FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Siapa yang tak kenal tahu dan tempe. Makanan ekonomis ini cukup mudah didapatkan di Indonesia.

Namun karena bahannya terbuat dari kedelai, maka banyak pula yang menghindari untuk memakannya. Kenapa ? Karena kedelai merupakan jenis kacangan.

Sehingga banyak yang berpendapat mengonsumsi kedelai bisa menimbulkan efek negatif. Seperti meningkatkan asam urat dan memunculkan jerawat.

Anggapan ini dibantah Pakar gizi yang merupakan Senior Lecturer on Nutrition Science, Head of Postgraduate Study, Program in Nutrition, Institut Pertanian Bogor (IPB), DR Rimbawan. Bahkan ia menegaskan informasi itu adalah mitos. “Belum ada penelitian yang menjelaskan,” katanya.

Bahkan ia justru menyarankan untuk mengonsumsi kedelai. Sebab kandungan gizi pada kedelai yang sangat lengkap.

Kedelai mengandung karbohidrat 9.9 gram, protein 16,6 gram, energi 173 kkal, serat 6 gram, dan lemak 9 gram. “Hal ini didasarkan pada penghitungan kandungan gizi per 100 gram kedelai yang direbus,” terangnya.

Kedelai sekaligus sangat bermanfaat untuk mencegah belbagai macam penyakit. Salah satunya untuk mencegah kanker prostat dan kanker paru-paru.

Kanker prostat bisa dicegah jika rutin meminum susu kedelai. Sebab susu kedelai mengandung isoflavon.

Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof dr Veni Hadju MSc PhD, juga berpendapat yang sama. Menurutnya, susu kedelai merupakan sumber terbaik dari hormon phytoestrogen.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Jangan Termakan Mitos, Konsumsi Kedelai Bisa Cegah Kanker – FAJAR 1

Jangan Termakan Mitos, Konsumsi Kedelai Bisa Cegah Kanker – FAJAR

\