Terus Dihujat, Penulis Webtoon ‘True Beauty’ Yaongyi Tulis Pesan untuk Haters

Yaongyi MATA INDONESIA, SEOUL – Yaongyi, penulis webtoon ‘The Secret of Angel (TSOA)’ yang ceritanya diangkat dalam drama ‘True Beauty’, baru-baru ini menjadi sasaran dari...

Waspada! 3 Penyakit Ini Mengintai Anda Usai Menyantap Menu Berlemak saat Lebaran. – FAJAR

FAJAR.CO.ID – Setelah berpuasa seharusnya memiliki kesehatan prima karena pada saat puasa tubuh sudah melakukan proses detoksifikasi. Namun faktanya, banyak juga masyarakat yang justru sakit...

Pancarkan Kesan Mewah dan Liar, Ini Detail Kostum Komodo Ayu Maulida

JawaPos.com – Kostum nasional (national costume) yang dikenakan oleh finalis Miss Universe 2020 asal Indonesia Ayu Maulida begitu memukau dan menarik perhatian. Kostum tersebut...

Vaksin Sinovac di Dunia Nyata Sangat Efektif Dibanding Uji Klinis – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Vaksin Sinovac dari Tiongkok yang telah digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia, dinilai manjur. Di Indonesia, tenaga kesehatan yang sudah diberi...

3 Hal di Balik Persiapan Album Coldplay Mendatang

Pentolan Coldplay, Chris Martin menyampaikan kendala yang dihadapi saat rekaman. Penting bagi mereka untuk berkumpul dan melakukan proses kreatif bersama, hingga treatment khusus harus...

Agar Kadar Gula Darah Tetap Normal, Atur Jarak Konsumsi Camilan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – LEBARAN bisa dikatakan selain sebagai momen kemenangan umat muslin dunia, tetapi juga saatnya umat muslim bisa menyantap berbagai hidangan. Mulai dari...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pelaksanaan vaksin Covid-19 sudah dimulai di Indonesia. Namun para penyintas Covid-19 masuk dalam kategori yang tak bisa menerima vaksin. Lantas, apa alasannya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menegaskan, penyintas belum boleh divaksin Covid-19. Itu karena mereka masih memiliki antibodi dalam tubuhnya.

“Kemungkinan masih ada antibodinya oleh karena itu yang diprioritasnya bukan penyintas,” tegasnya kepada JawaPos.com, Kamis (14/1).

Lalu berdasarkan beberapa penelitian, antibodi tersebut baru akan hilang dari tubuh setelah 3 bulan sampai 6 bulan. Maka setelah itu barulah seorang penyintas Covid-19 bisa divaksin.

“Setelah 3 bulan sudah oke (divaksin),” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan OTG yang tidak tahu sebelumnya pernah terinfeksi? Bagaimana jika mereka ternyata akhirnya terlanjur divaksin?

“(Untuk OTG) tidak apa-apa (divaksin),” katanya.

Dalam laman DW disebutkan oleh peneliti Universitas Oxford mengatakan bahwa orang yang terinfeksi virus Korona kemungkinan tidak akan tertular lagi setidaknya selama enam bulan lagi, menurut sebuah studi Universitas Oxford.

“Kami yakin bahwa, setidaknya dalam jangka pendek, kebanyakan orang yang tertular Covid-19 tidak akan tertular lagi,” kata salah satu penulis penelitian Profesor David Eyre pada akhir tahun lalu.

Data dari RS Universitas Indonesia berikut beberapa orang yang tak bisa diberikan vaksin Covid-19, di antaranya,


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Penyintas Covid-19 Tak Bisa Divaksin, Simak Penjelasan Dekan FK UI – FAJAR 1

Penyintas Covid-19 Tak Bisa Divaksin, Simak Penjelasan Dekan FK UI – FAJAR

\