Mewariskan Lipstik Legendaris Dior dengan Pendekatan Masa Kini yang Lebih Ramah Lingkungan

Setiap koleksi yang dihadirkan selalu terisnpirasi dari Christian Dior. Kali ini, cita-citanya sebagai seorang arsitek membuat Rouge Dior pertama, dibuat layaknya sebuah karya seni....

Beauty Review: Merasakan Manfaat Jitu Kandungan Artemisia untuk Perawatan Kulit Wajah

Kemasan Yehwadam Artemisia Soothing Moisturizing Cream hadir dalam bentuk cream jar bernuansa hijau mint yang lembut dan memberikan kesan mewah. Tekstur Seperti klaim yang dimiliki oleh produk...

Nikita Tak Peduli Komentar Negatif Soal Postingan Donasi Rp 200 Juta

JawaPos.com–Artis Nikita Mirzani sempat memposting di akun Instagram pribadinya mengeluarkan donasi untuk membantu korban bencana alam dengan total mencapai Rp 200 juta. Bintang film...

5 Rekomendasi Cushion Terbaru dari Brand Lokal

Nggak kalah dengan brand merek negara lain, cushion ini punya coverage yang bagus bangetApa yang terlintas dalam pikiran Mama ketika mendengar cushion? Bisa jadi makeup...

Bisnis Terbaru Ferry Ardiansyah Tak Jauh dari Dunia Hiburan

Lebih lanjut, Ferry bercerita menemukan potensi dari Aldiv melalui sosial media. Kala itu, Aldiv merupakan pemenang dari kontes bernyanyi yang diselenggarakan sebuah platform digital....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berpatokan pada beberapa studi yang dilakukan, Google akhirnya mematikan fitur beauty secara default di perangkat Pixel.

Setiap smartphone saat ini hadir dengan fitur percantik atau yang kerap dikenal dengan fitur beauty. Fitur ini mampu mengubah tekstur kulit wajah menjadi lebih halus, menghilangkan noda hitam bahkan memodifikasi bentuk wajah ketika hendak melakukan selfie. Fitur ini banyak digandrungi pengguna smartphone. Namun Google justru menghilangkannya dari perangkat Pixel. 

Hal ini dilakukan Google lantaran ada beberapa studi yang menyebut kalau fitur beauty ini berdampak negatif pada kesehatan mental penggunanya. Salah satu studi yang digagas pada 2018 bahkan menunjukkan bagaimana fitur percantik selfie bisa mengubah cara pandang seseorang mengenai dirinya sendiri. Lantas, persepsi akan kecantikan pun dapat berubah. Tidak hanya mematikan fitur ini secara default, Google juga mengajak produsen smartphone lain untuk melakukan hal yang sama. 

“Kami berusaha memahami efek selfie yang difilter terhadap kesehatan orang-orang, terutama ketika filter diaktifkan secara default. Kami melakukan banyak penelitian dan berbicara dengan pakar kesehatan anak dan mental dari seluruh dunia, dan menemukan bahwa saat Anda tidak menyadari bahwa kamera atau aplikasi foto menerapkan filter, foto tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Filter default ini dapat secara diam-diam menetapkan standar kecantikan yang dibandingkan dengan diri mereka sendiri,” kata Google dalam blog resminya. 

Google akhirnya juga mendorong pengembang aplikasi kamera dan OEM untuk menghindari terminologi “enhancement”, “beautification” atau “touch up”. Google menilai kalau istilah-istilah tersebut mengindikasikan kalau foto yang tidak dimodifikasi perlu ditingkatkan. Google sendiri menggunakan istilah “Face retouching” pada perangkat Pixel. 

Google memang mematikan fitur “face retouching” itu secara default. Namun opsi untuk menggunakannya masih tetap ada. Google juga mengganti istilah intensitas face retouching itu, dari Natural menjadi Subtle. Ini dilakukan agar pengguna menyadari bahwa hasil foto mereka sudah dipoles oleh sistem dalam tingkatan tertentu. 
 


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Fitur beauty berdampak negatif pada mental pengguna 1

Fitur beauty berdampak negatif pada mental pengguna

\