Kenali 6 Gejala Awal Kanker Payudara

ciri ciri kanker payudara

Kenali 6 Gejala Awal Kanker Payudara

Bagikan Artikel Ini:

Kanker payudara merupakan penyakit yang belakangan ini menyerang wanita. Jumlah penderitanya pun tiap tahun semakin meningkat. Banyak wanita yang mengalami kanker payudara tidak langsung mengetahui tanda-tanda kanker payudara. Ketika mulai berobat, kanker sudah mencapai stadium yang cukup tinggi. Kanker payudara dapat terjadi apabila penderita memiliki pola hidup yang tidak sehat dan cukup buruk. Seperti contohnya, wanita yang memiliki kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol lebih rentan terkena kanker. Selain itu, kanker payudara bisa terjadi karena faktor usia (di atas 50 tahun), jenis kelamin (wanita akan lebih berisiko terkena kanker payudara), obesitas, melahirkan pada usia tua (usia di atas 30 tahun), menstruasi terlalu dini (usia di bawah 12 tahun), telat menopause (wanita berusia diatas 55 tahun dan belum menopause atau berhenti menstruasi juga berisiko terkena kanker payudara), paparan radiasi, gangguan hormon, atau faktor keturunan.

 

Jenis kanker payudara pun juga beragam. Ada sel kanker yang tidak menyebar pada stadium awal, ada pula sel kanker yang cepat menyebar. Beberapa jenis kanker tersebut adalah:

 

  • Ductal carcinoma in situ (kanker pada duktus atau saluran yang membawa ASI hingga bisa dikeluarkan melalui puting, yang tidak menyebar pada stadium awal).

 

  • Invasive ductal carcinoma (juga terdapat pada duktus, namun akan cepat menyebar ke jaringan yang lain hingga bagian tubuh lain meski masih pada tahap awal, 70-80% kanker payudara yang menyerang).

 

  • Lobular carcinoma in situ (terdapat pada lobulus atau kelenjar payudara yang berperan dalam menghasilkan ASI. Sel kanker ini tidak mudah menyebar pada tahap awal).

 

  • Invasive lobularĀ  carcinoma (terdapat pada lobus, yang bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya, 10% kanker payudara yang menyerang).

Berikut ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri kanker payudara yang mudah dikenali dan menjadi gejala awal yang bisa mengidentifikasikan seseorang mengalami kanker payudara

 

 

  1. Terdapat benjolan pada payudara

Terdapatnya benjolan pada payudara bisa menjadi salah satu hal yang bisa diidentifikasikan sebagai sel kanker dan merupakan gejala awalnya.Benjolan tersebut tidak hanya terdapat pada bagian payudara yang nampak oleh penglihatan. Benjolan tersebut memungkinkan terdapat pada ketiak karena jaringan payudara yang cukup luas (hingga bawah lengan). Ciri-ciri benjolan pada kanker yang bisa diidentifikasi meliputi:

  • Benjolan yang lunak namun hampir keras.
  • Permukaannya yang tidak rata.
  • Hanya terdapat satu benjolan.
  • Ketika ditekan, benjolan tidak terasa sakit.

Ketika terdapat benjolan yang asing pada daerah tersebut, segeralah konsultasi kepada dokter untuk memeriksa dan menanggulangi gangguan sedini mungkin.

 

  1. Perubahan tampilan pada payudara

Tampilan pada payudara akan berbeda. Sel kanker dapat menyebar ke sel-sel yang lain, termasuk kulit yang menyebabkan tekstur kulit berbeda dengan aslinya (peradangan pada kulit). Gejala ini terkadang dianggap penyakit kulit biasa seperti infeksi oleh sebagian penderita. Pada bagian sekitar sel kanker, kulit akan menjadi tebal dan kulit akan berkerut dan berlubang seperti kulit jeruk karena kelenjar getah bening yang tertarik. Selain itu, penderita juga akan merasakan gatal pada bagian kulit sekitar payudara.

 

  1. Keluar cairan dari payudara

Perubahan tampilan yang terjadi pada payudara juga mempengaruhi puting untuk mengeluarkan cairan. Cairan tersebut biasanya encer atau kental. Warna cairannya pun bukan bening, hijau atau bahkan putih seperti susu, melainkan berwarna kecoklatan kemerahan seperti darah. Jika ada cairan aneh yang mulai keluar dari payudara Anda, sebaiknya langsung periksa ke dokter.

