Racikan Beras dan Kayu Manis, Wanita Dibikin Bahagia – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Beras kaya akan vitamin B kompleks yang diperlukan untuk merawat kulit tetap bercahaya, berkilau, dan terhindar dari penuaan dini.Masker beras dan...

Mudah dan Aman, Berbelanja YSL Beauty bisa Secara Online

Fimela.com, Jakarta Pandemi membuat banyak kebiasaan yang berubah, tak terkecuali berbelanja produk kecantikan premium secara online. Hal inilah yang diwujudkan oleh Yves Saint Laurent...

Mudahkan Masyarakat Mendonorkan Mata, LEBJ Perluas Jaringan Eye Donation Center – FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hingga 2020, sekitar 35 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, 3,7 juta orang menderita kebutaan, termasuk...

Kanker hingga Kolestrol Ambrol, Cukup dengan Rutin Minum Susu Kedelai – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Selain rasanya yang enak, susu kedelai juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh.Susu kedelai adalah minuman yang kaya nutrisi. Ia...

E-Motion Entertainment Hadir di Bali, Beri Ruang Talenta Muda |Balipuspanews.com

BADUNG, balipuspanews.com – Salah satu pendatang baru di industri perpileman kini hadir di Pulau Dewata, Bali. Adalah E-Motion Entertainment yang sudah memiliki pengalaman dan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pelaksanaan vaksin Covid-19 sudah dimulai di Indonesia. Namun para penyintas Covid-19 masuk dalam kategori yang tak bisa menerima vaksin. Lantas, apa alasannya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menegaskan, penyintas belum boleh divaksin Covid-19. Itu karena mereka masih memiliki antibodi dalam tubuhnya.

“Kemungkinan masih ada antibodinya oleh karena itu yang diprioritasnya bukan penyintas,” tegasnya kepada JawaPos.com, Kamis (14/1).

Lalu berdasarkan beberapa penelitian, antibodi tersebut baru akan hilang dari tubuh setelah 3 bulan sampai 6 bulan. Maka setelah itu barulah seorang penyintas Covid-19 bisa divaksin.

“Setelah 3 bulan sudah oke (divaksin),” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan OTG yang tidak tahu sebelumnya pernah terinfeksi? Bagaimana jika mereka ternyata akhirnya terlanjur divaksin?

“(Untuk OTG) tidak apa-apa (divaksin),” katanya.

Dalam laman DW disebutkan oleh peneliti Universitas Oxford mengatakan bahwa orang yang terinfeksi virus Korona kemungkinan tidak akan tertular lagi setidaknya selama enam bulan lagi, menurut sebuah studi Universitas Oxford.

“Kami yakin bahwa, setidaknya dalam jangka pendek, kebanyakan orang yang tertular Covid-19 tidak akan tertular lagi,” kata salah satu penulis penelitian Profesor David Eyre pada akhir tahun lalu.

Data dari RS Universitas Indonesia berikut beberapa orang yang tak bisa diberikan vaksin Covid-19, di antaranya,


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Penyintas Covid-19 Tak Bisa Divaksin, Simak Penjelasan Dekan FK UI – FAJAR 1

Penyintas Covid-19 Tak Bisa Divaksin, Simak Penjelasan Dekan FK UI – FAJAR

\