Akankah Wijin Menikahi Gisella Anastasia?

Bagi Wijin, Gisel adalah satu-satunya perempuan yang menjadi pilihan tepat untuknya. Ia menambahkan jika hubungannya dengan Gisel sudah menjadi hubungan antar hati. "She is the...

4 Manfaat Baking Soda untuk Kulit dan Rambut – FAJAR

Ilustrasi baking soda. Foto: Pixabay FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Soda kue, juga dikenal sebagai natrium bikarbonat, banyak digunakan untuk memanggang...

Spoiler True Beauty Episode 9, Cha Eun Woo Akrab dengan Ayah Moon Ga Young

ISU BOGOR - Drama Korea "True Beauty" akan menayangkan episode terbarunya pada...

Berenang di Saat Pandemi Covid-19, Amankah?

FAJAR.CO.ID — Kolam renang publik adalah salah satu tempat rekreasi yang menyenangkan, dan kerap menjadi serbuan masyarakat umum.Namun pertanyaannya, amankah bagi Anda untuk berenang...

Ini Alasan Risa Saraswati Bersedia Disuntik Vaksin Covid-19

JawaPos.com–Penyanyi sekaligus penulis Risa Saraswati mengungkapkan alasannya bersedia disuntik vaksin Covid-19. Yakni  karena ingin memproteksi diri.Karena itu, dia mengaku antusias untuk mengikuti proses vaksinasi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Dengan tema “Living Beauty”, program ini juga menggerakkan berbagai kegiatan yang tidak hanya mengurangi sampah produksi, tetapi juga membuat sampah produksi memiliki wujud dan fungsi wujud. Kegiatan ini akan berlangsung pada akhir 2020 hingga awal 2020 untuk membangun kepedulian alam sekaligus melibatkan desainer yang memiliki pemikiran kreatif untuk memberikan fungsi baru pada material sisa tersebut.

Living Beauty akan melibat sejumlah desainer ternama Indonesia dari berbagai bidang untuk menciptakan konsep hidup yang lebih ramah lingkungan. Seperti Purana (Fashion), Ong Cen Kuang (Decorative Lighting), Domisillium x Lana Daya(Interior), Atelier Riri (Arsitektur), dan Sandy Karman (Design Grafis). Mereka akan menggunakan kembali bahan kain sisa untuk menjadi sebuah produk baru demi menciptakan bumi yang bebas dari bahaya sampah.

Sebelum Living Beauty ini berlangsung, Coulisse sebenarnya sudah memulai bsinis fashion dengan dasar pemikiran yang ramah lingkungan. Terlihat pada produk kain blinds yang ramah lingkungan dan terbuat dari botol PET. Coulisse bahkan telah lebih dahulu memiliki program CSR dan berkolaborasi denganTrashpacker yang berkeliling dunia dan membersihkan sampah di tempat yang merekakunjungi.

Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Living Beauty, Gerakan Mendaur Ulang Sampah Jadi Produk Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan 1

Living Beauty, Gerakan Mendaur Ulang Sampah Jadi Produk Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan

\