 

  1. Kelenjar getah bening yang membengkak

Kelenjar getah bening terdapat pada area leher, tulang selangka, dan pangkal paha. Kelenjar getah bening yang terdapat pada ketiak atau daerah sekitar payudara akan mengalami pembengkakan. Hal ini terjadi karena sel kanker yang menyebar hingga masuk ke kelenjar getah bening. Selain kelenjar getah bening yang terdapat pada ketiak, kelenjar getah bening yang terdapat pada tulang selangka juga bisa membengkak. Benjolan itu bisa semakin besar dan melekat pada daerah sekitar kelenjar getah bening yang terserang sel kanker.

 

  1. Ukuran payudara yang membesar (besar sebelah)

Untuk kondisi normal, ukuran dan tampilan payudara wanita nyaris sama persis.Namun, jika ada salah satu payudara yang memiliki ukuran lebih besar, bisa jadi itu merupakan gejala kanker yang harus Anda waspadai. Pada bagian payudara yang terkena sel kanker, selain membengkak juga akan sedikit kendur, sehingga payudara akan nampak lebih turun dan merosot dibanding payudara normal.

 

  1. Perubahan pada puting susu (puting tertarik ke dalam)

Sel kanker juga dapat menyerang bagian belakang puting hingga puting nampak terbalik atau menjorok ke dalam. Selain itu bentuk dari puting juga jauh berbeda dari semula.

Benjolan yang terdapat pada payudara, bisa saja merupakan tumor non kanker. Hal ini bisa disebabkan karena payudara yang tumbuh secara cepat dan tidak normal. Ciri-ciri tumor payudara pun hampir mirip dengan kanker, namun benjolannya lebih kecil jika dibanding kanker.

 

Penyebab terdapatnya benjolan pada payudara pun juga bervariasi, seperti:

 

 

  1. Fibroadenoma

Fibroadenoma merupakan tumor jinak yang sering terjadi pada wanita berusia 20-30 tahun. Hal ini disebabkan karena meningkatnya hormon estrogen. Umumnya penderita tidak terasa nyeri. Jika ditekan akan terasa kenyal dan dapat bergeser. benjolan ini dapat menghilang dengan sendirinya, namun memiliki risiko membesar pada ibu hamil.

 

  1. Fibrokistik/Fibroadenosis

Hal ini biasanya terjadi pada siklus menstruasi wanita usia 35-50 tahun yang menyebabkan perubahan payudara. Biasanya wanita mengalami benjolan pada salah satu atau kedua payudaranya, ketika ditekan keras, dan nyeri pada payudara yang akan hilang ketika menstruasi berakhir.

 

  1. Kista sederhana

Benjolan berisi cairan ini juga bisa terdapat pada salah satu atau kedua payudara, jumlah dan ukurannya pun bisa berbeda. Benjolan kista biasanya terjadi pada wanita usia sekitar 40 tahun. Sama dengan fibrokistik, kista juga dapat dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Selain itu, hormon juga menjadi salah satu penyebab tumbuhnya kista pada payudara. Kista dapat ditangani dengan jarum halus yang berfungsi menyedot cairan pada kista.

 

  1. Papiloma intraduktal

Hal ini biasanya terjadi pada wanita usia di atas 40 tahun hingga usia 50 tahun. Letaknya di sekitar puting dengan ukuran yang cukup kecil (hampir mirip dengan kutil). Untuk menghilangkan benjolan tersebut, penderita dapat melakukan operasi.

 

  1. Nekrosis lemak akibat cedera

Lemak yang terdapat di sekitar payudara juga dapat membentuk benjolan atau bengkak ketika mengalami cedera. Bentuknya pun bulat, padat, kencang, namun tidak terasa nyeri ketika ditekan. Penanganannya pun tidak terlalu khusus. Namun, jika sudah mengganggu dapat diangkat melalui operasi.

