Dukung Britney Spears, Selena Gomez Kirim Paket Rare Beauty dan Bikini Tie Dye

TEMPO.CO, Jakarta - Britney Spears, yang saat ini terlibat dalam pertempuran hukum yang sedang berlangsung seputar konservatorinya, nampaknya harus berterima kasih kepada Selena Gomez karena...

Bahaya! Infeksi ‘Jamur Hitam’ Mengintai Penyintas Covid-19, Mohon Dibaca! – FAJAR

FAJAR.CO.ID – Jamur hitam menjadi salah satu penyakit berbahaya yang mengintai penyintas Covid-19.Kasus jamur hitam merebak di India dan banyak dialami oleh orang-orang...

7 Cara Memancarkan ‘Inner Beauty’ Bagi Kaum Hawa

KABAR BANTEN – bagi kaum hawa menjadi cantik tidak hanya dalam...

9 Tips Awet Muda Secara Alami yang Mudah Dilakukan

1. Rutin Mengonsumsi Air Putih Tips awet muda yang pertama adalah dengan rutin mengonsumsi air putih. Usahakan untuk mengonsumsi minimal 8 gelas air putih dalam...

Jika Parah dan Berkepanjangan, Hati-hati! Covid-19 Bisa Turunkan Kecerdasan – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Seseorang masih bisa merasakan sisa gejala Covid-19 setelah dinyatakan negatif lewat tes PCR. Kondisi itu disebut dengan istilah Long Covid atau...

Kocak, Gendong Anak Kecil Sambil Ngelawak, Komeng Digetok Pakai Serok Gorengan

1/8"Getok nya pake palu dek," tulis Chika Jessica. "Kurang kenceng dek tabok ampe robek mulut bawelny," tulis Rieke Diah Pitaloka. "Komeng emang raja di...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

JawaPos.com – Warga di India tak perlu terburu-buru ke rumah sakit, hingga memperburuk krisis lonjakan penularan Covid-19 yang disebabkan adanya pertemuan massal, varian yang lebih menular dan rendahnya tingkat vaksinasi, demikian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (27/4).

Kematian Covid-19 di India kini mencapai 200.000. Rumah sakit yang tidak memiliki persediaan cukup oksigen dan tempat tidur menolak pasien Covid-19.

WHO sedang menyediakan peralatan dan pasokan mendesak ke India, termasuk 4.000 konsentrator oksigen, yang hanya membutuhkan sumber energi, kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic.

Kurang dari 15 persen penderita Covid-19 sebenarnya membutuhkan perawatan rumah sakit dan bahkan lebih sedikit pasien yang akan membutuhkan oksigen, katanya. “Saat ini, salah satu masalahnya yakni banyak orang yang buru-buru ke rumah sakit (hal ini karena mereka tidak mempunyai akses untuk mendapatkan informasi/nasihat), padahal pemantauan perawatan berbasis rumah di rumah dapat dilakukan dengan sangat aman,” kata Jasarevic, seperti dilansir Antara dari Reuters.

Pusat kesehatan di tingkat masyarakat harus memilih dan memilah pasien dan memberikan imbauan tentang perawatan di rumah yang aman, sementara mesti juga tersedia informasi melalui hotline atau papan pengumuman, katanya.

“Seperti halnya terjadi negara mana pun, WHO mengatakan gabungan antara pelonggaran aturan perlindungan pribadi, pertemuan massal dan varian yang lebih menular di mana cakupan vaksin masih rendah, mampu menciptakan tsunami yang sempurna,” katanya. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Kerumunan di Rumah Sakit Memperburuk Krisis Covid di India 1

Kerumunan di Rumah Sakit Memperburuk Krisis Covid di India

\