Bagikan Artikel Ini:
69 / 100 SEO Score

Pandemi COVID-19 yang telah melanda berbagai negara di dunia membuat berbagai pihak melakukan segala upaya untuk mengatasi wabah tersebut. Di saat yang bersamaan, wabah tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong memburu produk kesehatan seperti hand sanitizer dan antiseptik sehingga menimbulkan kelangkaan. Anda tidak perlu khawatir dan tidak perlu repot untuk membuat desinfektan sekarang sudah ada jasa penyemprotan disinfektan.

Disinfektan seperti creosote atau alkohol digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati. Disinfektan dan antiseptik sama-sama untuk membunuh kumah, tetapi antiseptik diterapkan untuk jaringan hidup, atau manusia. Disinfektan yang ideal akan cepat menghancurkan bakteri, jamur, virus, dan protozoa tanpa merusak benda yang terkena cairan tersebut. Dilansir dari laman Encyclopaedia Britannica, pengertian disinfektan adalah agen antimikroba yang dirancang untuk menonaktifkan atau menghancurkan mikroorganisme pada permukaan lembab. Meski mampu membunuh mikroorganisme, namun tidak semua bisa mati hanya dengan disinfektan. Beberapa mikroorganisme ekstrem tetap harus menggunakan bahan-bahan kimia yang lebih keras juga, seperti biocides.

Peneliti bidang kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Joddy Arya Laksmono menjelaskan penggunaan disinfektan tidak boleh sembarangan. Salah satu bahan yang sering digunakan untuk campuran dalam membuat cairan disinfektan adalah pemutih pakaian. Dia menjelaskan sesuai saran WHO sangat tidak dianjurkan untuk mencampurkan seluruh bahan disinfektan dalam satu wadah.

Anjuran WHO adalah gunakan bahan aktif pemutih pakaian dengan konsentrasi 0,05% atau 1 bagian pemutih untuk 100 bagian air dan tidak dicampur oleh bahan lainnya. Jadi dia menyarankan untuk menggunakan cairan disinfektan yang aman dan pembuatannya sesuai takaran. Selain itu tidak ada pencampuran bahan disinfektan lain.

Jenis – Jenis  Disinfektan

 

white plastic bottle on blue textile

Photo by Tetiana SHYSHKINA on Unsplash

 

Terdapat beberapa jenis untuk disinfektan, di antaranya: Disinfektan udara Disinfektan udara biasanya berupa zat kimia yang mampu mensterilkan mikroorganisme yang tersuspensi di udara. Disinfektan umumnya dianggap terbatas untuk digunakan pada permukaan. Disinfektan udara harus didispersikan baik sebagai aerosol atau uap pada konsentrasi yang cukup di udara. Disinfektan udara biasanya menggunakan penicillium chrysogenum dengan berbagai glikol, terutama propilen glikol dan tretilen glikol.

  • Disinfektan udara

Disinfektan udara berupa zat kimia yang mampu mensterilkan mikroorganisme yang tersuspensi di udara. Disinfektan dianggap terbatas untuk digunakan pada permukaan. Disinfektan udara harus didispersikan sebagai aerosol atau uap pada konsentrasi yang cukup di udara. Disinfektan udara menggunakan penicillium chrysogenum dengan berbagai glikol, terutama propilen glikol dan tretilen glikol.

  • Aldehid

Aldehid bersifat sporicidal dan fungisida. Sebagian dinonaktifkan oleh bahan organik dan memiliki aktivitas residual yang sedikit. Aldehid adalah salah satu kelompok senyawa karbonil yang memiliki gugus karbonil yang berkaitan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya.

  • Alkohol

Alkohol di tambah dengan senyawa kation amonium kuarter adalah disinfektan yang sudah disetujui untuk digunakan sebagai disinfektan kelas rumah sakit. Alkohol menjadi paling efektif bila dikombinasikan dengan air suling untuk memfasilitasi difusi melalui membran sel. Alkohol merupakan disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis, contohnya termometer oral. Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropil alcohol dengan konsentrasi 60-90 persen, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.

  • Fenol

Fenol adalah bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2 persen dalam air. Umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin. Fenol didapat melalui distilasi produk minyak bumi tertentu. Fenol memiliki sifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi. Mekanisme kerjanya dengan menghancurkan dinding sel dan pengendapan protein sel dari mikroorganisme sehingga terjadi koagulasi dan kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut.

  • Lodin

Lodin menjadi disinfektan yang efektif untuk proses disinfektan air dalam skala kecil. Dua tetes iodin dalam larutan etanol dapat mendisinfektan satu liter air jernih. Salah satu senyawa iodin yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah iodof. Sifatnya stabil dengan waktu simpan yang cukup panjang. Aktif mematikan hampir semua sel bakteri, tetapi tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan mudah terdispresi.

  • Klorin

Senyawa klorin yang paling aktif adalah asam hipoklorit. Di mana asam hipoklorit menghambat oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme. Dengan cara menghambat enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat. Kelebihan disinfektan jenis ini adalah mudah digunakan dan jenis mikroorganisme yang dibunuh juga cukup luas, seperti bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Apa itu disinfektan?

Pada pandemi COVID-19 yang melanda negara di dunia membuat berbagai pihak melakukan segala upaya untuk mengatasi wabah tersebut. Wabah ini membuat semua orang membeli disinfektan yang digunakan untuk membunuh kuman, tetapi disinfektan berbeda dengan antiseptik. Disinfektan menghancurkan bakteri, jamur, virus, dan protozoa tanpa merusak benda yang terkena cairan tersebut.

Bagaimana anjuran WHO untuk membuat campuran disinfektan?

Anjuran WHO adalah gunakan bahan aktif pemutih pakaian dengan konsentrasi 0,05% atau 1 bagian pemutih untuk 100 bagian air dan tidak dicampur oleh bahan lainnya.

Apa saja jenis-jenis disinfektan?

1. Disinfektan udara 2. Aldehid 3. Alkohol 4. Fenol 5. Lodin 6. Klorin