 

Namun Anda tidak bisa langsung menyimpulkan apa yang terjadi pada Anda dengan ciri-ciri di atas sebagai kanker payudara atau tumor. Ada baiknya, Anda menghubungi dokter dan langsung berkonsultasi mengenai keluhan yang Anda rasakan. Dokter akan memberikan penanganan untuk keluhan Anda, dan bisa memberi diagnosis mengenai keluhan Anda. Dokter akan menjelaskan mengenai tingkatan atau stadium kanker yang dialami penderita. Stadium 0 (kanker terdapat pada duktus dan lobulus, belum menyebar), stadium 1a (tumor berukuran 20 mm, belum menyebar), stadium 1b (sel kanker mulai menyebar dan menyerang getah bening), stadium 2a (sel kanker sudah menyerang kelenjar getah bening pada ketiak hingga 2 mm atau lebih), stadium 2b (sudah menyebar ke lebih dari satu kelenjar getah bening), stadium 3a (kanker semakin membesar, dan kanker telah menyerang lebih dari tiga kelenjar getah bening yang terdapat pada ketiak dan sekitar payudara), stadium 3b (tumor telah mencapai kulit payudara), stadium 3c (sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening pada ketiak, payudara, hingga leher), stadium 4 (sel kanker telah menyebar ke organ lain seperti paru-paru, tulang, atau otak).

 

Lalu bagaimana ketika seseorang telah mengalami kanker payudara? Hal yang perlu dilakukan penderita kanker payudara agar dapat diobati tentu saja dengan berkonsultasi kepada dokter. Dokter akan memberikan beberapa pilihan cara untuk Anda, sesuai dengan kondisi Anda. Cara tersebut meliputi:

 

 

  • Terapi radiasi atau radioterapi. Terapi ini memanfaatkan sinar X sebagai energi untuk membunuh sel kanker. Efek yang didapat setelah penderita melakukan radioterapi ada dua, yaitu efek jangka pendek atau yang langsung dirasakan (seperti rasa mual, muntah, kulit yang terkena radiasi akan menghitam, rambut rontok sedikit demi sedikit) dan efek jangka panjang yang akan merusak DNA sel normal (jika DNA sel normal ikut rusak, payudara penderita akan menjadi keras dan kencang, lengan akan membengkak, gangguan fungsi paru-paru, bahkan hingga penyempitan saluran napas, dan tenggorokan yang menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan).

 

  • Terapi hormon. Terapi ini dilakukan dengan cara mengontrol produksi hormon estrogen dan progesteron untuk meminimalisir terjadinya kanker payudara dan pembengkakan kanker payudara. Efek jangka panjang dari terapi ini adalah pembekuan darah, penipisan tulang, perubahan pada penglihatan, dan memungkinkan untuk menjalar ke rahim.

 

  • Biasanya dengan menggunakan zat kimia untuk metode pengobatan. Kemoterapi dapat memberikan efek samping bagi penderita, yaitu rambut rontok, mual, diare, dan efek lainnya.

 

  • Prosedur bedah. Yang terakhir adalah prosedur bedah atau operasi. Pasien bisa saja disarankan dokter untuk melakukan operasi untuk mempercepat proses penghilangan sel kanker. Tentu saja sebelumnya dokter sudah memeriksa kondisi tubuh Anda. Operasi biasanya dilakukan pada kanker yang masih dini. Faktor yang harus diperhatikan sebelum menjalani operasi adalah ukuran kanker, dan lokasi penyebaran kanker. Operasi ini dapat dibedakan menjadi:

 

 

  • Operasi breast-sparing atau lumpektomi yang akan mengangkat sel kanker, dan sel sehat disekitarnya. Efek yang dapat ditimbulkan dari operasi ini adalah jumlah sel darah merah yang rendah.

 

  • Mastektomi yang mengangkat keseluruhan payudara.

 

  • Operasi kelenjar getah bening

 

  • Yang terakhir rekonstruksi payudara untuk mengembalikan bentuk payudara seperti semula.

 

Lalu bagaimana cara kita agar terhindar dari kanker payudara? Hal yang perlu Anda lakukan agar terhindar dari kanker payudara adalah rutin memeriksakan payudara sendiri, rutin melakukan pemeriksaan payudara klinis (oleh petugas medis), rajin berolahraga, mempertahankan berat badan, berhenti mengkonsumsi alkohol dan merokok, dan mulai hidup sehat.

Maka dari itu, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan, karena kanker payudara stadium awal masih dapat disembuhkan. Jika ada yang berbeda pada daerah payudara Anda, jangan ragu untuk memeriksakannya, sebelum terlambat.

(Visited 5 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*