Raffi Ahmad Pangling Lihat Penampilan Nagita Mirip Aminda

Kamis, 17 Juni 2021 – 20:46 WIB Penampilan Nagita Slavina yang...

Daun Kelor ‘Sakti’ Menurunkan Kolesterol dalam Darah – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Daun kelor telah lama digunakan sebagai bahan pengobatan karena manfaat kesehatannya yang melimpah. Beberapa manfaat daun kelor didapat dari sifat antijamur, antivirus,...

Cara Mengatasi Ngompol pada Anak – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seringkali kita mendengar atau menemui anak-anak yang masih ngompol di usia tertentu.Pastinya ini adalah sebuah masalah bagi orang tua. Namun orang...

Drakor True Beauty dan A Girl Who Can See Smell Bakal Tayang di NET, Catat Tanggalnya

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Drama Korea (drakor) populer asal negeri Gingseng, yaitu True Beauty dan A Girl Who Can See akan tayang...

Manfaat Luar Biasa Rebusan Daun Salam dan Serai, 8 Penyakit Kronis Ini Bisa Disembuhkan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Daun salam merupakan tanaman herbal yang biasa digunakan dalam masakan.Daun dan minyaknya juga digunakan untuk membuat obat. Orang menggunakan daun salam...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID– Di tengah prevalensi hipertensi yang terus meningkat dan ancaman Covid-19, pemantauan tekanan darah rutin serta perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat disarankan. Sebagian masih belum menyadari bahaya hipertensi atau penyakit darah tinggi. Kini tren bergeser pada usia muda, bahkan dimulai sejak usia 18 tahun.

Hipertensi, yang juga disebut the silent killer, sering terjadi tanpa keluhan dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Prevalensi hipertensi selama ini dianggap hanya terjadi di kalangan pasien berusia 60 tahun ke atas.

“Namun beberapa tahun terakhir, penyakit yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner itu sering ditemui pada usia yang relatif lebih muda,” ujar Director, OMRON Healthcare Indonesia Tomoaki Watanabe, dalam keterangan resmi baru-baru ini.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18-39 tahun mencapai 7,3 persen dan prevalensi pre-hipertensi di rentang usia ini mencapai jauh lebih tinggi lagi, yakni 23,4 persen. Menurut Yayasan Jantung Indonesia (YJI), hipertensi tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia tapi juga milenial, yakni generasi yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin mengatakan mengetahui adanya peningkatan prevalensi hipertensi dan ancaman penyakit Covid-19, pemantauan tekanan darah secara teratur dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat dianjurkan untuk memungkinkan deteksi dini dan pengelolaan penyakit yang lebih baik. Untuk mendukung kesehatan anak muda di masa pandemi, ia menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin di rumah, mengubah kebiasaan dan menjalani pola hidup sehat.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Hipertensi Ancam Usia Muda 18 Tahun, Hindari Faktor Pemicunya – FAJAR 1

Hipertensi Ancam Usia Muda 18 Tahun, Hindari Faktor Pemicunya – FAJAR

\