Heran! Payudara Malah Tambah Kecil Padahal Rajin Olahraga – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tak sedikit para wanita bertanya-tanya terkait payudaranya yang makin mengendur bahkan mengecil padahal rajin berolahraga.Asthethict dan Anti-aging Dokter Dina Oktaviani...

Kanker hingga Kolestrol Ambrol, Cukup dengan Rutin Minum Susu Kedelai – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Selain rasanya yang enak, susu kedelai juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh.Susu kedelai adalah minuman yang kaya nutrisi. Ia...

Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

Usai Bercinta, Pasutri Jangan Langsung Mandi, Sangat Penting Lakukan Ini – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Seksolog dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS mengingatkan pasangan suami istri (pasutri) agar tidak langsung membersihkan diri setelah bermain cinta.Pesohor asal...

Beauty Review: Yuk, Bersihkan Kulit Hingga ke Pori Mendalam dengan Kebaikan Bunga Teratai

Berbicara tentang klaim yang disebutkan oleh Mamonde, menurut saya formula kedua cleanser dari rangkaian Micro Deep Cleansing benar-benar nyata. Cleansing Oil-nya bisa membersihkan makeup...

Suami Wajib Tahu! Ini Sejumlah Fakta Seputar Puncak Kepuasan Wanita – FAJAR

Minggu, 17 Oktober 2021 16:14 fajarNEWS Muhammad Nursam ...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Telly Kamelia mengatakan ada perbedaan antara pneumonia biasa dengan peradangan paru-paru akibat COVID-19.

“Tidak semua pneumonia adalah COVID-19. Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Sedangkan pneumonia pada COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2,” kata Telly Kamelia di Jakarta, Selasa (17/11).

Perbedaan pneumonia umum dengan COVID-19 secara cepat, lanjutnya, akan membuat keputusan penanganan peradangan paru-paru oleh tenaga medis lebih tepat dan cepat.

Prinsip pengobatan pneumonia adalah berdasarkan penyebab. Pneumonia pada COVID-19 diterapi dengan antivirus sebagai pengobatan kausal ditambah pengobatan tambahan lainnya. Seperti klorokuin yang mudah ditemukan di Indonesia.

“Tetapi tetap yang terpenting adalah bagaimana mencegah agar tidak terkena pneumonia. Karena pada dasarnya, mencegah lebih baik dari mengobati. Selain itu, penting juga untuk selalu menerapkan disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) dalam aktivitas sehari-hari,” imbuh Telly.

Hal senada disampaikan dokter spesialis paru dan pernapasan RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, Feni Fitriani. Dia mengatakan dari sisi gejala, pneumonia COVID-19 sama seperti radang paru-paru biasa, Yaitu ada demam, infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk kering, pilek, sesak napas dan lesu.

Selain itu, napas penderita bisa tampak sangat cepat dari biasanya. Peradangan paru-paru COVID-19, bisa berlangsung selama 14 hari atau kurang dari itu. (rh/fin)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Perbedaan Pneumonia dengan Covid-19 – FAJAR 1

Perbedaan Pneumonia dengan Covid-19 – FAJAR

\