Ini Beauty Hacks yang Berbahaya (Bagian 1)

ZETIZEN RADAR CIREBON – Banyaknya informasi mengenai serba-serbi dunia kecantikan, termasuk tips-tips beauty hacks juga bertebaran. Namun, perlu kamu ketahui tidak semua beauty hacks...

Dukung Britney Spears, Selena Gomez Kirim Paket Rare Beauty dan Bikini Tie Dye

TEMPO.CO, Jakarta - Britney Spears, yang saat ini terlibat dalam pertempuran hukum yang sedang berlangsung seputar konservatorinya, nampaknya harus berterima kasih kepada Selena Gomez karena...

Mantan Trainee JYP Entertainment Ini Curhat Pernah Ditendang Agensi Gara-Gara Orientasi Seksualnya

Baru-baru ini seorang pria 30 tahun bernama KilliAN mengaku pernah didepak JYP Entertainment saat menjadi trainee. Simak penuturan lengkapnya berikut ini.Tim WowKerenJul 22,...

7 Cara Memancarkan ‘Inner Beauty’ Bagi Kaum Hawa

KABAR BANTEN – bagi kaum hawa menjadi cantik tidak hanya dalam...

Delapan Khasiat Luar Biasa Daun Jeruk, Antibiotik hingga Kurangi Stres – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Jangan pernah sepelekan daun jeruk nipis. Hanya dengan merebusnya, daun jeruk nipis ternyata sangat dahsyat untuk kesehatan.Sebab, air rebusan daun jeruk...

Kocak, Gendong Anak Kecil Sambil Ngelawak, Komeng Digetok Pakai Serok Gorengan

1/8"Getok nya pake palu dek," tulis Chika Jessica. "Kurang kenceng dek tabok ampe robek mulut bawelny," tulis Rieke Diah Pitaloka. "Komeng emang raja di...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ILUSTRASI. Para sukarelawan mempertaruhkan kesehatan dengan mengizinkan para ilmuwan menginfeksikan SARS-CoV-2 pada tubuh mereka. (NEXU Science Communication-Reuters)

FAJAR.CO.ID — Selama ini, untuk menemukan vaksin Covid-19 yang akurat dan efektif, puluhan ribu peserta sukarelawan muda menawarkan diri untuk pengujian. Ternyata, para sukarelawan mempertaruhkan kesehatan dengan mengizinkan para ilmuwan menginfeksikan SARS-CoV-2 pada tubuh mereka. Harapannya dapat mempercepat pencarian obat atau vaksin yang efektif.

Penelitian dengan ‘tes tantangan manusia’ itu sempat membuat beberapa ilmuwan meragukan. Mereka juga mempertanyakan apakah tes tersebut dapat dilakukan dengan cara yang etis?

Dilansir dari Science Times, Selasa (24/11), di Inggris Raya, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka bergerak maju. Menurut ahli imunologi Imperial College yang berbasis di London dan penelitian utama untuk uji coba yang diusulkan di Inggris, Christopher Chiu, mengatakan masih ada argumen kuat untuk mendorong uji tantangan manusia.

Dalam uji coba pada manusia biasa, para ilmuwan memberi sukarelawan vaksin atau plasebo, lalu menunggu selama beberapa bulan atau lebih untuk melihat keadaan. Sehingga para peneliti dapat mengumpulkan hasil yang akurat secara statistik.

Laporan berita baru-baru ini mengatakan uji tantangan manusia dapat bergerak lebih cepat dengan memvaksinasi sukarelawan terlebih dahulu. Kemudian secara sengaja memaparkan dengan ke SARS-CoV-2 dalam pengaturan yang terkontrol.

Setelah terpapar virus secara sengaja, para ilmuwan kemudian akan mengikuti kondisi relawan selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Uji coba tantangan seperti ini sering berbenturan masalah etika.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Ilmuwan Infeksikan SARS-CoV-2 pada Tubuh Mereka – FAJAR 1

Ilmuwan Infeksikan SARS-CoV-2 pada Tubuh Mereka – FAJAR

\