Belajar Rias Mata? Lem Eyelashes Sarita Beauty Aman Dipakai

GenPI.co Jogja - Bagi kamu yang baru belajar merias mata, bisa mencoba lem eyelashes berwarna putih produk dari Sarita Beauty. Lem...

Nanti di Ranjangnya Baru Bikin Dia Happy – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam sebuah live Streaming yang diadakan Seksolog klinis Zoya Amirin di kanal YouTube-nya pada 15 Mei 2020 lalu, banyak pertanyaan...

Eyelashes Sarita Beauty Sangat Ringan, Nyaman Dipakai Setiap Hari

GenPI.co - Eyelashes Sarita Beauty memiliki tekstur yang sangat ringan sehingga nyaman dipakai setiap hari. Bulu mata palsu itu...

Zoya Amirin Beber Titik Kenikmatan yang Tidak Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seksolog Zoya Amirin membeberkan titik kenikmatan yang tidan biasa atau tidak wajar saat berhubungan di ranjang.Hal itu diungkapkannya lewat diskusi...

Shenina Cinnamon dan Sutradara Wregas Bhanuteja di Red Carpet BIFF 202

JawaPos.com – Aktris Shenina Cinnamon dan sutradara Wregas Bhanuteja berkesempatan hadir dalam acara pembukaan Busan International Film Festival (BIFF) ke-26 yang digelar di Busan...

Serial Horor Kisah Teror Klenik Berjudul Eyang Putri, Berani Nonton?

JawaPos.com – Menonton film di platform Video on Demand (VoD) menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan untuk mengusir penat di masa pandemi Covid-19...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID – Seorang ibu hamil di Swedia mengalami kejadian aneh. Mutasi virus Korona diduga terjadi pada bayi di dalam kandungannya. Ibu tersebut memang sudah terinfeksi Covid-19. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Skane, Malmo, karena mengalami sakit perut dan tiba-tiba parah.

Para dokter memperhatikan bahwa bayi yang belum lahir memiliki detak jantung yang sangat rendah, yang bisa menjadi tanda bahwa bayi tersebut tidak mendapatkan cukup oksigen.

Para dokter melakukan operasi caesar darurat. Ibu tersebut melahirkan bayi dalam beberapa menit. Tes darah dari bayi memastikan bahwa bayi itu memiliki oksigen yang sangat rendah, dan usap tenggorokan menunjukkan bahwa ibu dan bayinya menderita Covid-19.

Dengan menggunakan usap tenggorokan dari ibu dan bayi baru lahir, genom virus diurutkan untuk memastikan kemungkinan bayi telah terinfeksi Covid-19 saat masih dalam kandungan. Tim menemukan bahwa genom virus pada ibu dan bayinya identik.

“Karena bayi diisolasi dari ibunya langsung setelah operasi caesar dan tidak bersentuhan dengan anggota keluarga lain saat tes ini dilakukan, temuan tersebut memastikan bahwa bayi tersebut memang terinfeksi sebelum dilahirkan,” kata peneliti Mehreen Zaigham dari Pascadoktoral, Obstetri & Ginekologi, Rumah Sakit Universitas Skane, Universitas Lund.

Namun, beberapa hari kemudian, sekuensing genetik menunjukkan bahwa populasi virus bayi telah berubah dan mengandung versi virus yang bermutasi bersama dengan strain virus asli dari induknya. “Sepengetahuan kami, ini adalah kasus pertama dari perubahan genetik virus Korona dalam pengaturan unik penularan dari ibu ke janin sebelum lahir,” kata peneliti.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Pertama di Dunia, Mutasi Covid-19 Muncul pada Bayi dalam Kandungan – FAJAR 1

Pertama di Dunia, Mutasi Covid-19 Muncul pada Bayi dalam Kandungan – FAJAR

\