Pengembangan Beauty Center di RSUP Sanglah Berikan Objek Wisata Baru di Bidang Estetik

WARTA LOMBOK - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono bersama...

Air Kelapa, Jeruk Nipis, Madu dan Garam Bisa Sembuhkan Covid-19? Ini Fakta Sebenarnya – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Beredar informasi di media sosial bahwa air kelapa, air jeruk nipis, garam, dan madu mampu menyembuhkan orang dari Covid-19. Formula ini juga diyakini...

Khusus Pria, Selain Kopi 7 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Kekuatan saat Aktivitas Ranjang – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Tidak semua pria mampu mempertahankan kekuatannya di ranjang. Justru tak sedikit yang mengalami penurunan nafsu akibat kanker prostat.Oleh karena itu, kaum pria harus...

6 Lagu Bernuansa Musim Panas, dari yang Chill hingga Bikin Semangat

Fimela.com, Jakarta Memasuki pertengahan tahun, para musisi dari berbagai penjuru dunia menghadirkan lagu-lagu dengan vibe musim panas. Mulai dari K-Pop yang enerjik hingga American...

Nagita Slavina dan Shandy Purnamasari Nikmati Kenyamanan Sarung Bantal Mulsk Beauty

Menurut Shandy Mulberry Mulsk Beauty, menggabungkan kualitas dengan harga yang terjangkau. Bahkan kita bisa mendapatkan keduanya.   "Mulberry Mulsk Beauty, terbuat dari 100% benang sutra dari...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID – Setelah berpuasa seharusnya memiliki kesehatan prima karena pada saat puasa tubuh sudah melakukan proses detoksifikasi. Namun faktanya, banyak juga masyarakat yang justru sakit setelah puasa saat seusai Lebaran.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari Fahrial Syam mengatakan, berbagai penyakit kronik umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Apalagi seorang akan stay at home dan tidak banyak bergerak karena terbatas selama masa pandemi global ini.

“Makan dan mengemil menjadi kompensasi yang bisa dilakukan sebagian besar masyarakat pasca puasa Ramadan ketika stay at home,” katanya.

Makanan dan minuman yang tersedia selama lebaran ini biasanya akan lebih banyak dan bervariasi. Umumnya makanan tersebut tinggi lemak, manis dan asin. Biasanya makanan yang berlemak cenderung menjadi pilihan karena bisa tahan lama dan bisa dipanaskan berulang. Budaya untuk menghadirkan makanan dan camilan yang bervariasi tampaknya akan tetap dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Maka tak heran penyakit akan mengancam.

Diabetes

Berbagai minuman kaleng yang bersoda juga tersedia selama lebaran. Apalagi makanan dan minuman yang tersedia hanya dikonsumsi oleh anggota keluarga. Masing-masing kerabat akan menahan diri untuk saling bersilaturahmi. Sehingga makanan dan minuman yang di rumah hanya dikonsumsi sendiri.

“Tentunya bisa saja makanan-minuman ini juga dikonsumsi oleh seseorang yang sudah mempunyai penyakit kronik, penyakitnya dapat mengalami kekambuhan. Pasien dengan penyakit kencing manis akan cenderung gula darahnya menjadi tidak terkontrol,” tegasnya.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Waspada! 3 Penyakit Ini Mengintai Anda Usai Menyantap Menu Berlemak saat Lebaran. – FAJAR 1

Waspada! 3 Penyakit Ini Mengintai Anda Usai Menyantap Menu Berlemak saat Lebaran. – FAJAR

\