Hanya di Cinépolis Lippo Mall Kuta Bali, Bioskop dengan VIP Class!

Menonton film kesukaan kita tentunya harus dengan nyaman tanpa gangguan. Cinepolis Lippo Mall Kuta hadir dengan tampilan mewah VIP Class. Apa aja sih fasilitasnya?Siapa...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tidak dapat dipungkiri bila vaksin COVID-19 kepada orang dengan HIV memunculkan spekulasi dan keraguan berlebih terkait efektivitas vaksin yang bisa berbeda-beda pada setiap individu. Ya, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti orang dengan HIV, kekhawatiran akan pandemi dan infeksi virus corona menjadi berlipat ganda.

Pun ketika vaksin COVID-19 ditemukan dan terus dikembangkan, orang dengan HIV masih harus berjibaku dengan rasa waswas tentang keamanan vaksin bagi tubuh mereka.

Menjawab kekhawatiran efektivitas dan keamanan vaksin COVID-19 pada orang dengan HIV, sejumlah uji coba dan penelitian lantas dilakukan. Dilansir dari artikel Poz dan HIVplusmag, selain dari CoronaVac (produksi Sinovac), uji coba klinis vaksin dari Pfizer dan Moderna telah dilakukan dengan melibatkan orang dengan HIV.

Uji coba Pfizer merangkul tak kurang dari 120 orang dengan HIV, sedangkan Moderna melibatkan 176 orang dengan HIV.

Melalui uji coba ini, sejumlah temuan melegakan terungkap. Hanya ada satu orang HIV-positif yang masuk dalam kelompok plasebo, tidak ada kelompok vaksin yang menujukkan perkembangan gejala COVID-19 setelahnya, dan tidak ada masalah keamanan mengkhawatirkan yang dilaporkan dari para sukarelawan vaksin.

Vaksin COVID-19 juga tidak mengandung virus hidup yang memungkinkan timbulnya masalah bagi orang dengan HIV.

Malahan, sejumlah penggiat isu HIV internasional seperti Matthew Hodson (Executive Director the U.K National Aids Manual AIDSMaps) yang telah hidup dengan HIV selama 22 tahun tidak sedikitpun ragu untuk menerima vaksin COVID-19.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Melegakan, Vaksin Covid-19 Aman untuk Orang dengan HIV/AIDS – FAJAR 1

Melegakan, Vaksin Covid-19 Aman untuk Orang dengan HIV/AIDS – FAJAR

\