Beauty Review: Merasakan Manfaat Jitu Kandungan Artemisia untuk Perawatan Kulit Wajah

Kemasan Yehwadam Artemisia Soothing Moisturizing Cream hadir dalam bentuk cream jar bernuansa hijau mint yang lembut dan memberikan kesan mewah. Tekstur Seperti klaim yang dimiliki oleh produk...

Nikita Tak Peduli Komentar Negatif Soal Postingan Donasi Rp 200 Juta

JawaPos.com–Artis Nikita Mirzani sempat memposting di akun Instagram pribadinya mengeluarkan donasi untuk membantu korban bencana alam dengan total mencapai Rp 200 juta. Bintang film...

Bisnis Terbaru Ferry Ardiansyah Tak Jauh dari Dunia Hiburan

Lebih lanjut, Ferry bercerita menemukan potensi dari Aldiv melalui sosial media. Kala itu, Aldiv merupakan pemenang dari kontes bernyanyi yang diselenggarakan sebuah platform digital....

Beauty Review: Cushion Terbaru dari Make Over, Optimalkan Kulit Kering jadi Tampak Sehat

Bagi saya pemiliki kulit kering, cushion ini adalah solusi yang menjanjikan. Praktis dipakai dan menghidrasi dengan baik, membuat kompleksi terlihat lebih flawless dan sehat....

10 Potret Bulan Madu Felicya Angelista dan Caesar Hito di Turki – Fimela.com

10 Potret Bulan Madu Felicya Angelista dan Caesar Hito di Turki  Fimela.com Kredit: Tautan sumber

Mewariskan Lipstik Legendaris Dior dengan Pendekatan Masa Kini yang Lebih Ramah Lingkungan

Setiap koleksi yang dihadirkan selalu terisnpirasi dari Christian Dior. Kali ini, cita-citanya sebagai seorang arsitek membuat Rouge Dior pertama, dibuat layaknya sebuah karya seni....

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Melihat banyaknya tanaman lokal di Sulawesi selatan, membuat salah satu dosen Dosen farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) mencoba memanfaatkan hal tersebut.

Ia mengumpulkan beberapa tanaman dan meneliti. Alhasil dari penelitian terhadap tumbuhan ini, didapati mengandung banyak manfaat. Tanaman ini kemudian diracik menjadi jamu teh celup.

Dosen farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus peracik tanaman lokal jadi Jamu, A Mumtihanah Mursyid mengatakan tanaman ini dibuat jamu teh celup beberapa bulan lalu.

Kemudian sejak Oktober dilakukan pengabdian masyarakat yang diadakan di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

“Jadi jamu teh celup dari tanaman lokal ini memiliki khasiat obat diabetes, kolesterol, hipertebsi dan asam urat. Cara minumnya seperti membuat teh pada umumnya,”tuturnya.

Tak sekedar memperkenalkan kepada masyarakat, namun juga dilakukan pelatihan kepada warga.Pelatihannya mulai dari pengolahan bahan, pembuatan teh celup, pengemasan, hingga cara penyiapan (pengesahan) dan cara mengkonsumsi.

“Teh jamu instan ini bentuk sediaan jamu yang praktis penyiapannya untuk dikonsumsi dan pembuatannya juga murah, tidak membutuh kan bahan tambahan kimiawi sehingga mudah untuk dibuat dan diproduksi masyarakat,”ucapnya.

Stabilitas produk juga dapat bertahan tanpa bahan pengawet asalkan kadar air dalam daun teh kurang dari 3 persen.(wis/fajar)


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Manfaatkan Tumbuhan Lokal Jadi Jamu Teh Celup – FAJAR 1

Manfaatkan Tumbuhan Lokal Jadi Jamu Teh Celup – FAJAR

\