Danella Ilene dan Loncatan Karier ke Model Internasional

Danella Ilene dinobatkan sebagai the first Indonesia’s Next Top Model (INTM). Kali pertama mengikuti kompetisi nasional, Ilene berhasil mengungguli 15 kontestan lainnya. Peluang besar...

Skincare Korea Jadi Sorotan, Klaim Pakai Botol Kertas Ternyata Plastik

Label skincare asal Korea, jadi sorotan karena sebut pakai botol kertas padahal plastikKosmetik dengan bahan dan kemasan ramah lingkungan saat ini tengah digaungkan banyak...

Ikuti Jejak Didi Kempot, Gusanda Latova Akan Fokus ke Lagu-Lagu Jawa

JawaPos.com–Gusanda Latova dulunya adalah seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu pop. Salah satu lagunya yang bertajuk Kau Takkan Tau sempat naik daun saat dirilis pada...

Buka Puasa dengan Teh Panas Bisa Menyebabkan Penyakit Kanker? – FAJAR

FAJAR.CO.ID — Berdasarkan data dari berbagai sumber, teh merupakan salah satu minuman yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia. Dan di bulan Ramadhan seperti...

Tiga Waktu yang Tepat Berolahraga saat Puasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berpuasa bukan halangan menjaga kebugaran melalui latihan fisik maupun berolahraga. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yakni pemilihan waktu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ILUSTRASI. Para sukarelawan mempertaruhkan kesehatan dengan mengizinkan para ilmuwan menginfeksikan SARS-CoV-2 pada tubuh mereka. (NEXU Science Communication-Reuters)

FAJAR.CO.ID — Selama ini, untuk menemukan vaksin Covid-19 yang akurat dan efektif, puluhan ribu peserta sukarelawan muda menawarkan diri untuk pengujian. Ternyata, para sukarelawan mempertaruhkan kesehatan dengan mengizinkan para ilmuwan menginfeksikan SARS-CoV-2 pada tubuh mereka. Harapannya dapat mempercepat pencarian obat atau vaksin yang efektif.

Penelitian dengan ‘tes tantangan manusia’ itu sempat membuat beberapa ilmuwan meragukan. Mereka juga mempertanyakan apakah tes tersebut dapat dilakukan dengan cara yang etis?

Dilansir dari Science Times, Selasa (24/11), di Inggris Raya, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka bergerak maju. Menurut ahli imunologi Imperial College yang berbasis di London dan penelitian utama untuk uji coba yang diusulkan di Inggris, Christopher Chiu, mengatakan masih ada argumen kuat untuk mendorong uji tantangan manusia.

Dalam uji coba pada manusia biasa, para ilmuwan memberi sukarelawan vaksin atau plasebo, lalu menunggu selama beberapa bulan atau lebih untuk melihat keadaan. Sehingga para peneliti dapat mengumpulkan hasil yang akurat secara statistik.

Laporan berita baru-baru ini mengatakan uji tantangan manusia dapat bergerak lebih cepat dengan memvaksinasi sukarelawan terlebih dahulu. Kemudian secara sengaja memaparkan dengan ke SARS-CoV-2 dalam pengaturan yang terkontrol.

Setelah terpapar virus secara sengaja, para ilmuwan kemudian akan mengikuti kondisi relawan selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Uji coba tantangan seperti ini sering berbenturan masalah etika.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Ilmuwan Infeksikan SARS-CoV-2 pada Tubuh Mereka – FAJAR 1

Ilmuwan Infeksikan SARS-CoV-2 pada Tubuh Mereka – FAJAR

\