Dapat Mobil Mewah Rp 1 Miliar Lebih, Raffi Ahmad Sangat Bahagia

JawaPos.com – Raffi Ahmad mengungkapkan kebahagiaannya mendapatkan mobil mewah yang harganya bernilai fantastis lebih dari satu miliar rupiah dari sang istri, Nagita Slavina. Perempuan...

dengan Nikita Willy Saya Lebih Banyak Adegan Mesranya

JawaPos.com – Rizky Billar kini beradu akting dengan Devina Kirana. Gara-gara sempat tampil mesra dengan lawan main dalam sinetron terbarunya tersebut, ia mendapatkan serangan...

Manfaat Daun Kelor untuk Perawatan Kulit Hingga Mendapatkan Penghargaan 

Melihat manfaatnya tersebut, everShine Moringa Soothing Gel mendapatkan Penghargaan Pertama di Indonesia yang diberikan oleh TRUS N CO Indonesia bekerja sama dengan media INFOBRAND.ID  “Kami...

Latihan Basket, Al Ghazali dan Teuku Rassya Mengalami Cidera Kecil

JawaPos.com-  Al Ghazali dan Teuku Rassya melakukan latihan basket untuk persiapan syuting serial terbaru mereka. Jarang main basket karena keduanya lebih suka bola, Al...

Selain Sabun Sirih, Ini 4 Cara Bersihkan Miss V – FAJAR

FAJAR.CO.ID– Membersihkan area organ intim menggunakan sabun sirih dapat merusak pH Miss V karena kandungan bahan kimia di dalam sabun sirih yang berbahaya.Sebagai...

Seribu Kali Cinta The Series Episode 5, Perjalanan Cinta Alyssa Soebandono dan Dude Harlino

Usut punya usut, Dude sendiri mengaku bahwa ia bertemu dengan Alyssa Soebandono pertama kali pada tahun 2004 silam. Saat itu, perempuan yang akrab disapa...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pelaksanaan vaksin Covid-19 sudah dimulai di Indonesia. Namun para penyintas Covid-19 masuk dalam kategori yang tak bisa menerima vaksin. Lantas, apa alasannya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menegaskan, penyintas belum boleh divaksin Covid-19. Itu karena mereka masih memiliki antibodi dalam tubuhnya.

“Kemungkinan masih ada antibodinya oleh karena itu yang diprioritasnya bukan penyintas,” tegasnya kepada JawaPos.com, Kamis (14/1).

Lalu berdasarkan beberapa penelitian, antibodi tersebut baru akan hilang dari tubuh setelah 3 bulan sampai 6 bulan. Maka setelah itu barulah seorang penyintas Covid-19 bisa divaksin.

“Setelah 3 bulan sudah oke (divaksin),” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan OTG yang tidak tahu sebelumnya pernah terinfeksi? Bagaimana jika mereka ternyata akhirnya terlanjur divaksin?

“(Untuk OTG) tidak apa-apa (divaksin),” katanya.

Dalam laman DW disebutkan oleh peneliti Universitas Oxford mengatakan bahwa orang yang terinfeksi virus Korona kemungkinan tidak akan tertular lagi setidaknya selama enam bulan lagi, menurut sebuah studi Universitas Oxford.

“Kami yakin bahwa, setidaknya dalam jangka pendek, kebanyakan orang yang tertular Covid-19 tidak akan tertular lagi,” kata salah satu penulis penelitian Profesor David Eyre pada akhir tahun lalu.

Data dari RS Universitas Indonesia berikut beberapa orang yang tak bisa diberikan vaksin Covid-19, di antaranya,


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Penyintas Covid-19 Tak Bisa Divaksin, Simak Penjelasan Dekan FK UI – FAJAR 1

Penyintas Covid-19 Tak Bisa Divaksin, Simak Penjelasan Dekan FK UI – FAJAR

\