Konsumsi Nangka, Berikut 5 Khasiat untuk Kesehatan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nangka adalah buah tropis unik yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir ini.Nangka memiliki rasa...

Olla Ramlan Marah Besar di Media Sosial, Kepada Siapa?

Pada kesempatan lain, Olla Ramlan juga memberikan sedikit clue bahwa orang tersebut sekarang ini jarang mendapatkan job. Sosok yang dirahasiakan ini saat ini baru...

Tips Memilih Kandungan Moisturizer untuk Kulit yang Berminyak

Tips memilih moisturizer yang selanjutnya, pilihlah moisturizer yang memiliki kandungan non comedogenic, agar aman digunakan pada kuit wajah yang cenderung berminyak. Moisturizer non comedogenic atau...

Kenali 5 Kandungan Bahan Aktif untuk Mengecilkan Pori-Pori Wajah

Kandungan bahan aktif yang terakhir adalah hyaluronic acid, yang bisa membantu mengecilkan pori-pori, mencegah penuaan dini dan aman digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk...

6 Artis Cantik yang Juga Seorang Aktivis Sosial dan Lingkungan

Fimela.com, Jakarta Tak selamanya seorang artis hanya berkutat pada permasalahan dunia entertainment. Karena banyak pula artis mancanegara maupun Indonesia yang gemar melakukan aksi sosial...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berpatokan pada beberapa studi yang dilakukan, Google akhirnya mematikan fitur beauty secara default di perangkat Pixel.

Setiap smartphone saat ini hadir dengan fitur percantik atau yang kerap dikenal dengan fitur beauty. Fitur ini mampu mengubah tekstur kulit wajah menjadi lebih halus, menghilangkan noda hitam bahkan memodifikasi bentuk wajah ketika hendak melakukan selfie. Fitur ini banyak digandrungi pengguna smartphone. Namun Google justru menghilangkannya dari perangkat Pixel. 

Hal ini dilakukan Google lantaran ada beberapa studi yang menyebut kalau fitur beauty ini berdampak negatif pada kesehatan mental penggunanya. Salah satu studi yang digagas pada 2018 bahkan menunjukkan bagaimana fitur percantik selfie bisa mengubah cara pandang seseorang mengenai dirinya sendiri. Lantas, persepsi akan kecantikan pun dapat berubah. Tidak hanya mematikan fitur ini secara default, Google juga mengajak produsen smartphone lain untuk melakukan hal yang sama. 

“Kami berusaha memahami efek selfie yang difilter terhadap kesehatan orang-orang, terutama ketika filter diaktifkan secara default. Kami melakukan banyak penelitian dan berbicara dengan pakar kesehatan anak dan mental dari seluruh dunia, dan menemukan bahwa saat Anda tidak menyadari bahwa kamera atau aplikasi foto menerapkan filter, foto tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Filter default ini dapat secara diam-diam menetapkan standar kecantikan yang dibandingkan dengan diri mereka sendiri,” kata Google dalam blog resminya. 

Google akhirnya juga mendorong pengembang aplikasi kamera dan OEM untuk menghindari terminologi “enhancement”, “beautification” atau “touch up”. Google menilai kalau istilah-istilah tersebut mengindikasikan kalau foto yang tidak dimodifikasi perlu ditingkatkan. Google sendiri menggunakan istilah “Face retouching” pada perangkat Pixel. 

Google memang mematikan fitur “face retouching” itu secara default. Namun opsi untuk menggunakannya masih tetap ada. Google juga mengganti istilah intensitas face retouching itu, dari Natural menjadi Subtle. Ini dilakukan agar pengguna menyadari bahwa hasil foto mereka sudah dipoles oleh sistem dalam tingkatan tertentu. 
 


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Fitur beauty berdampak negatif pada mental pengguna 1

Fitur beauty berdampak negatif pada mental pengguna

\