Warna Hijab yang Bisa Membuat Wajah Terlihat Tirus

Mama memiliki bentuk wajah bulat dan bingung harus memilih hijab yang bisa membuat wajah terlihat lebih tirus?Dalam mengenakan hijab, selain memerhatikan bentuk dan bahan...

Priyanka Chopra Galang Dana untuk Anak Yatim Korban Covid-19 di India

JawaPos.com – Aktris Bollywood dan Hollywood Priyanka Chopra sejak awal situasi darurat Covid-19 terjadi di India sudah menunjukkan keprihatinannya. Istri Nick Jonas itu peduli...

Hamil Tua, Istri Dilarang Menemani Komedian Sapri di Rumah Sakit

JawaPos.com – Komedian Sapri kini sedang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang. Dia dilarikan ke rumah sakit beberapa hari...

6 Gaya Rambut Pixie Terbaik untuk Dicoba di Tahun 2021

Fimela.com, Jakarta Belakangan ini potongan rambut Pixie menjadi populer dan disukai banyak orang. Betapa tidak, potongan rambut yang satu ini membuat penampilan tampak segar,...

Rutin Minum Air Rebusan Jagung, Ampuh untuk 7 Penyakit Ini – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Jagung biasanya dianggap sayuran, tetapi sebenarnya biji-bijian, kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.Biji jagung memegang sebagian besar nutrisi dan merupakan bagian...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID — Ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) masuk kategori risiko tinggi (risti) jika memaksakan jalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Terutama yang usia kandungannya masih muda dan memiliki banyak keluhan kesehatan. Seperti mual, muntah, dan susah makan.

“Sebab, kehamilan 1-3 bulan pertama itu merupakan masa pembentukan organ bayi. Sehingga kebutuhan nutrisi sangat penting. Misal ada bumil yang muntah-muntah, artinya kebutuhan nutrisi berkurang,” papar Dokter spesialis kandungan RS Dr. Oen Solo Baru Kandung Bowoleksono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (22/4).

Bumil yang dianjurkan tidak berpuasa, yakni usia kandungan di atas tiga bulan, namun memiliki kelainan. Seperti punya riwayat pendarahan, penyakit kencing manis, dan hipertensi. Sebab dikhawatirkan pertumbuhan janin kurang baik.

“Bumil yang ingin berpuasa, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter spesialis. Saat sahur dan buka puasa, baiknya mengonsumsi air putih 2,5 liter atau setara 10 gelas. Supaya tidak mudah dehidrasi. Gizi juga harus seimbang. Seperti karbohidrat, protein, sayur, dan susu,” imbuhnya.

Kandung menambahkan, konsekuensi bumil yang kandungannya tidak sehat namun dipaksakan puasa, yakni nutrisi untuk bayi berkurang. Kemudian gangguan pertumbuhan. Serta memengaruhi kecerdasan otak dan organ tubuh bayi.

Ketua Perkumpulan Obstetrik dan Ginekologi Indonesia (POGI) Supriyadi Hari Respati mengaku, busui tidak dianjurkan puasa. Sebab dapat memengaruhi produk air susu ibu (ASI). “Jika busui puasa, produksi ASI yang akan berkurang. Padahal dalam ASI terdapat nutrisi yang dibutuhkan bayi,” terangnya.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Puasa Ibu Hamil dan Menyusui Masuk Resiko Tinggi – FAJAR 1

Puasa Ibu Hamil dan Menyusui Masuk Resiko Tinggi – FAJAR

\