Usai Bercinta, Pasutri Jangan Langsung Mandi, Sangat Penting Lakukan Ini – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Seksolog dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS mengingatkan pasangan suami istri (pasutri) agar tidak langsung membersihkan diri setelah bermain cinta.Pesohor asal...

Arawinda Kirana, Aktivis yang Pernah Tertolak

Ara –sapaan akrab Arawinda Kirana– terbilang baru di industri perfilman. Sebelum Yuni, aktris yang terjun ke dunia seni peran dan tari sejak usia 6...

Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

Manikur dan Pedikur Anti Ribet dengan Cat Kuku yang Cepat Kering dan Formulasi Ringan

Fimela.com, Jakarta Siapa yang masuk suka ragu untuk melakukan manikur dan pedikur karena menghabiskan banyak waktu, serta proses yang ribet, Sahabat FIMELA? Barry M...

Pakar: 4 Tren Paling Seru untuk Diikuti, Semua tentang Rambut Sehat

Fimela.com, Jakarta Musim ini biasanya banyak orang akan mengikuti gaya Putri Diana di tahun 90-an. Rambut berombak dan highlight warna terang. Dilansir dari purewow.com, berikut...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Parapuan.co – Stylo Indonesia terus menyuarakan Gerakan Stop Beauty Shaming sebagai bentuk aksi nyata (real movement), sejak awal tahun 2021.

Gerakan ini adalah bagian serta kelanjutan tagline Semua Bisa Cantik, yang menjadi identitas Stylo Indonesia sejak berdiri pada 13 Agustus 2018 lalu.

Gerakan Stop Beauty Shaming bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang dampak beauty shaming. Gerakan ini juga bertujuan untuk mendukung siapa pun yang pernah mengalaminya.

Mengapa gerakan ini penting? Sebab kasus ini sering terjadi di Indonesia, khususnya bagi kaum perempuan.

Baca Juga: Selain Cathy Sharon, 4 Public Figure Ini Dukung Stop Beauty Shaming

Gerakan ini pertama kali dicetuskan oleh Founder Stylo Indonesia dan Head Fashion Beauty Grid Network Kompas Gramedia, Ridho Nugroho, M.I.Kom.

Ridho mencetuskan gerakan ini berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai seorang penyintas perundungan atau bullying.

“Bullying itu gak mengenal jenis kelamin maupun gender. Sebagai seorang penyintas bullying saat SMP karena memiliki penampilan yang berbeda dari lelaki pada umumnya, saya makin sadar bahwa siapa pun tidak berhak mendapat perlakuan diskriminatif dari siapa pun juga.

“Kenapa? Karena kita tidak bisa memaksakan suatu standar tertentu apalagi soal penampilan fisik yang kita yakini pada diri orang lain,” kata Ridho, dikutip dari Stylo.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Rayakan Ultah ke-3, Stylo Indonesia Ajak 12 Aktris dan Influencer Suarakan Stop Beauty Shaming 1

Rayakan Ultah ke-3, Stylo Indonesia Ajak 12 Aktris dan Influencer Suarakan Stop Beauty Shaming

\