NFT Sedang Tren! VidyX Menjadi Bagian Dari Kolaborasi Vidy dan Binance

Vidy dan Binance kolaborasi dalam proyek NFT? di dunia yang serba modern ini tentunya kalian sudah tidak asing lagi dengan kata NFT, teknologi ini...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID — Flu biasa dan covid-19 memiliki beberapa perbedaan mencolok meskipun gejalanya hampir mirip. Menurut dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Vito A Damay, penderita flu biasa dan covid-19 merasakan pilek dan hidung tersumbat.

Namun, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah itu menyebutkan penderita covid-19 memiliki gejala yang lebih kompleks. Di antaranya ialah demam, batuk, tenggorokan tidak nyaman, terkadang mual, diare, dan timbul bercak-bercak kemerahan di kulit mirip alergi.

Selain itu, pasien covid-19 juga merasakan badan lemas dan mudah lelah sehingga ingin terus beristirahat. Menurut Vito, sekitar 87 persen pasien covid-19 juga tidak bisa mencium aroma makanan dan tubuh, maupun yang lainnya.

Dalam istilah medis, kondisi itu disebut dengan anosmia. Penderita covid-19 merasakan hal itu meskipun hidungnya tidak tersumbat. “Walau sama-sama pilek, hidung tersumbat, meler, covid-19 biasanya punya gejala anosmia atau tidak bisa mencium aroma atau kehilangan (kemampuan) indra penciumannya,” kata Vito sebagaimana dilansir Antara, Senin (12/7).

Dokter yang bepraktik di Siloam Hospitals Lippo Village itu menambahkan, anosmia terjadi bukan karena hidung tersumbat atau pilek. Menurut Vito, anosmia terjadi karena neuron sensorik penciuman tidak bisa mengekspresikan gen yang mengkode protein reseptor ACE2.

Berdasarkan studi dalam jurnal Science Advances pada 24 Juli 2020, ACE2 digunakan virus SARS-CoV-2 untuk memasuki sel manusia. (genpi)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Perbedaan Flu Biasa dan Covid-19 – FAJAR 1

Perbedaan Flu Biasa dan Covid-19 – FAJAR

\