Aura Kasih: Mulai dari Nol Lagi

Gugatan cerai yang dilayangkan Aura Kasih, 34, terhadap Eryck Amaral pada Desember 2020 akhirnya diputus verstek oleh PA Jaksel Rabu (28/4). Siap tidak siap,...

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditemukan mutasi virus corona yang kebal terhadap vaksin. Meski demikian temuan itu masih bersifat sementara dan perlu penelitian lanjutan.Shahid Jameel,...

Warna Hijab yang Bisa Membuat Wajah Terlihat Tirus

Mama memiliki bentuk wajah bulat dan bingung harus memilih hijab yang bisa membuat wajah terlihat lebih tirus?Dalam mengenakan hijab, selain memerhatikan bentuk dan bahan...

Kolaborasi Apik Sephora dan Purana untuk Program Menarik di Hari Raya

“Kami sangat bangga & berterima kasih kepada SEPHORA Indonesia atas kesempatan bekerjasama dan tentunya untuk dapat memberikan produk persembahan dari kami bagi seluruh pelanggan SEPHORA Indonesia”...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID — Uang menjadi salah satu alat yang sangat dibutuhkan di dunia ini, dengan uang kita bisa membeli sesuatu dengan mudah.

Namun ternyata tidak memiliki uang juga dapat membuat kamu merasa pusing dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Misalnya saja yang terjadi di Amerika Serikat, meningkatnya kesenjangan ekonomi yang terjadi disana juga membuat pertumbuhan angka kemiskinan semakin tinggi.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, kebanyakan orang yang menganggur dan tidak memiliki uang lebih besar mengalami penyakit jantung.

Risiko terjadinya serangan jantung, stroke, gagal jantung, bahkan kematian cenderung lebih tinggi hingga 10 tahun setelah terjadinya penurunan penghasilan.

Seperti yang diungkapkan oleh Tali Elfassy, Ph. D., seorang profesor dari University of Miami Miller School of Medicine, Florida, Amerika Serikat.

“perubahan penghasilan menggambarkan adanya ancaman gangguan kesehatan yang tinggi”.

Bahkan menurut sebuah jurnal dari American Heart Association, Elfassyy dan tim peneliti mengumpulkan data yang cukup mengejutkan.

Data tersebut berkaitan dengan pengahsilan keuangan sebanyak lima kali selama periode 1990 sampai 2005.

Sedangkan selama periode 2005 sampai 2015, peneliti mengumpulkan data kasus gangguan kardiovaskular dan kematian yang dialami para partisipan.

Dari data jurnal tersebut sudah bisa dipastikan jika banyaknya orang yang mengalami penyakit jantung dikarena tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki uang.(ayu/tipstren)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Tidak Punya Uang Juga Bisa Menimbulkan Penyakit Jantung – FAJAR 1

Tidak Punya Uang Juga Bisa Menimbulkan Penyakit Jantung – FAJAR

\