Yang Lain Sibuk Vaksin, Peneliti Israel Temukan Semprotan Hidung Pembasmi Covid-19 – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Saat semua peneliti sedang berlomba menemukan vaksin Covid-19, Israel justru menemukan semprotan hidung yang diklaim bisa membunuh 99,9 persen virus corona...

YG Entertainment Unggah Teaser Perdana Rose BLACKPINK di Instagram, Penggemar Sukses Dibuat Histeris Tak Sabar Nantikan Debut Solo sang Artis hingga Duduki Trending Nomor...

YouTube channel BLACKPINK Rose BLACKPINKLaporan Wartawan Grid.ID, Rizqy Rhama ZuniarGrid.ID - Tahun ini tampaknya agensi hiburan YG Entertainment tengah gencar mempromosikan aktivitas para artis...

Di Momen Ulang Tahun, Rieka Roslan Kembali Hadirkan Arti Mencinta

Rieka juga mengatakan bahwa dirinya selalu ingin membuat musik yang sesuai dengan karakternya. Ini sekaligus menangkis anggapan yang menyebut karya segmented tak bakal disukai...

Bisnis Terbaru Ferry Ardiansyah Tak Jauh dari Dunia Hiburan

Lebih lanjut, Ferry bercerita menemukan potensi dari Aldiv melalui sosial media. Kala itu, Aldiv merupakan pemenang dari kontes bernyanyi yang diselenggarakan sebuah platform digital....

Ini Sosok Calon Suami Ayu Ting Ting di Mata Tetangga

JawaPos.com–Hari bahagia Ayu Ting Ting dan calon suaminya Adit Jayusman akan segera tiba.  Pasangan itu akan melaksanakan pernikahan dalam rentang waktu antara Januari–Februari.Kabar tersebut...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Masalah gizi kurang masih menjadi perhatian utama di berbagai negara, terutama pada kelompok balita. Padahal, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Dampak yang ditimbulkan stunting cukup memprihatinkan dan dapat dibagi menjadi dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek dapat terjadi peningkatan kejadian kesakitan dan kematian, terhambatnya perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak tidak optimal yang dapat meningkatkan biaya kesehatan.

Sedangkan untuk dampak jangka panjang yang dapat terjadi yaitu postur tubuh anak stunting yang tidak optimal saat dewasa (lebih pendek dibandingkan pada umumnya, dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit lainnya, menurunnya kesehatan reproduksi, performa dan kualitas belajar yang kurang optimal saat masa sekolah sehingga melahirkan manusia yang kurang produktif dan kapasitas kerja yang tidak optimal.

Menurut data Riskesdas, presentasi prevalensi stunting di Indonesia : yakni pada tahun 2007 sekitar 36,8%, dan menurun pada tahun 2010 berjumlah 34,6%. Pada tahun 2013 angka stunting kembali meningkat yakni 37,2% dan kembali turun pada tahun 2018 yakni 30,8% serta mencapai 27,7% di tahun 2020 dan adanya target percepatan penurunan angka stunting mencapai 14% di tahun 2024.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Stunting pada Anak Memprihatinkan, Tingkatkan Risiko Obesitas dan Penyakit Lain – FAJAR 1

Stunting pada Anak Memprihatinkan, Tingkatkan Risiko Obesitas dan Penyakit Lain – FAJAR

\