Puasa Sehat bagi Pasien Jantung – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung (Unpad), Cut Arsy Rahmi mengatakan para Muslim termasuk mereka...

Jus Buah Ternyata Bisa Naikkan Berat Badan, Ini Penjelasannya – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Jus buah adalah minuman yang populer akhir-akhir ini. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, banyak pilihan jus siap minum tersedia di...

Sebut Tak Seperti Atta-Aurel, Boy William Ogah Pernikahan Live di TV

JawaPos.com – Boy William dan kekasihnya, Karen Vendela akan melangsungkan pernikahan pada pertengahan tahun ini. Meski demikian, Boy William menyatakan pernikahannya tak akan disiarkan...

Kontrak Habis, Victoria f(x) Tinggalkan dari SM Entertainment

Victoria memulai debutnya di bawah SM Entertainment pada 2009 dengan f(x) dan grup tersebut memiliki sejumlah lagu hit, termasuk "Hot Summer", "Electric Shock", dan...

6 Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah saat Ibadah Puasa

Fimela.com, Jakarta Bibir kering dan pecah-pecah merupakan masalah umum yang kerap kali terjadi pada banyak orang. Terutama saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Betapa...

Luruskan Rambut Tanpa Catokan, Gunakan 3 Bahan Ini – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Rambut tebal dan lurus menjadi dambaan banyak perempuan. Biasanya untuk mendapatkan hal itu, perempuan membutuhkan alat penata rambut seperti catokan.Meski begitu,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berpatokan pada beberapa studi yang dilakukan, Google akhirnya mematikan fitur beauty secara default di perangkat Pixel.

Setiap smartphone saat ini hadir dengan fitur percantik atau yang kerap dikenal dengan fitur beauty. Fitur ini mampu mengubah tekstur kulit wajah menjadi lebih halus, menghilangkan noda hitam bahkan memodifikasi bentuk wajah ketika hendak melakukan selfie. Fitur ini banyak digandrungi pengguna smartphone. Namun Google justru menghilangkannya dari perangkat Pixel. 

Hal ini dilakukan Google lantaran ada beberapa studi yang menyebut kalau fitur beauty ini berdampak negatif pada kesehatan mental penggunanya. Salah satu studi yang digagas pada 2018 bahkan menunjukkan bagaimana fitur percantik selfie bisa mengubah cara pandang seseorang mengenai dirinya sendiri. Lantas, persepsi akan kecantikan pun dapat berubah. Tidak hanya mematikan fitur ini secara default, Google juga mengajak produsen smartphone lain untuk melakukan hal yang sama. 

“Kami berusaha memahami efek selfie yang difilter terhadap kesehatan orang-orang, terutama ketika filter diaktifkan secara default. Kami melakukan banyak penelitian dan berbicara dengan pakar kesehatan anak dan mental dari seluruh dunia, dan menemukan bahwa saat Anda tidak menyadari bahwa kamera atau aplikasi foto menerapkan filter, foto tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Filter default ini dapat secara diam-diam menetapkan standar kecantikan yang dibandingkan dengan diri mereka sendiri,” kata Google dalam blog resminya. 

Google akhirnya juga mendorong pengembang aplikasi kamera dan OEM untuk menghindari terminologi “enhancement”, “beautification” atau “touch up”. Google menilai kalau istilah-istilah tersebut mengindikasikan kalau foto yang tidak dimodifikasi perlu ditingkatkan. Google sendiri menggunakan istilah “Face retouching” pada perangkat Pixel. 

Google memang mematikan fitur “face retouching” itu secara default. Namun opsi untuk menggunakannya masih tetap ada. Google juga mengganti istilah intensitas face retouching itu, dari Natural menjadi Subtle. Ini dilakukan agar pengguna menyadari bahwa hasil foto mereka sudah dipoles oleh sistem dalam tingkatan tertentu. 
 


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Fitur beauty berdampak negatif pada mental pengguna 1

Fitur beauty berdampak negatif pada mental pengguna

\