Warna Hijab yang Bisa Membuat Wajah Terlihat Tirus

Mama memiliki bentuk wajah bulat dan bingung harus memilih hijab yang bisa membuat wajah terlihat lebih tirus?Dalam mengenakan hijab, selain memerhatikan bentuk dan bahan...

Priyanka Chopra Galang Dana untuk Anak Yatim Korban Covid-19 di India

JawaPos.com – Aktris Bollywood dan Hollywood Priyanka Chopra sejak awal situasi darurat Covid-19 terjadi di India sudah menunjukkan keprihatinannya. Istri Nick Jonas itu peduli...

Hamil Tua, Istri Dilarang Menemani Komedian Sapri di Rumah Sakit

JawaPos.com – Komedian Sapri kini sedang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Kota Tangerang. Dia dilarikan ke rumah sakit beberapa hari...

Vaksinasi Gotong Royong Rp500 Ribu/Dosis – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Harga vaksin untuk kepentingan vaksinasi gotong royong diperkirakan Rp500 ribu per dosis. Harga tersebut sudah termasuk biaya penyuntikan.“Estimasi sudah disampaikan Rp500 ribu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID — Berdasar pada sejarah kebudayaan manusia, khitanan telah dikenal oleh sebagian kalangan sebagai proses adat dan pembersihan diri sebelum beranjak dewasa. Masyarakat terdahulu menjaga budaya dan menganggap proses ini salah satu menjalankan ibadah sebagai umat muslim.

Khitan telah dikenal dan dilakukan oleh orang sejak dahulu dan berlanjut sampai Islam datang dan sampai sekarang. Dikalangan utusan, orang yang pertama kali melakukan khitan, menurut sejarah adalah Nabi Ibrahim as. Namun, tidak diketahui dengan jelas motif yang membuat orang dahulu melakukan khitan.

Apakah berdasarkan pemikiran rasional dan naluriah fitriah untuk membuang bagian yang lebih yang tidak bermanfaat. Ataukah karena jika tidak dipotong akan mengakibatkan penyakit, ataukah memang motifnya karena petunjuk agama yang dibawa oleh Rasul terdahulu. Namun yang terpenting bagi kita adalah bagaimana keberadaan khitan menurut Islam.

Berangkat dari definisi, sunat (khitan) berasal dari bahasa arab kha-ta-na yaitu memotong, sebagian ahli bahasa mengkhususkan lafadz khitan untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut dengan khalidh.

Adapun dalam istilah syariat, dimaksudkan dengan memotong kulit yang menutupi kepala zakar bagi laki-laki, atau memotong daging yang menonjol diatas vagina, disebut juga dengan klitoris bagi wanita.

Dalam surah Al Baqarah: 124, Allah swt berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Nabi Ibrahim, Manusia Pertama yang Sunat, Ini Alasan Medis dan Hukumnya – FAJAR 1

Nabi Ibrahim, Manusia Pertama yang Sunat, Ini Alasan Medis dan Hukumnya – FAJAR

\