Vaksinasi Covid-19 Berjalan Simultan dengan Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan – FAJAR

Doni Monardo (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden) FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Indonesia segera bersiap untuk mulai menggelar vaksinasi Covid-19...

10 Potret Acara 7 Bulanan Zaskia Sungkar

1/10Dalam acara tersebut, Zaskia dan Irwansyah juga berjualan rujak serut. Bahkan, ada dibeberapa wilayah di Indonesia, rasa rujak ini juga bisa sebagai gambaran calon...

Muncul Bercak Putih dan Bisul di Mulut, Hati-hati Kemungkinan Covid-19 – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Pasien Covid-19 mengeluhkan gejala-gejala yang makin tak biasa. Virus yang semula muncul di Wuhan, Tiongkok, ini gejala awalnya hanya mengalami batuk,...

Pop Academy Akan Segera Lahirkan Superstar

Setelah tampil berduet dengan Dewa Feat Once di Grand Final Concert, Grand Finalis juga akan berkolaborasi dalam “Duet With Iwan Fals” di Winner Concert....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Mutasi virus Corona menjadi topik hangat di tengah masyarakat saat ini. Virus hasil mutasi ini disebut-sebut dapat menyebar lebih cepat dari pendahulunya.

Bahkan, mutasi virus ini bisa dengan mudah menyerang anak-anak. Meski demikian, belum ada bukti yang memadai terkait virus korona jenis baru yang mematikan bagi anak-anak ini.

Ketua Satgas IDI Wilayah Sulselbar, dr Abdul Azis menyarankan, orang tua harus lebih protektif melindungi keselamatan buah hatinya.

“Saat sekolah meminta anak belajar sistem online, bukan berarti orang tua bisa seenaknya membawa anak ke mana-mana. Seperti pergi berlibur di Bali, dan lainnya. Belajar sistem online agar anak-anak tetap tinggal di rumah,” ucapnya, Minggu, 27 Desember.

Menurutnya, tingkat kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan sudah mulai kendur. Padahal, risiko bisa mengancam siapa saja.

“Orang tua juga mesti menjaga diri agar anak tetap terlindungi. Setelah dari luar rumah, ganti pakaian langsung mandi sebelum bertemu keluarga,” saran dr Abdul Azis.

Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Makassar, dr Bob Wahyudin memaparkan, sejumlah penelitian memang telah menunjukkan bahwa risiko transmisi pada anak cukup besar. “Terutama pada anak usia sepuluh tahun ke atas, risikonya sangat besar,” terang dr Bob.

Sejumlah penelitian, tambah dia, juga menunjukkan bahwa viral load (jumlah sampel virus yang masuk ke sistem tubuh) pada anak usia lima tahun jauh lebih banyak dari orang dewasa. “Gejala klinis pada anak biasanya tidak terlalu kelihatan,” imbuhnya. (wis-sal/yuk)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Lindungi Anak dari Bahaya Mutasi Virus Corona – FAJAR 1

Lindungi Anak dari Bahaya Mutasi Virus Corona – FAJAR

\