Pinkprint Team, Girlband Seksi Ala The Pussycat Dolls dari Bali

Pinkprint Team sendiri merupakan girlband yang berada di bawah naungan Splendid Asia dan diproduseri oleh KC itu memang cenderung berkonsep seksi. Ranahnya mengarah ke...

Melihat Tampilan Beauty Backstage Spring-Summer 2022 Chanel

Chanel pancarkan kecantikan alami dengan tampilan riasan pantai yang halus, yang terinspirasi oleh pakaian renang dan nuansa pastel dalam koleksinya. Tidak lama ini, Chanel baru...

Kanker hingga Kolestrol Ambrol, Cukup dengan Rutin Minum Susu Kedelai – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Selain rasanya yang enak, susu kedelai juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh.Susu kedelai adalah minuman yang kaya nutrisi. Ia...

Manikur dan Pedikur Anti Ribet dengan Cat Kuku yang Cepat Kering dan Formulasi Ringan

Fimela.com, Jakarta Siapa yang masuk suka ragu untuk melakukan manikur dan pedikur karena menghabiskan banyak waktu, serta proses yang ribet, Sahabat FIMELA? Barry M...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ILUSTRASI. Para sukarelawan mempertaruhkan kesehatan dengan mengizinkan para ilmuwan menginfeksikan SARS-CoV-2 pada tubuh mereka. (NEXU Science Communication-Reuters)

FAJAR.CO.ID — Selama ini, untuk menemukan vaksin Covid-19 yang akurat dan efektif, puluhan ribu peserta sukarelawan muda menawarkan diri untuk pengujian. Ternyata, para sukarelawan mempertaruhkan kesehatan dengan mengizinkan para ilmuwan menginfeksikan SARS-CoV-2 pada tubuh mereka. Harapannya dapat mempercepat pencarian obat atau vaksin yang efektif.

Penelitian dengan ‘tes tantangan manusia’ itu sempat membuat beberapa ilmuwan meragukan. Mereka juga mempertanyakan apakah tes tersebut dapat dilakukan dengan cara yang etis?

Dilansir dari Science Times, Selasa (24/11), di Inggris Raya, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka bergerak maju. Menurut ahli imunologi Imperial College yang berbasis di London dan penelitian utama untuk uji coba yang diusulkan di Inggris, Christopher Chiu, mengatakan masih ada argumen kuat untuk mendorong uji tantangan manusia.

Dalam uji coba pada manusia biasa, para ilmuwan memberi sukarelawan vaksin atau plasebo, lalu menunggu selama beberapa bulan atau lebih untuk melihat keadaan. Sehingga para peneliti dapat mengumpulkan hasil yang akurat secara statistik.

Laporan berita baru-baru ini mengatakan uji tantangan manusia dapat bergerak lebih cepat dengan memvaksinasi sukarelawan terlebih dahulu. Kemudian secara sengaja memaparkan dengan ke SARS-CoV-2 dalam pengaturan yang terkontrol.

Setelah terpapar virus secara sengaja, para ilmuwan kemudian akan mengikuti kondisi relawan selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Uji coba tantangan seperti ini sering berbenturan masalah etika.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Ilmuwan Infeksikan SARS-CoV-2 pada Tubuh Mereka – FAJAR 1

Ilmuwan Infeksikan SARS-CoV-2 pada Tubuh Mereka – FAJAR

\