Natur-E Ajak Wanita Indonesia Gali Insiprasi dan Potensi Lewat “Kelebihanmu, Kecantikanmu” – FAJAR

FAJAR.CO.ID– “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri”.Demikian sepenggal kalimat yang dikutip dari RA Kartini,...

Buka Puasa dengan Teh Panas Bisa Menyebabkan Penyakit Kanker? – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Berdasarkan data dari berbagai sumber, teh merupakan salah satu minuman yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia. Dan di bulan Ramadhan seperti...

Rossa Menang Indonesia’s Beauty Women 2020 : Terimas Kasih Atas Apresiasinya : Okezone Lifestyle

Perhelatan Indonesia’s Beautiful Women (IBW) 2021-2021 baru saja digelar oleh majalah HighEnd. Ajang penghargaan satu ini merupakan bentuk apresiasi kepada perempuan-perempuan Indonesia yang cantik,...

Bentuk Kekebalan Tubuh, Masyarakat Wajib Dua Kali Vaksin – FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proses vaksinasi Covid-19 saat ini tengah digencarkan pemerintah. Sebagai upaya pemutus penyebaran virus.Namun, pemberian vaksin tidak bisa sembarangan. Ada petunjuk...

Pakai TWC Sarita Beauty, Wajah Glowing dan Flawless Sekejap

Two way cake Sarita Beauty. Foto: Sarita Beauty GenPI.co - Two way cake Sarita Beauty sudah menjadi andalan para wanita...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Sejumlah pihak menyarankan sunat laser dihentikan. Prosesnya praktis, namun risikonya besar.Dokter Spesialis Urologi RS Siloam, Dr Arry Rodjani, SpU (K), mengemukakan, sunat laser tidak menggunakan energi cahaya, namun energi panas. Dia menambahkan, pada penggunaan kauter (sunat laser), arus listrik langsung menuju jaringan penis.

Menurut Arry, bila preputium (kulup penis) dipotong dengan kauter, dapat terjadi gangguan saraf yang parah. Oleh karenanya, sebelum sirkumsisi yang perlu diperhatikan adalah indikasi dan kontraindikasi.

“Banyak yang menganggap sunat laser praktis dan tidak sakit, padahal bahanya besar,” tuturnya, Rabu, 2 Maret.

Dia mencontohkan kejadian yang menimpa bocah di Pekalongan beberapa tahun lalu. Kepala kelaminnya ikut terpotong setelah disunat laser. Pada sunat laser, energi listrik diarahkan langsung menuju jaringan kelamin.”Ini berrisiko menyebabkan terbakarnya jaringan sampai ke glans penis dan dapat menyebabkan luka bakar hebat,” sebutnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia, Prof Andi Asadul Islam, menambahkan, remaja yang melakukan sirkumsisi teknik laser mencapai 10,2 juta. Menurutnya, sunat laser tak membuat perdarahan besar.

“Namun risikonya, kepala penis bisa terpotong,termasuk cedera kelenjar penis dan luka bakar,” sebut Andi Asadul mengingatkan.Komisioner KPAI Divisi Pengawasan, Jasra Putra, mengemukakan, sosialisasi perlu ditingkatkan kepada masyarakat agar menggunakan sunat yang aman. (abd/dir)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Jangan Coba-coba Sunat Laser, Ini Risikonya – FAJAR 1

Jangan Coba-coba Sunat Laser, Ini Risikonya – FAJAR

\