NFT Sedang Tren! VidyX Menjadi Bagian Dari Kolaborasi Vidy dan Binance

Vidy dan Binance kolaborasi dalam proyek NFT? di dunia yang serba modern ini tentunya kalian sudah tidak asing lagi dengan kata NFT, teknologi ini...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID – Setelah puasa selama satu bulan, tubuh semestinya bisa lebih sehat karena sudah mengendalikan asupan konsumsi. Akan tetapi saat Lebaran, semua itu seolah terhapuskan dengan tradisi balas dendam menyantap semua hidangan bersantan atau makan tak terkontrol. Hati-hati, risiko penyakit mengintai. Salah satunya serangan stroke.

Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Dinda Diafiri, Sp.S dalam webinar dengan tema ‘Stroke saat Lebaran, Risiko dan Penanganannya’.

Menurutnya stroke di Indonesia masih menjadi pembunuh dan penyebab kecacatan nomor 1 untuk penyakit tidak menular sejak tahun 2014 hingga saat ini. Stroke ada dua jenis, yaitu stroke akibat sumbatan plak dan stroke akibat perdarahan.

Dokter Dinda menjelaskan bahwa suasana saat lebaran biasanya diwarnai mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori dan gula berlebihan seperti opor, rendang, es cendol dan es boba. Berkurangnya aktivitas fisik saat lebaran, serta lupa minum obat dapat memicu terjadinya hipertensi dan stroke.

“Saat lebaran, disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan, tetap melakukan aktivitas fisik, serta minum obat secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter,” katanya baru-baru ini.

Dia juga menyoroti tentang potensi makan berlebihan saat lebaran. Menurut dr. Dinda, penting untuk mengatur pemilihan makanan saat lebaran yaitu dengan menggunakan prinsip isi piringku.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Makan Tak Terkontrol saat Lebaran, Stroke Mengintai – FAJAR 1

Makan Tak Terkontrol saat Lebaran, Stroke Mengintai – FAJAR

\