Priyanka Chopra Galang Dana untuk Anak Yatim Korban Covid-19 di India

JawaPos.com – Aktris Bollywood dan Hollywood Priyanka Chopra sejak awal situasi darurat Covid-19 terjadi di India sudah menunjukkan keprihatinannya. Istri Nick Jonas itu peduli...

6 Gaya Rambut Pixie Terbaik untuk Dicoba di Tahun 2021

Fimela.com, Jakarta Belakangan ini potongan rambut Pixie menjadi populer dan disukai banyak orang. Betapa tidak, potongan rambut yang satu ini membuat penampilan tampak segar,...

TWC Sarita Beauty Light Glowing Buat Wajah Setingkat…

Two way cake Sarita Beauty. Foto: Sarita Beauty GenPI.co - Wajah yang tampak glowing, flawless, dan selalu cerah menjadi idaman...

Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Corona Kebal Vaksin – FAJAR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditemukan mutasi virus corona yang kebal terhadap vaksin. Meski demikian temuan itu masih bersifat sementara dan perlu penelitian lanjutan.Shahid Jameel,...

Kehlani Meriahkan Mola Chill Festival dengan Sederet Lagu Hits

Tak hanya menyuguhkan lagu-lagu terbaik, Kehlani juga menjawab pertanyaan dari publik di media sosial, salah satunya terkait tantangan terbesarnya selama bermusik. "Tantangan yang menurutku itu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Para penyintas Covid-19 bisa mengalami efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lebih berat jika divaksinasi. Para ahli pun mengumpulkan data dan membuktikan apakah hal ini benar fakta atau sugesti dan mitos semata.

Dilansir dari ABC4, Selasa (27/4), Dokter Penyakit Menular di Intermountain Healthcare Dr. Eddie Stenehjem, mengatakan, ada beberapa data observasi bahwa mereka yang pernah menderita Covid-19 menjadi cukup bergejala setelah dosis pertama suntikan Covid-19. Di sisi lain, kebanyakan orang yang belum menderita Covid-19, tak mengalami efek samping saat dosis pertama.

“Penyintas, mungkin lengannya sakit. Dan kemudian pada suntikan kedua, mereka bisa bergejala dengan demam, menggigil, seperti merasa lesu,” katanya.

Mengapa itu bisa terjadi? Dia mengatakan ini terjadi karena, bagi mereka yang pernah menderita Covid-19, suntikan pertama itu sebenarnya adalah suntikan pendorong. Maka, tak heran jika terasa bergejala.

“Dan itu sangat normal,” kata Dr. Stenehjem seperti juga dijelaskan dalam New England Journal of Medicine.

“Ada beberapa data dan banyak orang membicarakan hal ini,” tambahnya.

“Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali setelah menerima vaksin,” kata dia.

Ahli dari Division of Infectious Diseases di University of Utah Health Emily Spivak mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan bahwa data yang diterbitkan menunjukkan bahwa orang yang pernah menderita Covid-19 sebelum menerima vaksin, mengalami peningkatan tingkat efek samping lokal atau sistemik seperti demam, kedinginan, nyeri otot, kelelahan, dan sakit kepala setelah dosis vaksin pertama dibandingkan mereka yang belum.


Kredit: Tautan sumber

- A word from our sposor -

Menurut Ahli, Penyintas Covid-19 yang Divaksinasi Memiliki Efek Lebih Berat – FAJAR 1

Menurut Ahli, Penyintas Covid-19 yang Divaksinasi Memiliki Efek Lebih Berat – FAJAR

\