Jefri Nichol Anggap Banyak Ketidakadilan di Hukum Indonesia

Lebih lanjut, yang dimaksud ketidakadilan oleh Jefri Nichol adalah masih adanya hukuman yang tidak sebanding dengan perbuatan. Ia juga memberikan contoh yang ditemui di...

Kopi vs Teh, Mana yang Lebih Baik untuk Mendukung Diet ?

Bagi orang Indonesia mengonsumsi kopi dan teh seolah telah menjadi gaya hidup. Namun, tahukah Anda jika cara mengonsumsi dua jenis minuman ini tepat, maka...

17 Cara Mendapatkan Tinggi Badan yang Ideal untuk Wanita

Bagaimana cara meninggikan badan yang cepat dan alami?Sebelumnya, Anda harus paham bahwa ada batasan usia di mana pertumbuhan manusia terjadi. Lewat usia 20-21 tahun,...

Animasi KIKO dan Titus: Mystery of The Enygma Tayang di Netflix

Seperti diketahui, KIKO adalah serial animasi 3D dari MNC Animation, mulai tayang tahun 2016. Seiring dengan berjalan waktu dan semakin banyaknya “Sahabat KIKO”, MNC...

Makna Luar Biasa Tersirat dalam Hari Anak Perempuan Sedunia

Dikutip dari laman unicef.org, peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia diperingati setiap tanggal 11 Oktober. Dunia merayakan hari anak perempuan secara khusus dengan latar belakang...

13 Manfaat yang Tersimpan dalam Bunga Matahari

Manfaat bunga matahari tidak hanya ada pada bijinya. Bagian tanaman yang lain juga menyimpan segudang manfaat. Bukan hanya untuk kesehatan, bunga matahari pun punya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Siapa yang tak kenal tahu dan tempe. Makanan ekonomis ini cukup mudah didapatkan di Indonesia.

Namun karena bahannya terbuat dari kedelai, maka banyak pula yang menghindari untuk memakannya. Kenapa ? Karena kedelai merupakan jenis kacangan.

Sehingga banyak yang berpendapat mengonsumsi kedelai bisa menimbulkan efek negatif. Seperti meningkatkan asam urat dan memunculkan jerawat.

Anggapan ini dibantah Pakar gizi yang merupakan Senior Lecturer on Nutrition Science, Head of Postgraduate Study, Program in Nutrition, Institut Pertanian Bogor (IPB), DR Rimbawan. Bahkan ia menegaskan informasi itu adalah mitos. “Belum ada penelitian yang menjelaskan,” katanya.

Bahkan ia justru menyarankan untuk mengonsumsi kedelai. Sebab kandungan gizi pada kedelai yang sangat lengkap.

Kedelai mengandung karbohidrat 9.9 gram, protein 16,6 gram, energi 173 kkal, serat 6 gram, dan lemak 9 gram. “Hal ini didasarkan pada penghitungan kandungan gizi per 100 gram kedelai yang direbus,” terangnya.

Kedelai sekaligus sangat bermanfaat untuk mencegah belbagai macam penyakit. Salah satunya untuk mencegah kanker prostat dan kanker paru-paru.

Kanker prostat bisa dicegah jika rutin meminum susu kedelai. Sebab susu kedelai mengandung isoflavon.

Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof dr Veni Hadju MSc PhD, juga berpendapat yang sama. Menurutnya, susu kedelai merupakan sumber terbaik dari hormon phytoestrogen.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Jangan Termakan Mitos, Konsumsi Kedelai Bisa Cegah Kanker – FAJAR 1

Jangan Termakan Mitos, Konsumsi Kedelai Bisa Cegah Kanker – FAJAR

\