 30 tahun bernama KilliAN mengaku pernah didepak JYP Entertainment saat menjadi trainee. Simak penuturan lengkapnya berikut ini.Tim WowKerenJul 22,...

Jika Parah dan Berkepanjangan, Hati-hati! Covid-19 Bisa Turunkan Kecerdasan – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Seseorang masih bisa merasakan sisa gejala Covid-19 setelah dinyatakan negatif lewat tes PCR. Kondisi itu disebut dengan istilah Long Covid atau...

Ini Beauty Hacks yang Berbahaya (Bagian 1)

ZETIZEN RADAR CIREBON – Banyaknya informasi mengenai serba-serbi dunia kecantikan, termasuk tips-tips beauty hacks juga bertebaran. Namun, perlu kamu ketahui tidak semua beauty hacks...

Psikiater Ungkap 5 Penyebab Sulit Tidur Selama Pandemi – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pandemi Covid-19 memberikan perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satu perubahan yang perlu diperhatikan adalah perubahan pola tidur yang...

Bahaya! Infeksi ‘Jamur Hitam’ Mengintai Penyintas Covid-19, Mohon Dibaca! – FAJAR

FAJAR.CO.ID – Jamur hitam menjadi salah satu penyakit berbahaya yang mengintai penyintas Covid-19.Kasus jamur hitam merebak di India dan banyak dialami oleh orang-orang...

Dibalik Rasa Pahit, Buah Mengkudu Punya 7 Manfaat Luar Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tak bisa dimungkiri, meski banyak orang tidak suka dengan buah mengkudu karena bau dan rasanya. Namun, mengkudu mempunyai manfaat untuk kesehatan tubuh,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sejumlah pihak menyarankan sunat laser dihentikan. Prosesnya praktis, namun risikonya besar.Dokter Spesialis Urologi RS Siloam, Dr Arry Rodjani, SpU (K), mengemukakan, sunat laser tidak menggunakan energi cahaya, namun energi panas. Dia menambahkan, pada penggunaan kauter (sunat laser), arus listrik langsung menuju jaringan penis.

Menurut Arry, bila preputium (kulup penis) dipotong dengan kauter, dapat terjadi gangguan saraf yang parah. Oleh karenanya, sebelum sirkumsisi yang perlu diperhatikan adalah indikasi dan kontraindikasi.

“Banyak yang menganggap sunat laser praktis dan tidak sakit, padahal bahanya besar,” tuturnya, Rabu, 2 Maret.

Dia mencontohkan kejadian yang menimpa bocah di Pekalongan beberapa tahun lalu. Kepala kelaminnya ikut terpotong setelah disunat laser. Pada sunat laser, energi listrik diarahkan langsung menuju jaringan kelamin.”Ini berrisiko menyebabkan terbakarnya jaringan sampai ke glans penis dan dapat menyebabkan luka bakar hebat,” sebutnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia, Prof Andi Asadul Islam, menambahkan, remaja yang melakukan sirkumsisi teknik laser mencapai 10,2 juta. Menurutnya, sunat laser tak membuat perdarahan besar.

“Namun risikonya, kepala penis bisa terpotong,termasuk cedera kelenjar penis dan luka bakar,” sebut Andi Asadul mengingatkan.Komisioner KPAI Divisi Pengawasan, Jasra Putra, mengemukakan, sosialisasi perlu ditingkatkan kepada masyarakat agar menggunakan sunat yang aman. (abd/dir)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Jangan Coba-coba Sunat Laser, Ini Risikonya – FAJAR 1

Jangan Coba-coba Sunat Laser, Ini Risikonya – FAJAR

\