Beauty Review: Merasakan Manfaat Jitu Kandungan Artemisia untuk Perawatan Kulit Wajah

Kemasan Yehwadam Artemisia Soothing Moisturizing Cream hadir dalam bentuk cream jar bernuansa hijau mint yang lembut dan memberikan kesan mewah. Tekstur Seperti klaim yang dimiliki oleh produk...

Di Momen Ulang Tahun, Rieka Roslan Kembali Hadirkan Arti Mencinta

Rieka juga mengatakan bahwa dirinya selalu ingin membuat musik yang sesuai dengan karakternya. Ini sekaligus menangkis anggapan yang menyebut karya segmented tak bakal disukai...

Bisnis Terbaru Ferry Ardiansyah Tak Jauh dari Dunia Hiburan

Lebih lanjut, Ferry bercerita menemukan potensi dari Aldiv melalui sosial media. Kala itu, Aldiv merupakan pemenang dari kontes bernyanyi yang diselenggarakan sebuah platform digital....

10 Potret Bulan Madu Felicya Angelista dan Caesar Hito di Turki – Fimela.com

10 Potret Bulan Madu Felicya Angelista dan Caesar Hito di Turki  Fimela.com Kredit: Tautan sumber

Yang Lain Sibuk Vaksin, Peneliti Israel Temukan Semprotan Hidung Pembasmi Covid-19 – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Saat semua peneliti sedang berlomba menemukan vaksin Covid-19, Israel justru menemukan semprotan hidung yang diklaim bisa membunuh 99,9 persen virus corona...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Ilustrasi Garnier. Foto: Garnier Indonesia
Saat ini, sampah plastik tengah menjadi sebuah isu yang makin banyak diperbincangkan oleh masyarakat dari berbagai sektor, termasuk juga di bidang kecantikan. Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa produk-produk perawatan kecantikan memiliki dampak tersendiri terhadap lingkungan; mulai dari kemasannya yang kebanyakan terbuat dari bahan plastik, hingga limbah penggunaannya yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan.
Karena alasan itulah, merek kecantikan Garnier termotivasi untuk menciptakan masa depan kecantikan yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia. Upaya Garnier itu dituangkan lewat sebuah komitmen bernama Green Beauty.
Green Beauty sendiri memiliki tiga poin utama; yaitu menghadirkan green science untuk formula dan kemasan yang didesain ramah lingkungan, memastikan sumber serta produksi yang berkelanjutan, dan memungkinkan konsumen untuk berkontribusi secara positif menuju bumi yang lebih hijau.

“Sebagi pemimpin industri, merupakan tanggung jawab kami untuk memimpin revolusi berkelanjutan di Indonesia bersama mitra kami, eRecycle, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,” kata Manashi Guha, General Manager Consumer Products Division L’Oreal Indonesia, saat acara konferensi pers secara virtual, pada Rabu (30/9).

Kolaborasi dengan eRecycle untuk melawan polusi plastik

Tak bekerja sendirian, dalam hal ini Garnier menggandeng eRecycle untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan berpartisipasi melawan polusi plastik di Indonesia. Bagi Anda yang belum familiar, eRecycle adalah aplikasi seluler yang memungkinkan konsumen untuk menyerahkan sampah plastik yang telah mereka pilah agar nantinya bisa didaur ulang.

Kabarnya, kolaborasi keduanya akan dilakukan dalam skala besar dan bertahap dengan menyediakan sistem penjemputan sampah secara offline dan online (berbasis aplikasi).

“Kami menyediakan daur ulang online melalui aplikasi dan offline seperti mengunjungi gerai, saat ini ada 19 titik kerja. Kami menerima sampah kertas, botol kaca, hingga plastik. Nantinya sampah tersebut akan dikirim ke pabrik daur ulang,” kata Co-Founder dan Business Head of eRecycle, Dicky Wiratama.

Manashi berharap, upaya ini dilakukan secara kolaboratif untuk mengurangi dampak terhadap planet dan berinovasi untuk masa depan yang berkelanjutan.

“Ini akan memakan waktu yang lama dan kami memiliki banyak tantangan, tetapi Green Beauty tidak hanya akan mengubah Garnier, namun juga akan memimpin transformasi di industri kecantikan secara keseluruhan,” tutup Manashi.

Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Mengenal Konsep Green Beauty yang Baru Saja Diluncurkan oleh Garnier 1

Mengenal Konsep Green Beauty yang Baru Saja Diluncurkan oleh Garnier

\