Manikur dan Pedikur Anti Ribet dengan Cat Kuku yang Cepat Kering dan Formulasi Ringan

Fimela.com, Jakarta Siapa yang masuk suka ragu untuk melakukan manikur dan pedikur karena menghabiskan banyak waktu, serta proses yang ribet, Sahabat FIMELA? Barry M...

Air Kunyit Campur Madu, Khasiatnya Bikin Wanita Ketagihan – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kunyit populer digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.Bahan alami ini diyakini memiliki fungsi yang mirip dengan hormon estrogen.Itu sebabnya...

Zoya Amirin Beber Titik Kenikmatan yang Tidak Biasa – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Seksolog Zoya Amirin membeberkan titik kenikmatan yang tidan biasa atau tidak wajar saat berhubungan di ranjang.Hal itu diungkapkannya lewat diskusi...

Mudahkan Masyarakat Mendonorkan Mata, LEBJ Perluas Jaringan Eye Donation Center – FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hingga 2020, sekitar 35 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, 3,7 juta orang menderita kebutaan, termasuk...

Pakar: 4 Tren Paling Seru untuk Diikuti, Semua tentang Rambut Sehat

Fimela.com, Jakarta Musim ini biasanya banyak orang akan mengikuti gaya Putri Diana di tahun 90-an. Rambut berombak dan highlight warna terang. Dilansir dari purewow.com, berikut...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Jakarta – Beauty Privilege atau hak istimewa yang didapat orang-orang yang dianggap lebih cantik atau menarik, berdasarkan standar kecantikan yang ada di masyarakat. Orang-orang yang memiliki keunggulan itu diyakini akan diberi banyak kesempatan yang tidak dimiliki orang dengan fisik standar.

Berbagai penelitian dan survei ilmiah telah membuktikan bahwa penampilan sebenarnya berhubungan langsung dengan seberapa baik seseorang diterima oleh orang lain, baik dalam lingkungan sosial maupun lingkup pekerjaan. 

Selain seksisme, rasisme, dan usia yang dapat mempengaruhi kualitas hidup, daya tarik fisik juga dapat menentukan, terlepas dari kepribadian, keterampilan, dan bakat.

Akan tetapi, pemikiran seperti ini dapat menimbulkan prasangka atau diskriminasi atas dasar penampilan seseorang. Hal ini terjadi dalam berbagai kondisi, termasuk saat kencan, lingkungan sosial, dan tempat kerja.

Standar cantik atau menarik tentu saja relatif. Tetapi, ada beberapa kesamaan yang dimiliki secara universalyang didasarkan pada standar kecantikan Eropa, seperti putih, tinggi, dan kurus. 

Jenis kecantikan ini banyak ditemukan di sosial media sehingga membuat semua orang berpegang pada standar kecantikan tersebut. Mereka semua adalah contoh dari apa yang masyarakat anggap ‘cantik’ secara universal.

Semakin mirip seseorang dengan standar kecantikan tersebut, semakin cenderung mengalami beauty privilege. 

Semakin terlihat menyerupai orang-orang cantik yang terdapat di iklan, televisi, atau di majalah, semakin besar juga kemungkinan akan dihargai secara finansial atau dihargai masyarakat.[]

(Ratu Mitha Amelia)

Baca Juga:


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Mengenal Beauty Privilege, Ini Penjelasannya 1

Mengenal Beauty Privilege, Ini Penjelasannya

\