Arawinda Kirana, Aktivis yang Pernah Tertolak

Ara –sapaan akrab Arawinda Kirana– terbilang baru di industri perfilman. Sebelum Yuni, aktris yang terjun ke dunia seni peran dan tari sejak usia 6...

Mudahkan Masyarakat Mendonorkan Mata, LEBJ Perluas Jaringan Eye Donation Center – FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hingga 2020, sekitar 35 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, 3,7 juta orang menderita kebutaan, termasuk...

Kanker hingga Kolestrol Ambrol, Cukup dengan Rutin Minum Susu Kedelai – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Selain rasanya yang enak, susu kedelai juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh.Susu kedelai adalah minuman yang kaya nutrisi. Ia...

Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Polisi terus menggelar operasi lilin sekaligus kampanye protokol kesehatan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Masyarakat mulai kendur menjaga jarak. Kerumunan makin sering terlihat di sejumlah lokasi.

Hingga 24 Desember, tercatat tingkat kesadaran individu dalam menjaga jarak turun di angka 73 persen. Paling rendah di lokasi wisata, hanya 16 persen yang sadar untuk menjaga jarak. Sementara di pusat perbelanjaan, juga tak jauh beda. Kesadaran menjaga jarak minimal satu meter hanya di kisaran 18 persen.

Ketua Tim Konsultan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin memaparkan, kesadaran individu menjaga jarak berbanding terbalik dengan fluktuasi kasus positif di gelombang ketiga ini.

“Kasus terus meningkat. Bahkan sejak 18 Desember, rata-rata bertambah 500 kasus per hari,” ujar Prof Ridwan, Jumat, 25 Desember.

Menurutnya, tingginya penambahan kasus seharusnya membuat setiap orang lebih sadar menerapkan protokol kesehatan. Ahli Kebijakan Kesehatan UMI, Dr A Rizki Amelia tak menampik jika kondisi lingkungan sangat mempengaruhi tingginya penyebaran Covid-19.

“Musim hujan ini, membuat penyebaran virus korona juga menjadi lebih mudah,” imbuhnya.

Rizki menambahkan, sebaran droplet ketika bersin atau batuk bisa mencapai radius tiga meter. Maka, menjaga jarak minimal satu meter di tengah kerumunan menjadi kurang efektif. Idealnya, satu sama lain memang tak berdekatan agar droplet yang tak sengaja tersembur tidak segera terhirup orang di dekatnya.

*Hindari Kontak Fisik


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Jangan Kendur! Jaga Jarak, Pilih Silaturahmi Virtual – FAJAR 1

Jangan Kendur! Jaga Jarak, Pilih Silaturahmi Virtual – FAJAR

\