7 Macam Manfaat dari Remittance

Apakah Anda pernah kepikiran untuk mengirimkan uang dari luar ke dalam negeri? Remittance bisa menjadi solusi yang tepat, lho. Kehadiran jasa pengiriman uang ke...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Dengan tema “Living Beauty”, program ini juga menggerakkan berbagai kegiatan yang tidak hanya mengurangi sampah produksi, tetapi juga membuat sampah produksi memiliki wujud dan fungsi wujud. Kegiatan ini akan berlangsung pada akhir 2020 hingga awal 2020 untuk membangun kepedulian alam sekaligus melibatkan desainer yang memiliki pemikiran kreatif untuk memberikan fungsi baru pada material sisa tersebut.

Living Beauty akan melibat sejumlah desainer ternama Indonesia dari berbagai bidang untuk menciptakan konsep hidup yang lebih ramah lingkungan. Seperti Purana (Fashion), Ong Cen Kuang (Decorative Lighting), Domisillium x Lana Daya(Interior), Atelier Riri (Arsitektur), dan Sandy Karman (Design Grafis). Mereka akan menggunakan kembali bahan kain sisa untuk menjadi sebuah produk baru demi menciptakan bumi yang bebas dari bahaya sampah.

Sebelum Living Beauty ini berlangsung, Coulisse sebenarnya sudah memulai bsinis fashion dengan dasar pemikiran yang ramah lingkungan. Terlihat pada produk kain blinds yang ramah lingkungan dan terbuat dari botol PET. Coulisse bahkan telah lebih dahulu memiliki program CSR dan berkolaborasi denganTrashpacker yang berkeliling dunia dan membersihkan sampah di tempat yang merekakunjungi.

Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Living Beauty, Gerakan Mendaur Ulang Sampah Jadi Produk Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan 1

Living Beauty, Gerakan Mendaur Ulang Sampah Jadi Produk Rumah Tangga yang Ramah Lingkungan

\