Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditemukan mutasi virus corona yang kebal terhadap vaksin. Meski demikian temuan itu masih bersifat sementara dan perlu penelitian lanjutan.Shahid Jameel,...

Vaksinasi Awalnya Harus Lewati 4 Meja, Kini Menjadi 2 Meja – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mendorong masyarakat agar tidak menolak vaksinasi. Untuk menggenjot jumlah cakupan vaksinasi, kini pemerintah mengurangi proses tahapan vaksin Covid-19. Dari yang...

Aura Kasih: Mulai dari Nol Lagi

Gugatan cerai yang dilayangkan Aura Kasih, 34, terhadap Eryck Amaral pada Desember 2020 akhirnya diputus verstek oleh PA Jaksel Rabu (28/4). Siap tidak siap,...

Vaksinasi Gotong Royong Rp500 Ribu/Dosis – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Harga vaksin untuk kepentingan vaksinasi gotong royong diperkirakan Rp500 ribu per dosis. Harga tersebut sudah termasuk biaya penyuntikan.“Estimasi sudah disampaikan Rp500 ribu...

Warna Hijab yang Bisa Membuat Wajah Terlihat Tirus

Mama memiliki bentuk wajah bulat dan bingung harus memilih hijab yang bisa membuat wajah terlihat lebih tirus?Dalam mengenakan hijab, selain memerhatikan bentuk dan bahan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

JawaPos.com – Warga di India tak perlu terburu-buru ke rumah sakit, hingga memperburuk krisis lonjakan penularan Covid-19 yang disebabkan adanya pertemuan massal, varian yang lebih menular dan rendahnya tingkat vaksinasi, demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (27/4).

Kematian Covid-19 di India kini mencapai 200.000. Rumah sakit yang tidak memiliki persediaan cukup oksigen dan tempat tidur menolak pasien Covid-19.

WHO sedang menyediakan peralatan dan pasokan mendesak ke India, termasuk 4.000 konsentrator oksigen, yang hanya membutuhkan sumber energi, kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic.

Kurang dari 15 persen penderita Covid-19 sebenarnya membutuhkan perawatan rumah sakit dan bahkan lebih sedikit pasien yang akan membutuhkan oksigen, katanya. “Saat ini, salah satu masalahnya yakni banyak orang yang buru-buru ke rumah sakit (hal ini karena mereka tidak mempunyai akses untuk mendapatkan informasi/nasihat), padahal pemantauan perawatan berbasis rumah di rumah dapat dilakukan dengan sangat aman,” kata Jasarevic, seperti dilansir Antara dari Reuters.

Pusat kesehatan di tingkat masyarakat harus memilih dan memilah pasien dan memberikan imbauan tentang perawatan di rumah yang aman, sementara mesti juga tersedia informasi melalui hotline atau papan pengumuman, katanya.

“Seperti halnya terjadi negara mana pun, WHO mengatakan gabungan antara pelonggaran aturan perlindungan pribadi, pertemuan massal dan varian yang lebih menular di mana cakupan vaksin masih rendah, mampu menciptakan tsunami yang sempurna,” katanya. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Kerumunan di Rumah Sakit Memperburuk Krisis Covid di India 1

Kerumunan di Rumah Sakit Memperburuk Krisis Covid di India

\