Hati-hati! Dokter Boyke Melarang Berhubungan di Bathtub, Ini Alasannya! – FAJAR

FAJAR.CO.ID – Seksolog dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS tidak menyarankan wanita hamil melakukan hubungan ala suami istri saat mandi.Sebab, menurut Boyke, hal...

Jika Parah dan Berkepanjangan, Hati-hati! Covid-19 Bisa Turunkan Kecerdasan – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Seseorang masih bisa merasakan sisa gejala Covid-19 setelah dinyatakan negatif lewat tes PCR. Kondisi itu disebut dengan istilah Long Covid atau...

Begituan Saat Hamil, Posisi ‘Cinderella Nunggang Kuda’ Paling Aman Menurut Dokter Boyke – FAJAR

FAJAR.CO.ID – Memiliki momongan menjadi salah satu momen yang paling dinanti setiap pasangan setelah menikah.Namun, terkadang ketika saat istri hamil membuat pasangannya ragu...

Dibalik Rasa Pahit, Buah Mengkudu Punya 7 Manfaat Luar Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tak bisa dimungkiri, meski banyak orang tidak suka dengan buah mengkudu karena bau dan rasanya. Namun, mengkudu mempunyai manfaat untuk kesehatan tubuh,...

Mantan Trainee JYP Entertainment Ini Curhat Pernah Ditendang Agensi Gara-Gara Orientasi Seksualnya

Baru-baru ini seorang pria 30 tahun bernama KilliAN mengaku pernah didepak JYP Entertainment saat menjadi trainee. Simak penuturan lengkapnya berikut ini.Tim WowKerenJul 22,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID — Dampak pandemi memang bukan hanya memukul sektor usaha dan kesehatan. Tapi juga ikut memengaruhi kesehatan mental seseorang. Termasuk generasi muda yang seharusnya bisa meraih berbagai kesempatan di luar rumah tapi tertahan karena pandemi Covid-19.

Dalam laporan Risiko Global 2021 (Global Risks Report 2021), yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) bersama Zurich Insurance Group (Zurich) tercatat, 80 persen anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi. Bahkan, kekecewaan yang dirasakan anak muda dan memburuknya kesehatan mental juga disorot sebagai top global blind spot atau risiko global yang paling terabaikan selama pandemi.

Laporan tersebut juga mengatakan, memburuknya kondisi kesehatan mental anak muda ini diakibatkan oleh prospek ekonomi dan pendidikan yang terbatas. Terhambatnya pertumbuhan ekonomi telah mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan. Generasi muda yang baru memasuki dunia kerja terpukul keras oleh situasi ini.

Bahkan, pelajar yang baru lulus dan memasuki dunia kerja cenderung berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan mereka lainnya. Bahkan, menganggur selama satu bulan pada usia 18-20 tahun, yang diprediksi bisa menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar 2 persen secara permanen di masa mendatang.

Terlebih bagi generasi muda yang tinggal di kawasan terpencil. Risiko pengangguran ini berpotensi bisa menjadi semakin serius dengan adanya kesenjangan digital selama pandemi. Ketika anak muda di perkotaan lebih cepat beradaptasi dan berkembang di tengah digitalisasi, tapi mereka yang di pedesaan masih kesulitan mengimbangi minimnya akses dan infrastruktur digital.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Selama Pandemi 80 Persen Anak Muda Dikatakan Alami Penurunan Mental – FAJAR 1

Selama Pandemi 80 Persen Anak Muda Dikatakan Alami Penurunan Mental – FAJAR

\