Zoya Amirin Beber Titik Kenikmatan yang Tidak Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seksolog Zoya Amirin membeberkan titik kenikmatan yang tidan biasa atau tidak wajar saat berhubungan di ranjang.Hal itu diungkapkannya lewat diskusi...

Serial Horor Kisah Teror Klenik Berjudul Eyang Putri, Berani Nonton?

JawaPos.com – Menonton film di platform Video on Demand (VoD) menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan untuk mengusir penat di masa pandemi Covid-19...

Penderita Darah Tinggi Baiknya Jangan Konsumsi Mi Instan, Efeknya Ngeri – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mi instan memang lezat di lidah. Siapa pun yang memakannya pasti ketagihan. Selain itu mi instan juga praktis. Tak heran...

Nanti di Ranjangnya Baru Bikin Dia Happy – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dalam sebuah live Streaming yang diadakan Seksolog klinis Zoya Amirin di kanal YouTube-nya pada 15 Mei 2020 lalu, banyak pertanyaan...

Idol KPop BTS Rangkul Penggemarnya Lewat Cokelat

JawaPos.com–Idol grup KPop BTS menyapa penggemarnya di tanah air dengan cara yang unik. Mereka bakal bagi-bagi bingkisan camilan berupa cokelat.Hangeul Message Chocolate Official Merchandise...

Eyelashes Sarita Beauty Sangat Ringan, Nyaman Dipakai Setiap Hari

GenPI.co - Eyelashes Sarita Beauty memiliki tekstur yang sangat ringan sehingga nyaman dipakai setiap hari. Bulu mata palsu itu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID — Dampak pandemi memang bukan hanya memukul sektor usaha dan kesehatan. Tapi juga ikut memengaruhi kesehatan mental seseorang. Termasuk generasi muda yang seharusnya bisa meraih berbagai kesempatan di luar rumah tapi tertahan karena pandemi Covid-19.

Dalam laporan Risiko Global 2021 (Global Risks Report 2021), yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) bersama Zurich Insurance Group (Zurich) tercatat, 80 persen anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi. Bahkan, kekecewaan yang dirasakan anak muda dan memburuknya kesehatan mental juga disorot sebagai top global blind spot atau risiko global yang paling terabaikan selama pandemi.

Laporan tersebut juga mengatakan, memburuknya kondisi kesehatan mental anak muda ini diakibatkan oleh prospek ekonomi dan pendidikan yang terbatas. Terhambatnya pertumbuhan ekonomi telah mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan. Generasi muda yang baru memasuki dunia kerja terpukul keras oleh situasi ini.

Bahkan, pelajar yang baru lulus dan memasuki dunia kerja cenderung berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan mereka lainnya. Bahkan, menganggur selama satu bulan pada usia 18-20 tahun, yang diprediksi bisa menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar 2 persen secara permanen di masa mendatang.

Terlebih bagi generasi muda yang tinggal di kawasan terpencil. Risiko pengangguran ini berpotensi bisa menjadi semakin serius dengan adanya kesenjangan digital selama pandemi. Ketika anak muda di perkotaan lebih cepat beradaptasi dan berkembang di tengah digitalisasi, tapi mereka yang di pedesaan masih kesulitan mengimbangi minimnya akses dan infrastruktur digital.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Selama Pandemi 80 Persen Anak Muda Dikatakan Alami Penurunan Mental – FAJAR 1

Selama Pandemi 80 Persen Anak Muda Dikatakan Alami Penurunan Mental – FAJAR

\