Pengembangan Beauty Center di RSUP Sanglah Berikan Objek Wisata Baru di Bidang Estetik

WARTA LOMBOK - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono bersama...

Raffi Ahmad Pangling Lihat Penampilan Nagita Mirip Aminda

Kamis, 17 Juni 2021 – 20:46 WIB Penampilan Nagita Slavina yang...

Benny Simanjuntak Ungkap Tabiat Buruk Istri Jonathan Frizzy

Dan hal lain yang dianggap Benny sebagai tabiat buruk Dhena Devanka menurut pandangannya ialah faktor agama. Dhena, yang menurut Benny sudah sepakat untuk ikut...

Soal Pernikahan Rizky-Andryani, Sahabat Bilang Pastinya Gak Lama Lagi

JawaPos.com–Rizky Billar dan Lesti Andryani sudah  selesai menjalani acara lamaran di Gedong Putih di Bandung, Jawa Barat, Mingu (13/6). Tahap selanjutnya bagi pasangan tersebut...

Lip Balm Favorit Sepanjang Masa dengan Formula Terbarunya

Fimela.com, Jakarta New Dior Lip Glow Lip Balm  menjadi salah satu produk unggulan dari Dior Beauty. Bisa dikatakan jika produk ini menjadi favorit banyak...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Siapa yang tak kenal tahu dan tempe. Makanan ekonomis ini cukup mudah didapatkan di Indonesia.

Namun karena bahannya terbuat dari kedelai, maka banyak pula yang menghindari untuk memakannya. Kenapa ? Karena kedelai merupakan jenis kacangan.

Sehingga banyak yang berpendapat mengonsumsi kedelai bisa menimbulkan efek negatif. Seperti meningkatkan asam urat dan memunculkan jerawat.

Anggapan ini dibantah Pakar gizi yang merupakan Senior Lecturer on Nutrition Science, Head of Postgraduate Study, Program in Nutrition, Institut Pertanian Bogor (IPB), DR Rimbawan. Bahkan ia menegaskan informasi itu adalah mitos. “Belum ada penelitian yang menjelaskan,” katanya.

Bahkan ia justru menyarankan untuk mengonsumsi kedelai. Sebab kandungan gizi pada kedelai yang sangat lengkap.

Kedelai mengandung karbohidrat 9.9 gram, protein 16,6 gram, energi 173 kkal, serat 6 gram, dan lemak 9 gram. “Hal ini didasarkan pada penghitungan kandungan gizi per 100 gram kedelai yang direbus,” terangnya.

Kedelai sekaligus sangat bermanfaat untuk mencegah belbagai macam penyakit. Salah satunya untuk mencegah kanker prostat dan kanker paru-paru.

Kanker prostat bisa dicegah jika rutin meminum susu kedelai. Sebab susu kedelai mengandung isoflavon.

Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof dr Veni Hadju MSc PhD, juga berpendapat yang sama. Menurutnya, susu kedelai merupakan sumber terbaik dari hormon phytoestrogen.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Jangan Termakan Mitos, Konsumsi Kedelai Bisa Cegah Kanker – FAJAR 1

Jangan Termakan Mitos, Konsumsi Kedelai Bisa Cegah Kanker – FAJAR

\